Lupa Sandi?

Film Karya Gadis Usia 18 Tahun Ini Raih 5 Nominasi di London

Mutia Silviani Aflakhah
Mutia Silviani Aflakhah
0 Komentar
Film Karya Gadis Usia 18 Tahun Ini Raih 5 Nominasi di London

Muda dengan segudang talenta, predikat tersebut dapat dengan mudah diraih, jika disertai dengan kerja keras yang maksimal. Membanggakan Indonesia dengan karya yang dimiliki dengan menunjukkannya dalam kancah internasional, merupakan sebuah pembuktian jika anak bangsa juga mampu bersaing dengan dunia.

Adalah Natasha Dematra, sutradara muda berusia 18 tahun yang mengharumkan bangsa lewat film garapannya yang berjudul Tears Of Ghost. Film dengan genre psikologi triller ini meraih lima nominasi sekaligus dalam International Filmmaker Festival of World Cinema yang akan digelar pada 11-18 Februari 2017 di London.

Festival film kelas internasional yang dulunya dikenal dengan London International Film Festival ini telah berlangsung sejak tahun 2006. Jajaran film yang bersaing dalam ajang bergengsi ini pun sangat diperhitungkan. Semuanya bahkan telah meraih berbagai penghargaan berskala internasional, termasuk World Premiere di Cannes Film Festival.

Kategori nominasi yang diraih oleh film besutan gadis kelahiran 9 April 1998, dalam International Filmmaker Festival of Wold Cinema di London ini, antara lain: Film Panjang Terbaik, Sutradara Terbaik, Aktris Pembantu Terbaik, Skenario Terbaik, dan Penata Kostum Terbaik.

Baca Juga

Bersanding dengan jajaran film berkualitas

Sutradara perempuan termuda di dunia versi MURI dan Royal World Record ini patut berbangga hati. Pasalnya, film keduanya akan diputar dalam acara yang dihadiri oleh para sineas, distributor, buyer juga produser terkenal dari seluruh dunia.

sosok Natasha Dematra, sineas muda Indonesia dengan segudang prestasi (foto: natashadematra.com)
sosok Natasha Dematra, sineas muda Indonesia dengan segudang prestasi (foto: natashadematra.com)

Memiliki cerita yang mendebarkan, film dengan durasi 83 menit ini bercerita tentang seorang arsitek muda yang sedang mengerjakan tugas akhir kuliahnya di sebuah rumah yang belum sepenuhnya jadi dan menyimpan berbagai rahasia gelap.

Tears Of Ghost, dalam pembuatannya memang dipersiapkan untuk mengikuti berbagai festival film internasional. Sejak diluncurkan pada Juni 2015 di Asia Pasific International Film Awards, hingga kini telah meraih puluhan penghargaan dalam rentetan festival film internasional di Eropa hingga Amerika.

Film yang nantinya akan bersaing dengan film-film dari negara lain seperti Jepang, Rusia, Filipina, Maroko, Jerman, dan Lebanon ini sebelumnya juga pernah meraih penghargaan tertinggi juara 1 Grand Jury Prize, Van Gogh Award di Amsterdam International Film Festival pada Juni 2016.

film Tears Of Ghost memang tidak diputar dalam bioskop komersil di Indonesia, film ini sengaja dibuat untuk mengikuti ajang festival internasional (sumber foto: www.floridamoviefestival.com)
film Tears Of Ghost memang tidak diputar dalam bioskop komersil di Indonesia, film ini sengaja dibuat untuk mengikuti ajang festival internasional (sumber foto: www.floridamoviefestival.com)

Sekilas tentang Natasha

Di usianya yang masih begitu muda, putri dari sutradara dan novelis Damien Dematra ini telah menorehkan berbagai prestasi. Gadis yang pernah mendapat predikat Sutradara Pendatang Baru Terbaik dalam ajang American Movie Awards ini telah mengantongi lebih dari 100 penghargaan dalam bidang musik hingga film. Namun Natasha, dengan segudang talentanya, tetap tidak berpuas hati. Ia masih akan terus mencoba dan meraih hal baru.

Memulai karir sebagai sutradara pada usia 11 tahun, ternyata tidak mendatangkan kesulitan bagi Natasha. Sering dianggap sebagai anak kemarin sore oleh orang-orang disekitarnya, hal ini malah dijadikan cambuk bagi pengagum Angelina Jolie ini untuk membuktikan kemampuannya. Segala cemohan dijadikan sebagai penyemangat untuk terus berkarya.

Sederet prestasi yang diterima oleh gadis yang juga menjajal dunia tarik sura ini tak terlepas dari dukungan ayahnya. Damien Dematra, yang dikenal khalayak dengan berbagai talenta sebagai novelis, penulis skenario, sutradara, fotografer internasional, juga pelukis ini, merupakan sumber inspirasi bagi Natasha untuk terus berprestasi.

Pada tahun 2016 yang lalu film pendek karyanya juga ditampilkan dalam Konferensi Perubahan Iklim PBB.

Sumber : diolah dari berbagai sumber

Pilih BanggaBangga58%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi12%
Pilih TerpukauTerpukau31%
Laporkan Artikel

Mengapa Ingin Melaporkan Artikel Ini?

TENTANG MUTIA SILVIANI AFLAKHAH

Art enthusiast | I'd like to tell you good things, with words I write. ... Lihat Profil Lengkap

Ikuti
Next
Andrea Hirata

Berhenti bercita-cita adalah tragedi terbesar dalam hidup manusia.

— Andrea Hirata