5 Cara Daur Ulang Kotoran, Dijadikan Kertas dan Bahan Bakar!

5 Cara Daur Ulang Kotoran, Dijadikan Kertas dan Bahan Bakar!
info gambar utama

Segala sesuatu yang kita makan akan terlebih dahulu dicerna oleh sistem pencernaan. Setelah semua nutrisi dan kandungan penting dari makanan telah diserap oleh tubuh, maka zat sisa atau kotoran yang terbentuk harus dikeluarkan dari tubuh.

Hal ini karena kotoran tersebut dapat menimbulkan dampak negatif jika terlalu lama dalam tubuh. Akan tetapi, jika kotoran dibiarkan begitu saja di lingkungan, maka pencemaran pun terjadi.

Untuk itu, perlu dilakukan daur ulang kotoran seperti yang akan dijelaskan di bagian berikut ini. Tak lagi jadi pengotor, beberapa orang di seluruh belahan bumi berhasil mengolah "ampas" menjadi sesuatu yang lebih "berkelas". Langsung simak infonya berikut ini, yuk!

1. Daur Ulang Kotoran Menjadi Pupuk

Daur Ulang Kotoran: Ilustrasi Pupuk Organik
info gambar

Salah satu cara daur ulang kotoran yang paling lazim adalah dengan mengubahnya menjadi pupuk. Biasanya, kotoran dari hewan ternaklah, seperti sapi, kambing, dan ayam, yang dijadikan pupuk kandang alias organik.

Sekalipun berasal dari bahan-bahan alami, pupuk organik nyatanya jauh lebih unggul daripada yang anorganik. Berdasarkan situs Petrokimia Gresik, kandungan unsur mikro dalam pupuk organik lebih lengkap.

Penggunaan limbah hewan ternak sebagai pupuk juga dapat menjaga kesuburan tanah sekaligus mencegah terjadinya erosi. Lebih lanjut, tanaman yang diberi pupuk organik pun lebih sehat dan rentan terhadap penyakit.

Baca juga: Limbah Kotoran Sapi Menjadi Energi Listrik dan Sumber Cuan, Bagaimana Bisa?

2. Biogas dari Feses

Apakah Kawan GNFI tahu? Kotoran sebenarnya mengeluarkan gas, yakni metana. Apabila gas tersebut terlepas ke atmosfer, maka akan menyebabkan kerusakan lapisan ozon.

Oleh karena itu, feses lantas digunakan untuk memproduksi biogas. Apa itu? Dikutip dari Homebiogas, biogas adalah jenis bahan bakar hayati yang secara alami dihasilkan dari penguraian limbah organik, seperti sisa makanan dan limbah ternak.

Biogas dapat tercipta setelah gas metana dari feses dikumpulkan ke dalam sebuah wadah tertutup tanpa adanya kehadiran gas oksigen. Setelah itu, biogas dibakar dengan oksigen untuk menghasilkan energi.

Bahan bakar ini dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan industri maupun rumah tangga, meliputi produksi listrik, memasak makanan, dan memanaskan air. Lantaran alami, penggunaan biogas tentu sangat menguntungkan karena tidak mencemari lingkungan dan menjadi solusi mengurangi kadar gas rumah kaca di udara.

3. Sanivation dan Inovasinya Membuat Arang dari Feses

Sebuah stratup bernama Sanivation berinovasi dengan menciptakan briket (arang) dari feses manusia. Hal ini mereka lakukan demi menyelamatkan ratusan pohon di hutan Kenya. Pasalnya, deforestasi menjadi salah satu masalah terbesar di negara tersebut.

Masyarakat Kenya masih terlalu bergantung pada kayu sebagai sumber energi mereka. Pepohonan sengaja ditebang untuk mendapatkan kayu supaya bisa dijadikan arang untuk keperluan memasak hingga pengeringan daun teh oleh pabrik-pabrik. Sanivation pun hadir untuk mengalihkan ketergantungan tersebut.

Perusahaan rintisan ini menyediakan toilet kecil bagi rumah-rumah yang dihuni keluarga kurang mampu. Perlu Kawan ketahui pula, ketersediaan toilet juga merupakan masalah lain di Kenya. Dengan disediakannya lebih dari 600 toilet, masyarakat tak lagi buang air sembarangan.

