Hadiah dari Sri Paku Alam V, Kris of Knaud Jadi Keris Tertua di Dunia

Hadiah dari Sri Paku Alam V, Kris of Knaud Jadi Keris Tertua di Dunia
info gambar utama

Keris adalah benda pusaka bagian dari warisan budaya Indonesia yang masih dilestarikan hingga saat ini. Tak hanya di Jawa, setiap daerah memiliki ragam keris yang berbeda. Namun, tahukah Kawan keris tertua di dunia?

Zaman kerajaan ratusan tahun silam, keris digunakan sebagai senjata untuk berperang. Bentuk keris runcing dan tajam. Bilahnya berkelok-kelok dan terdapat serat-serat lapisan logam.

Melansir dari kebudayaaan.kemdikbud.go.id, keris tersebar di wilayah kekuasaan Majapahit, meliputi Jawa, Madura, Nusa Tenggara, Sumatera, Pesisir Kalimantan, Sulawesi, Semenanjung Malaya, Thailand Selatan, dan Filipina Selatan.

Pada 2005, keris telah diakui sebagai Warisan Budaya Dunia Non-Bendawi Manusia oleh United Nations Educational Scientific and Cultural Organization (UNESCO). Menilik dari asal-usulnya, keris tertua di dunia berasal dari Indonesia, yakni Kris of Knaud atau Keris Knaud. Namun, benda pusaka ini tidak disimpan di Indonesia, melainkan di Belanda.

Kawan ingin mengetahui lebih dalam mengenai Kris of Knaud? Simak informasi berikut ini, yuk!

Baca juga: Mengenal Tugu Keris Siginjai, Objek Wisata dan Ikon Kota Jambi

Keris Tertua di Dunia

Kris of Knaud, Hadiah dari Sri Paku Alam V | artoftheancestors.com
info gambar

Kris of Knaud tercatat sebagai keris tertua di dunia berdasarkan angka tahun saka 1264 atau 1342 Masehi yang terukir di bilah keris. Selain itu, terdapat pula ukiran tokoh Ramayana di permukaan bilah.

Sejak 2003, Kris of Knaud dipamerkan di Tropenmuseum, Royal Tropical Institute, Amsterdam, Belanda. Keris ini milik keluarga Knaud, dihadiahkan oleh Sri Paku Alam V dari Kadipaten Pakualaman Yogyakarta untuk Charles Knaud.

Sebelumnya Kris of Knaud dinyatakan hilang pada 1903. Setelah 100 tahun kemudian, keris ini ditemukan masih dipegang keluarga Knaud.

Konon dikisahkan, Charles Knaud (1840—1897) adalah dokter Belanda pada abad ke-19 di Keraton Yogyakarta. Diketahui, Knaud menyukai mistisme Jawa.

Suatu waktu, Putra Sri Paku Alam V diduga terkena ilmu hitam atau guna-guna. Knaud akhirnya dipercaya oleh Sri Paku Alam V untuk merawat putranya. Setelah beberapa lama, putra dari Sri Paku Alam V berhasil disembuhkan.

Baca juga:

Bentuk terima kasih kepada Knaud, Sri Paku Alam V memberikan koleksi keris tertuanya sebagai penghargaan karena menyelamatkan nyawa putranya. Nah, keris ini yang diberi nama Kris of Knaud.

Setelah kematian Charles Knaud, pasca Perang Dunia II, keluarganya mengubur keris tersebut di kebun mereka selama masa pendudukan Jepang. Kemudian terjadi Revolusi Nasional Indonesia yang mengharuskan mereka pulang ke Belanda. KKris of Knaud pun ikut dibawa dan disimpan di brankas keluarga Knaud.

Kris of Knaud di Belanda

Keris Tertua di Dunia | artoftheancestors.com
info gambar

Abad ke-19, foto Kris of Knaud sempat dikoleksi Bataviaasch Museum of Arts and Archaeology. Pada 1920, Kepala Dinas Arkeologi di Hindia Belanda N.J. Krom menyediakan tempat khusus untuk keris itu di ruang Hindoe-Javaansche Kunst.

Kurator Royal Tropical Institute, David van Duuren bertanya kepada keturunan Knaud bernama Kurht Knaud mengenai keris langka yang dimiliki keluarganya. Melalui perizinan berbagai pihak, Kurht meminjamkan Kris of Knaud kepada Royal Tropical Institute untuk dipamerkan.

Kris of Knaud tergolong jenis keris Budha yang sudah ada sejak masa pra-Kadiri-Singasari. Ciri khas keris Budha adalah sederhana dan tidak berpamor. Ukiran keris Budha mirip gambar belati di candi-candi Jawa sebelum abad ke-11. Jadi, pantaslah Kris of Knaud disebut keris tertua di dunia.

Baca juga: Intip Fakta Arak Bali yang Sudah Resmi Jadi Warisan Budaya Tak Benda Indonesia

Nah, sekarang Kawan makin tahu kan tentang Kris of Knaud, keris tertua di dunia hadiah dari Sri Paku Alam V? Meski letaknya tak lagi di Indonesia, kita tetap harus menanamkan rasa bangga terhadap benda pusaka asli Nusantara. Tetap cintai warisan budaya Indonesia, ya, Kawan GNFI!

Referensi: Kumparan | Artoftheancestors

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

F
KO
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini