Kisah Kelezatan Sego Godog Pak Pethel yang Pernah Sembuhkan Masuk Angin

Kisah Kelezatan Sego Godog Pak Pethel yang Pernah Sembuhkan Masuk Angin
info gambar utama

Kabupaten Bantul merupakan bagian dari Daerah Istimewa Yogyakarta memiliki potensi wisata yang besar untuk dikembangkan. Salah satunya adalah wisata kuliner yang begitu favorit di kota tersebut.

Salah satu kuliner favorit masyarakat di Kabupaten Bantul adalah sego godog. Makanan tradisional ini merupakan salah satu daya tarik wisata kuliner andalan Kabupaten Bantul selain mangut lele.

Dimuat dari Detik, sego godog merupakan kuliner yang memiliki komposisi sama dengan mie rebus. Hanya saja yang membedakan dari kuliner tersebut adalah nasi dan saus kecap yang terdapat di dalamnya.

Warung Sego Godog Pak Pethel menjadi langganan masyarakat bila datang ke Kabupaten Bantul. Sego Godog Pak Pethel ini berdiri sejak 1986 oleh Pak Slamet yang kini masih menjadi koki satu-satunya.

Rekomendasi 15 Makanan Khas Maluku Utara asli dari Negeri Rempah

Slamet menjelaskan inspirasi warung tersebut berawal dari Pak Lik atau pamannya yang sedang masuk angin. Kemudian dirinya membuat sego godog yang diberikan kepada Pak Lik untuk dimakan.

Setelah mengkonsumsi sego godog buatan Pak Pethel, Pak Liknya langsung sembuh. Karena itulah, Pak Slamet kemudian mulai membuka warung sego godog pada malam hari di dekat rumahnya.

“Dulunya Pak Lik saya masuk angin. Terus saya buatkan sego godog. Panas kan, kempyar terus bisa sembuh,” kata Pak Slamet.

Mulai terkenal

Pak Slamet lantas menjelaskan dirinya mulai berjualan pada tahun 1986 saat masih kelas 2 SMA. Pagi hari dirinya gunakan untuk sekolah dan malam harinya untuk berjualan. Ketika itu, harga seporsi makanan di warungnya masih 150 rupiah.

“Pertama kali (jualan) tahun 1986. Masih sekolah dulu. SMA kelas 2,” lanjutnya.

Ternyata pada awalnya Pak Slamet tidak memasukan sego godog dalam menu. Pada awalnya jualannya hanya nasi goreng, bakmi goreng, bakmi godog, magelangan, selayaknya warung bakmi pada umumnya.

11 Jenis Gorengan Khas Andalan Orang Indonesia Yang Ada Dimana-mana

Menu sego godog itu baru muncul sekitar tahun 1990 setelah makanan tersebut menyembuhkan pamannya. Setelah mencoba membuat dan menemukan takaran bumbu yang sesuai, Pak Slamet mencoba memasukkan ke dalam menu warung bakminya.

“Kok ya ndilalah banyak orang yang suka,” ungkap Pak Slamet yang dimuat dari Mojok.

Ketika itu harganya masih Rp125 rupiah. Bila menambah minum, maka hanya menambah Rp25 rupiah. Karena itulah, bisa dibilang Sego Godog Pak Pethel ini merupakan pelopor sego godog di Yogya.

Harus SMS terlebih dahulu

Dari Pukul 16.00 WIB, Pak Slamet sudah mulai mempersiapkan untuk masakannya. Sedangkan untuk persiapan bambu dilakukan sejak pagi hari. Dia mulai memasak untuk para pembelinya pada pukul 19.00 WIB.

“Kalau persiapan sudah dari jam 16.00 tadi. Tapi kalau buat bumbunya sudah dari pagi. Kan harus kupas-kupas bawang merah, bawang putih gitu. Terus nanti kan ditumbuk, jadi lama,” dia menambahkan.

Pak Slamet tidak perlu menunggu pembeli datang. Telepon genggam milik Bu Suratinem, istrinya telah berbunyi sejak siang hari yang menandakan banyaknya pesanan masuk. Bukan tanpa alasan, banyaknya SMS dan telepon yang masuk agar tidak antre.

Ayam Goreng Lengkuas, Kuliner Kaya Rempah Dari Jawa Barat

Untuk memasak satu porsi sego godog membutuhkan waktu satu jam. Dalam satu jam sebanyak 12 porsi bisa tersaji di hadapan pembeli yang mengantre. Salah satu keistimewaan Sego Godog Pak Pethel adalah cara masaknya yang tradisional.

Hal itulah yang membuat cita rasa masakan berbeda dibandingkan dengan menggunakan kompor. Terdapat tiga tungku yang ada di dapurnya. Tak heran jika pembeli harus antre berjam-jam karena tungku terbatas.

“Rasanya itu beda kalau pakai tungku. Katanya orang-orang begitu,” ucapnya.

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Rizky Kusumo lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Rizky Kusumo.

Terima kasih telah membaca sampai di sini