Indonesia merajai ajang kontes kendaraan irit mesin bakar The Shell Eco-Marathon (SEM) Asia 2017. 

Untuk pertama kalinya,  kompetisi unik yang menantang para tim mahasiswa dari berbagai negara di Asia Pasifik dan Timur Tengah untuk berkompetisi dalam mendesain, membangun, dan mengendarai kendaraan paling hemat energi di dunia ini akan berlangsung di Singapura. Sebelumnya, ajang kompetisi ini telah  diselenggarakan di Malaysia  (2010 – 2013) dan Filipina (2014 -2016).

Tim Sadewa dari Universitas Indonesia (UI) berhasil menjadi juara pertama di ajang itu.

Indonesia merajai ajang kontes kendaraan irit mesin bakar The Shell Eco-Marathon (SEM) Asia 2017 18 Maret 2017. Tim Sadewa dari Universitas Indonesia (UI) Depok berhasil menjadi juara pertama di ajang itu. Foto: Beritasatu.com/ Markus Junianto Sihaloho
Indonesia merajai ajang kontes kendaraan irit mesin bakar The Shell Eco-Marathon (SEM) Asia 2017 18 Maret 2017. Tim Sadewa dari Universitas Indonesia (UI) Depok berhasil menjadi juara pertama di ajang itu. Foto: Beritasatu.com/ Markus Junianto Sihaloho

Urutan kedua ditempati oleh ITS Team 2 dengan capaian waktu 336 km per liter, dilanjutkan Garuda UNY Eco Team dari Universitas Negeri Yogyakarta dengan 221 km per liter.

Uturan keempat adalah Bengawan Team 2 dari UNS Surakarta dengan capaian 213 km perliter, dan Cikal Ethanol dari ITB di tempat kelima dengan catatan 198 km per liter.


"Kesempatan (uji kendaraan) kemarin terbatas padahal, karena Jumat hujan. Ini capaian yang sangat bagus," kata Manager Investasi Sosial PT Shell Indonesia Anita Setyorini di saat mendapingi para perwakilan tim mahasiswa, di Changi Exhibition Center.

Untuk pertama kali dalam sejarah kompetisi ini, tim-tim terbaik Shell Eco-marathon Asia 2017 akan bertanding di Drivers’ World Championship – Asia Regional Final pada 19 Maret 2017.

Para tim mahasiswa terbaik dengan penggunaan energi paling efisien di Asia akan ditantang berkompetisi di ajang ini untuk menentukan pengemudi kendaraan hemat energi yang paling cepat. Pemenang akan mewakili Asia di ajang Driver’s World Championship Global Final di London pada Mei 2017. Tiga pemenang balapan itu akan dibawa ke kompetisi global di London tahun ini.

Purwarupa mobil hemat bahan bakar karya mahasiswa Indonesia di ajang Shell eco-marathon di Singapura. Foto: CNNIndonesia/Artho Viando
Purwarupa mobil hemat bahan bakar karya mahasiswa Indonesia di ajang Shell eco-marathon di Singapura. Foto: CNNIndonesia/Artho Viando

Untuk tahun ini, lebih dari 120 tim mahasiswa dari kawasan Asia Pasifik dan Timur Tengah akan menguji kendaraan hemat bahan bakar karya mereka di lintasan buatan di ajang kompetisi SEM Asia pada tahun ke delapan. 

Tim-tim mahasiswa dari Indonesia adalah tim-tim yang telah hadir sejak kompetisi  SEM Asia diadakan untuk pertama kalinya pada 2010. Tahun ini, terdapat 26 tim mahasiswa Indonesia dari 19 perguruan tinggi di 8 propinsi yang mewakili Indonesia di ajang SEM Asia 2017.

Sumber : Berita Satu | AutonetMagz | CNN

Bagaimana menurutmu kawan?

Berikan komentarmu