Anak Muda Merayakan Hari Lanjut Usia Nasional

Anak Muda Merayakan Hari Lanjut Usia Nasional
info gambar utama

Wadah aktualisasi pemuda di Indonesia sudah cukup beragam. Berdasarkan data yang dihimpun dari laman website Indorelawan (platform kerelawanan), wadah aktualisasi diri paling banyak bergerak di bidang pendidikan, pengembangan masyarakat dan pengembangan anak muda. Beragam fokus target organisasi pun mulai bermunculan, dari anak-anak, anak muda dan disabilitas. Namun, memang masih jarang sekali anak muda yang terlibat di kegiatan yang fokus pada lansia.

Tetapi tidak bagi anak-anak muda di Lapak Lansia. Terdapat 6 anak muda yang menggawangi Lapak Lansia, sebuah platform pemberdayaan lansia melalui marketplace produk dan jasa lansia. Lapak Lansia mendukung lansia aktif dan produktif dan akan membantu memasarkan produk mereka.

Tidak hanya itu, Lapak Lansia juga aktif melakukan kegiatan offline sebagai bentuk dukungan terhadap lansia aktif serta memotivasi lansia lainnya agar tetap aktif dan produktif. Pekan kemarin, Lapak Lansia juga membuat serangkaian kegiatan dalam merayakan Hari Lanjut Usia Nasional, puncaknya adalah kegiatan “Oma Opa Day”. “Oma Opa Day” dilaksanakan pada tanggal 27 Mei di RPTRA Kampung Budaya dan berkolaborasi dengan RSGM Yarsi. Kegiatan di Oma Opa Day meliputi, pemeriksaan gigi lansia, sosialisasi gigi tiruan untuk lansia, soft launching website Lapak Lansia, tausyiah oleh lansia dan buka bersama.

Dalam “Oma Opa Day”, Lapak Lansia terdapat 60 lansia di RW. 07 yang berpartisipasi. Selain lansia, Lapak Lansia juga mengundang anak-anak muda lainnya untuk turut bergabung, seperti dari pemuda karang taruna di RW. 07 dan mahasiswa psikologi UI.

Saat peluncuran website Lapak Lansia, lansia di lingkungan RW. 07 menanggapi dengan aktif. “Saya punya produk, produknya kue kering dan kue basah,” kata Pak Ngatijo yang antusias menanggapi. Tim Lapak Lansia juga mulai mendata lansia yang ingin bergabung dengan mereka. Selain itu, Lapak Lansia juga menekankan bahwa lansia tidak akan terlibat banyak dengan teknologi. Mereka hanya menerima laporan penjualan dari tim Lapak Lansia. Lapak Lansia juga menawarkan kemudahan agar lansia bisa bergabung, yakni lansia tidak harus memiliki produk dan bisa diwakilkan dengan produk anak mereka.

“Melalui kegiatan Oma Opa Day, kita berharap bisa menyediakan wadah bagi anak muda untuk lebih dekat dan berkontribusi untuk lansia, serta memperkenalkan website Lapak Lansia yang dapat digunakan oleh lansia untuk menjual produk maupun jasa yang mereka miliki sehingga nantinya dapat meningkatkan kesejahteraan mereka,” ujar Ichwan, project officer Oma Opa Day.

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini