Lupa Sandi?

Ketika Pramuka Kibarkan Merah Putih di Puncak Kinabalu

Adriani Zulivan
Adriani Zulivan
0 Komentar
Ketika Pramuka Kibarkan Merah Putih di Puncak Kinabalu

Gunung Kinabalu terletak di negara bagian Sabah, Malaysia. Dengan ketinggian 4,095 mdpl, Kinabalu menjadi gunung tertinggi di Pulau Kalimantan sekaligus tertinggi kelima di Asia Tenggara. Kegagahan Kinabalu membuat banyak pendaki ingin menaklukkannya, termasuk rombongan pramuka asal Indonesia.

Rombongan Pramuka mendaki bersama sekelompok pecinta alam Vanaprastha. Rombongan berjumlah 22 orang ini berhasil mencapai puncak pada 4 Juli 2017, setelah dua hari lakukan pendakian. Dini hari pukul 02.30, mereka kibarkan bendera merah putih di puncak Kinabalu. 

Rombongan Pramuka dan pecinta alam yang muncak di Gubung Kinabalu, Malaysia. © Pos Kota
Rombongan Pramuka dan pecinta alam yang mendaki Gunung Kinabalu, Malaysia. © Pos Kota

Karunia Perdana Syafelindo, salah satu Pramuka yang ikut dalam tim ekspedisi Kinabalu mengaku bangga bisa mencapai puncak gunung tertinggi di Asia Tenggara dan mengibarkan bendera Merah Putih serta bendera Pramuka. Ia mengatakan, untuk mencapai puncak bukan hal yang mudah.

Selain merah putih, rombongan juga mengibarkan bendera Pramuka dan Vanaprastha. Salah seorang anggota Pramuka yang terlibat ekspedisi ini, Karunia Perdana Syafelindo, mengaku bangga dapat menaklukkan salah satu puncak tertinggi Asia Tenggara tersebut.

"Tak mudah mencapai puncak, butuh stamina dan perlengkapan memadai," jelasnya.

Selanjutnya di Pos Kota.

Pilih BanggaBangga50%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi25%
Pilih TerpukauTerpukau25%
Laporkan Artikel

Mengapa Ingin Melaporkan Artikel Ini?

TENTANG ADRIANI ZULIVAN

A big fan of Indonesian heritage--from culture to nature, tangible to intangible. Reading and writing as hobby, as well as dedicated work. Interested in urban discussion, disability rights, disaster m ... Lihat Profil Lengkap

Ikuti
Next
BJ. Habibie

Tanpa cinta, kecerdasan itu berbahaya. Dan tanpa kecerdasan, cinta itu tidak cukup.

— BJ. Habibie