Drone BeeHive, Buatan Anak Indonesia Ke Kancah Internasional

Drone BeeHive, Buatan Anak Indonesia Ke Kancah Internasional

Photo by Allef Vinicius on Unsplash

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠

Kabar baik datangnya dari United Kingdom. Empat mahasiswa pascasarjana Universitas Alliance Manchester Business School, Inggris. Keempatnya adalah Ishak Hilton Pujantoro, Muhamad Randi Ritvaldi, Anindita Pradana Suteja, dan Albertus Gian sebagai mentor mereka. Beberapa waktu lalu berhasil lolos menjuarai final regional Asia Pasifik Imagine Cup 2018 yang di selenggarakan oleh Microsoft.

Keberhasilan ini membawa tim, yang dinamai BeeHive Drone, untuk tampil di final dunia Imagine Cup 2018 yang akan diadakan di Seattle, Amerika Serikat bulan Juli mendatang. Tim dari Asia Pasifik yang akan melenggang ke Seattle bersama Tim BeeHive Drone yakni Tim BeeConnex dari Thailand, Tim Classum dan Tim En#22.45km Korea Selatan, Tim SochWare dari Nepal, Tim 7x dari Singapura, dan Tim PINE dari Malaysia. Imagine Cup 2018 menjadi tahun ke-16 Microsoft menggelar kompetisi mahasiswa.

Thank you Microsoft Imagine Cup! It was such an amazing and eye-opening experience! I'm so blessed and grateful to be part of it!! ?World Final - Seattle, here we go! ✈️??

A post shared by Anindita Pradana (@aninditaa_ps) on

Beehive Drones melalui proyek Beehive Agriculture berusaha untuk membantu petani dan industri pertanian dalam mengatur lahan pertanian mereka dengan menggunakan pesawat tanpa awak yang bisa diakses dengan menggunakan aplikasi telepon genggam.

Dengan layanan ini, petani tinggal memesan layanan drone Beehive menggunakan aplikasi untuk merawat lahan pertanian mereka. Drone pun akan dikirimkan lewat drone station yang sudah ditempatkan disekitar lahan. Dengan demikian, petani tak perlu memiliki perangkat drone sendiri yang tentunya tak murah. Meski demikian, dalam presentasinya Beehive menyebut bahwa petani tidak menjadi sasaran awal dari solusi ini.

Gian dan Hilton berharap perusahaan startup yang mereka bangun mampu memberikan kontribusi berarti bagi rakyat Indonesia. Mereka sadar bahwa uang yang mereka gunakan berasal dari rakyat Indonesia dan mereka berusaha untuk membayar kembali kebaikan rakyat Indonesia dengan membangun perusahaan berbasis teknologi dan kemudian pusat penelitian sistem pesawat tanpa awak sehingga meningkatkan kesejahteraan hidup di Indonesia dan daya saing Indonesia di mata dunia.


Sumber: LPDP Kemenkeu, CNN Indonesia, Metrotv News, Kompas

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Pakai masker bila keluar dari rumah
  6. Hindari menyentuh wajah
  7. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga64%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang4%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi4%
Pilih TerpukauTerpukau28%

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.
Membangun Optimisme Kolektif Milenial Indonesia Sebelummnya

Membangun Optimisme Kolektif Milenial Indonesia

Menjaga Situs Warisan Dunia yang Ada Badaknya, Juga Bunga Rafflesia Selanjutnya

Menjaga Situs Warisan Dunia yang Ada Badaknya, Juga Bunga Rafflesia

Febinska Fahmi
@febinska

Febinska Fahmi

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.