Baca juga: Bukti Nyata Manfaat Biogas di Sejumlah Desa Jawa Timur

Kotoran yang tertampung selanjutnya dikumpulkan oleh tim Sanivation untuk diolah. Poop kemudian dipanaskan dan dicampur dengan sampah organik lainnya, seperti serbuk gergaji dan debu arang. Terakhir, campuran tersebut dibentuk dan dikeringkan hingga menjadi briket siap pakai.

Upaya daur ulang kotoran manusia oleh Sanivation ini ternyata berhasil memikat atensi masyarakat Kenya. Orang-orang mulai banyak menggunakan Mkaa Kwa Jamii—nama produk tersebut yang bermakna 'arang untuk keluarga'—untuk memasak makanan.

Meskipun dari limbah manusia, briket tersebut tidak berbau maupun tampak seperti kotoran. Mkaa Kwa Jamii bahkan mampu menyala dua kali lebih lama dari arang biasa.

Di samping menjaga pepohonan di hutan Kenya dari penebangan, produk keluaran Sanivation ini juga berhasil mengurangi polusi, meningkatkan kebersihan lingkungan, sekaligus menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat setempat. Inspiratif sekali, ya, Kawan?

4. Bahan Bakar Minyak dari Kotoran

Tak terbatas pada pupuk maupun alat masak, poop ternyata dapat diubah menjadi bahan bakar mobil, lo! Adalah Instalasi Air Limbah Metro Vancouver dari British Columbia. Instalasi ini tengah melakukan uji coba sebuah teknologi yang mampu mengubah limbah menjadi minyak mentah.

Dikembangkan di Pacific Northwest National Laboratories (PNNL), kotoran dimasukkan ke dalam pipa, kemudian dipaparkan dengan suhu 340 derajat Celsius dan tekanan 200 kali dari tekanan udara normal. Dalam kondisi seperti itu, molekul organik kotoran akan pecah menjadi senyawa karbon yang lebih pendek dan kecil: membentuk minyak dan gas.

Proyek yang dijalankan Metro Vancouver ini memang masih dalam tahap uji coba. Namun, jika sudah berhasil, kiat mengubah poop menjadi bahan bakar minyak tentu mampu mengurangi limbah lingkungan serta mengurangi ketergantungan kita terhadap bahan bakar fosil.

5. PooPooPaper dan Kertas Daur Ulang Kotoran Gajah

Bagaimana jadinya jika poop diolah menjadi kertas? Inilah yang dilakukan oleh PooPooPaper Park. Berbasis di Chiang Mai, Thailand, memproduksi kertas tanpa menggunakan pohon telah menjadi prioritas dari taman ini.

Mungkin, Kawan bertanya-tanya, bagaimana bisa kotoran gajah diubah menjadi kertas. Well, ini sebenarnya tak terlalu mengherankan. Pasalnya, poop gajah mengandung banyak serat. Serat tersebut tentu berasal dari makanan yang gajah konsumsi, antara lain rumput, buah-buahan, dan tebu.

Supaya bisa menjadi kertas, pastinya perlu dilakukan sejumlah prosedur. Jadi, kotoran gajah yang telah dikumpulkan terlebih dahulu direndam semalaman. Selanjutnya, rendaman direbus selama 4–6 jam untuk membunuh bakteri dan melembutkan serat yang ada.

Setelah itu, serat rerumputan masuk ke tahap pengeringan selama 1–2 minggu. Apabila sudah kering, mereka dicampur dengan bahan-bahan lain, seperti jerami, kulit pohon, sabut kelapa, dan koran bekas.

Campuran tersebut lantas dibentuk menjadi bola-bola dan kemudian masuklah ke proses pembuatan kertas daur ulang. Kertas yang diproduksi PooPooPaper Park kebanyakan dimanfaatkan untuk membuat kartu ucapan dan kerajinan tangan.

Baca juga: Mengenal Octopus, Aplikasi Daur Ukang Sampah yang Didirikan Hamish Daud

Pete dan kawan-kawan memang bukanlah yang pertama kali mendaur ulang kotoran hewan menjadi kertas. Negeri Tirai Bambu sudah lebih dahulu menciptakan kertas daur ulang dari poop panda. Sementara itu, sejumlah wirausaha di India membuat alat-alat tulis dari kotoran badak.

Dari kelima cara daur ulang kotoran di atas, kita jadi tahu bahwa selain dijadikan kompos, poop ternyata bisa juga diubah menjadi arang dan kertas. Semoga informasi tadi menambah wawasanmu, ya!

Referensi Lainnya:Mental Floss | Conserve Energy Future

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

FS
KO
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini