Beradaptasi dengan Zaman dan Menolak Punah, Becak Listrik Akan Hadir di Yogyakarta

Beradaptasi dengan Zaman dan Menolak Punah, Becak Listrik Akan Hadir di Yogyakarta
info gambar utama

Tren kendaraan listrik bukan hanya untuk mobil dan sepeda motor. Becak pun tak mau ketinggalan.

Di tengah semakin populernya kendaraan canggih terutama yang menggunakan tenaga listrik, becak tetap berusaha mempertahankan eksistensknya. Untuk itu, becak pun siap beradaptasi mengikuti perkembangan teknologi.

Becak diproyeksikan akan ikut mengandalkan tenaga listrik. Adalah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta yang punya rencana mengenai penggunaan becak listrik ini. Pemprov DIY bahkan siap menggelontorkan dana untuk membiayai semuanya, mulai dari perancangan hingga produksi.

"Semua nanti di-'support' danais mulai pembuatan prototipe, proses (uji coba), sampai produksi," ujar Kepala Dishub DIY Ni Made Dwipanti Indrayanti seperti dilansir Antara.

Sejauh ini, diketahui sudah ada 16 prototipe karya Dinas Perhubungan DIY, Dishub Kota Yogyakarta, Balai Pengembangan Teknologi Tepat Guna (BPTTG), dan Balai Latihan Pendidikan Teknik (BLPT) Yogyakarta. Semuanya siap masuk tahap uji coba.

Made menambahkan bahwa rencana produksi becak listrik adalah wujud dari implementasi Perda DIY Nomor 5 Tahun 2016 tentang Moda Transportasi Tradisional Becak dan Andong. Lokasi proyek percontohannya juga sudah ada, yakni Tugu, Malioboro, hingga Titik Nol Kilometer. Pelaksanaan proyeknya pun akan dijalankan secara cermat dengan mekanisme khusus.

Perkawinan Nuansa Tradisional dan Modern

Kehadiran becak listrik jelas akan tampak sebagai perkawinan antara nuansa tradisional dan modern. Maklum saja, becak adalah moda transportasi tradisional yang melegenda dan telah eksis sejak jaman baheula. Menurut beberapa literatur, becak mulai dikenal di Indonesia saat didatangkan dari luar negeri sejak sekitar era 1930-an dan 1940-an.

Becak bermesin sendiri sebetulnya bukan barang baru. Di berbagai daerah, sudah lama dikenal becak yang menggunakan mesin berbahan bakar bensin sebagai penggeraknya. Ada pula becak yang disambung dengan sepeda motor.

Sebelumnya, GNFI pernah mencatat bahwa menurut majalah Star Weekly pada 1960, bentuk dan istilah becak yang ada di Indonesia adalah serapan dari budaya Tionghoa. Nama Becak berasal dari kata bee yang berarti kuda dan tja yang berarti gerobak. Dengan demikian, becak bisa diartikan sebagai kuda gerobak.

Khusus untuk becak listrik di Yogyakarta, ada misi untuk mempertahankan kelestarian becak sebagai ikon daerah tersebut sembari tetap diberi sentuhan teknologi. Oleh karena itu, pedal pengayuh tetap akan dipertahankan kendati sudah ada mesin listrik yang dipasang.

"Untuk melestarikan becak kayuh kita perkuat dengan teknologi, tanpa meninggalkan sisi tradisionalnya. Jadi tetap dikayuh, tapi nanti lebih ringan, seperti di sepeda-sepeda mahal," kata Made.

Gerilya, Program yang Buat Generasi Muda Melek Energi Bersih dan Tenaga Surya



Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan A Reza lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel A Reza.

AR
SA
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini