Lupa Sandi?

Menanti Mobil Pedesaan Karya Anak Negeri

Arifina Budi
Arifina Budi
0 Komentar
Menanti Mobil Pedesaan Karya Anak Negeri

Indonesia sebagai negara yang memiliki banyak kawasan pedesaan tentu butuh sebuah moda transportasi yang memadai, sesuai dengan kondisi serta kebutuhan desa. Untuk itu, tahun 2016 lalu Kementerian Perindustrian Republik Indonesia mencanangkan pengembangan mobil pedesaan bersama dengan Institut Otomotif Indonesia (IOI). Nantinya, diharapkan mobil pedesaan ini bisa memudahkan aktivitas masyarakat di daerah sebagai alat angkut hasil pertanian dan perkebunan.

Kendaraan pedesaan adalah wujud kemandirian industri nasional karena 100 persen komponennya dari dalam negeri. Kendaraan ini juga diharapkan mendorong kegiatan ekonomi di pedesaan, termasuk bagi sektor industri kecil dan menengah (IKM),” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto dalam siaran pers Kemenperin.

Menurut Presiden IOI I Made Dana Tangkas, pihaknya akan berusaha agar mobil pedesaan ini nantinya hasilnya merupakan sentuhan orisinal dari anak bangsa. Pihaknya akan sekuat tenaga agar mobil pedesaan ini benar-benar asli Indonesia tanpa campur tangan perusahaan asing. Mungkin hanya beberapa bagian nanti yang butuh dukungan dari asing. Hal ini juga ditegaskan oleh Menteri Airlangga bahwa mobil pedesaan ini akan punya tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) sampai 90 persen.

Mobil pedesaan Daihatsu dalam pameran IIMS 2010 (foto: mobilku.org)
Mobil pedesaan Daihatsu dalam pameran IIMS 2010 (foto: mobilku.org)

Menteri Airlangga menerangkan pembangunan mobil pedesaan ini adalah dalam rangka memenuhi kebutuhan masyarakat desa terhadap alat angkut yang laik jalan. “Jadi mobil ini didesain pergerakannya four wheel drive dan modelnya seperti pickup, roda empat dan bagian belakangnya bisa diubah-ubah sesuai aktivitasnya sehinggab isa membawa alat atau hasil pertanian,” paparnya.

Baca Juga

Hingga Februari 2017 kemarin, pengembangan mobil pedesaan sudah sampai pada tahap tes jalan. Sekarang sudah ada lima prototipe dan sudah tes jalan sejauh 100.000 kilometer serta sudah uji emisi dan hasilnya lulus. Dari segi harga, mobil pedesaan dibanderol sekitar Rp60juta dengan kapasitas mesin 1000 cc. Dengan spesifikasi ini, Kemenperin optimis nantinya mobil pedesaan tersebut akan mampu menarik minat masyarakat khususnya di pedesaan.

Menggandeng Perguruan Tinggi untuk desain mobil

Saat ini mobil pedesaan sudah memasuki tahap desain. Pada Desember 2016 IOI menyelenggarakan kompetisi desain mobil pedesaan dan Sabtu, 4 Maret lalu sudah ditetapkan 5 nominasi desain mobil yang merupakan hasil karya kawan-kawan dari berbagai perguruan tinggi, yakni desain Argani Grand Pick Up dari tim Telkom University, Waprodek Disel oleh tim Institut Teknologi Surabaya (ITS), Mobil Desa Serbaguna karya tim Universitas Negeri Semarang (Unnes), Mobil Multifungsi Pedesaan Diponegoro oleh tim Universitas Diponegoro (Undip), dan Mobil Desa Nasional dari Unnes.

Desain Mobil Multiguna Pedesaan yang pernah dibuat oleh mahasiswa ITS tahun 2014 (foto: Ristekdikti TV/Youtube)
Desain Mobil Multiguna Pedesaan yang pernah dibuat oleh mahasiswa ITS tahun 2014 (foto: Ristekdikti TV/Youtube)

Sebelum menyelenggarakan kompetisi ini, Kemenperin dan IOI memang sudah ada, tapi menurut I Made Dana Tangkas pihaknya masih ingin mencari lagi alternatif desain maka diselenggarakanlah lomba ini. Selain itu, lomba ini juga menjadi bentuk dukungan IOI dan Kemenperin kepada anak-anak negeri untuk berinovasi dan berkreasi.

“Bentuk desain dan model dari kendaraan perdesaan Indonesia ini diharapkan tidak bersinggungan, dengan model kendaraan yang telah beredar saat ini, dan tidak ketinggalan jaman. "Kita berharap model dan desain Kendaraan Perdesaan Indonesia ini bersifat unik dan mempunyai ciri khas nusantara," ucap Made.

Made juga mengungkapkan, lomba desain mobil perdesaan ini mendapat respons yang positif dari berbagai perguruan tinggi. Minat pada lomba tersebut menunjukkan bahwa keberadaan kendaraan pedesaan mendapat perhatian besar dari kalangan generasi muda.

Seperti pada konsep awal, mobil pedesaan harus dibuat sesuai dengan kondisi geografis wilayah pedesaan serta karakter perekonomian masing-masing daerah. Maka dari itu, hal yang dipertimbangkan dalam desain mobil pedesaan salah satunya adalah fleksibilitas.

“Desain kendaraan harus fleksibel, tidak hanya bisa mengangkut hasil produk pertanian atau peternakan, tapi juga bisa digunakan untuk alat-alat produksi seperti alat-alat pertanian,” kata Made.

Bagi peserta yang berhasil dalam tahap seleksi, akan diberi bantuan dana Rp 5 juta untuk mewujudkan disainnya dalam bentuk mock up sederhana (1:5), selanjutnya mock up akan dipamerkan pada Expo Industri Kreatif Mobil dan Motor 2017 di Bali yang akan dibuka Menperin Airlangga Hartato, dan dilakukan penjurian untuk menentukan pemenangnya.

Secara khusus mobil pedesaan ini memang akan dijadikan pengganti kendaraan angkut pertanian seperti gandrong. Menurut Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) I Gusti Putu Suryawirawan mobil pedesaan ini nantinya juga bisa difungsikan antara lain untuk mesin perontok padi, penggiling biji-bijian, hingga pengolah sampah.

Mobil pedesaan ini direncanakan akan resmi diperkenalkan pada 17 Agustus 2017.


Sumber : diolah dari berbagai sumber

Pilih BanggaBangga75%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi13%
Pilih TerpukauTerpukau13%
Laporkan Artikel

Mengapa Ingin Melaporkan Artikel Ini?

TENTANG ARIFINA BUDI

Pencerita hal-hal baik untuk dunia. ... Lihat Profil Lengkap

Ikuti
Next
Ki Hajar Dewantara

Anak-anak hidup dan tumbuh sesuai kodratnya sendiri. Pendidik hanya dapat merawat dan menuntun tumbuhnya kodrat itu.

— Ki Hajar Dewantara