Asal-usul Perkedel yang Inspirasinya dari Makanan Belanda

Asal-usul Perkedel yang Inspirasinya dari Makanan Belanda
info gambar utama

Perkedel adalah salah satu makanan yang sangat populer di Indonesia. Di berbagai daerah, kita bisa menemukan makanan ini tersaji di atas meja makan keluarga. Di warung makan, entah itu warung tegal atau warung nasi padang, sajian perkedel tak ketinggalan sebagai salah satu menu makanan.

Biasanya perkedel menjadi lauk pendamping di antara lauk-pauk yang sudah menjadi santapan utama. Selain itu, perkedel juga hadir untuk melengkapi makanan-makanan lokal lain, misalnya soto.

Tetapi, pernahkah terpikir bagaimana asal usul perkedel ini sehingga bisa tercipta dan menjadi salah satu makanan khas Indonesia?

Martabak Manis, Terang Bulan, atau Kue Bandung, Mana yang Benar?

Pengaruh orang-orang Belanda

Frikadelle | Mario Hening (Flickr)
info gambar

Kedatangan Belanda memang turut memengaruhi berbagai aspek kehidupan masyarakat, termasuk dari segi budaya. Dalam hal ini, kuliner adalah peninggalan yang masih bisa kita lihat sampai sekarang.

Dari pengenalan makanan tersebut sehingga bisa diketahui masyarakat Indonesia, hingga akhirnya diadaptasi dengan sentuhan lokal di berbagai daerah, tentunya hal tersebut semakin menambah kekayaan kuliner di Indonesia.

Termasuk salah satunya adalah soal perkedel ini. Makanan ini sebenarnya terinspirasi dari salah satu kudapan yang kerap dikonsumsi orang-orang Belanda, yaitu frikadel. Makanan ini juga kerap disebut sebagai frikadelle, frikadellen, atau frikadeller, tergantung dari bahasanya.

Makanan ini terbuat dari daging sapi atau babi cincang, yang kemudian dicampurkan dengan berbagai bahan seperti bawang, parsley, telur, dan berbagai bumbu khas lainnya yang kemudian dibentuk menjadi bulat pipih dan dimasak.

Frikadel sendiri sebenarnya tidak hanya bisa ditemui di Belanda saja, namun juga terdapat di berbagai daerah di kawasan kawasan Eropa seperti Jerman, negara-negara Skandinavia, hingga Polandia. Bahkan, sebenarnya makanan ini kemungkinan berasal dari Denmark atau Jerman.

Asal-usul Seblak yang Lezat Pedas Gurihnya Menarik Generasi Muda

Adaptasi lokal

Anita Jacobson (Flickr)
info gambar

Ketika sudah mulai banyak orang-orang Belanda konsumsi, hal ini cukup menarik perhatian masyarakat lokal. Namun, karena makanan tersebut berasal dari daging yang tergolong sulit untuk masyarakat pribumi mendapatkannya karena tergolong mahal, maka terlintas ide untuk membuat alternatifnya.

Caranya dengan menggunakan bahan-bahan hasil bumi lokal yang cenderung mudah untuk didapatkan, yaitu kentang. Cara pembuatannya pun mirip dengan bagaimana orang-orang Belanda membuat frikadel.

Hanya saja, bahan utama daging benar-benar diganti dengan kentang yang telah dicampurkan dengan telur dan berbagai bumbu lainnya. Lalu, dengan dicelupkan ke telur terlebih dahulu, bahan ini pun kemudian digoreng hingga menjadi perkedel khas Indonesia.

Bersumber dari buku Rijsttafel: Budaya Kuliner di Indonesia masa Kolonial 1870 - 1942 karya Fadly Rahman, penyebutan 'frikadel' ini agak sulit untuk diucapkan oleh orang-orang pribumi.

Sehingga makanan tersebut lama kelamaan disebut dengan adaptasi ucapan lokal menjadi 'perkedel'. Di daerah Jawa Timur dan Jawa Tengah, penyebutan ini pun berubah menjadi 'bergedel'.

Seiring berkembangnya zaman, makanan ini pun terus diwariskan secara turun temurun. Selain itu, berbagai variasi perkedel pun bisa kita temui di setiap daerah.

Misalnya ada yang menggunakan campuran ikan atau daging tertentu, menggunakan singkong sebagai pengganti kentang, mencampurkannya dengan tahu, atau menggunakan bumbu khasnya sendiri. Sehingga, variasi ini juga turut memperkaya kekayaan kuliner khas Indonesia.

Bagaimana Asal-usul dari Nasi Uduk?

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Muhammad Fazer Mileneo lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Muhammad Fazer Mileneo.

Terima kasih telah membaca sampai di sini