Indonesia Terpilih Menjadi Anggota Dewan Eksekutif UNESCO

Indonesia Terpilih Menjadi Anggota Dewan Eksekutif UNESCO
info gambar utama
ndonesia sebagai salah satu negara dengan kekayaan budaya paling beragam di dunia akan memiliki peran yang besar pada tahun-tahun mendatang. Hal ini terjadi karena saat Generel Conference UNESCO di Paris, Prancis berlangsung, Indonesia terpilih untuk menjadi anggota Dewan Eksekutif (Executive Board) UNESCO untuk perioide 2017-2021.

Sebagaimana diberitakan CNN Indonesia (09/11) terpilihnya Indonesia pada acara akbar tahunan yang berlangsung sejak akhir Oktober hingga 14 November yang lalu itu membuat Indonesia duduk bersama India, Jepang, Tiongkok, Filipina, dan Bangladesh. 6 Negara termasuk Indonesia tersebut merupakan dewan eksekutif UNESCO untuk kelompok Asia Pasifik.

Duta Besar RI dan Wakil Tetap RI untuk UNESCO, Dr. Hotmangaradja Pandjaitan mengungkapkan bahwa dengan terpilihnya Indonesia maka Indonesia akan berkontribusi dalam menentukan program-program UNESCO. Karena setiap anggota dewan eksekutif akan memiliki kesempatan yang lebih dalam menyuarakan kepentingannya. Kepentingan Indonesia sendiri di UNESCO adalah dalam bidang pendidikan dan kebudayaan.

Terpilihnya Indonesia ini dinilai tidak lepas dari capaian dan usaha diplomasi Indonesia melalui beberapa program. Seperti Works of Art untuk UNESCO dan menjadi anggota World Heritage Committee pada periode 2015-2019. Sementara di tahun 2017 Indonesia juga dipercama untuk menjadi tuan rumah World Press Freedom Day.

Tidak hanya itu, Indonesia juga merupakan negara yang telah diakui oleh UNESCO sebagai negara super power dalam hal kebudayaan. Telah banyak warisan budaya Indonesia yang diakui oleh UNESCO seperti wayang, keris, batik, angklung, noken, candi Borobudur dan Prambanan, tari saman, tari bali dan juga sistem penanaman subak.

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini