Inilah Filosofi Jawa yang Mengajarkan Bertutur dan Berpenampilan Baik

Inilah Filosofi Jawa yang Mengajarkan Bertutur dan Berpenampilan Baik

moneysmart.id

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠

Filosofi terdakang membuat kita berpikir keras untuk memahami maknanya, jika sudah mendapatkan makna barulah filosofi tersebut dapat mengubah kita ke lebih baik.Termasuk juga filosofi jawa. Tidak dipungkiri jika Indonesia memiliki ratusan filosofi, khususnya Jawa yang masih dijunjung tinggi nilai budayanya.

Salah satu filosofi yang masih menjadikan sebuah patokan masyarakat Jawa adalah "Ajining Dhiri Saka Lathi, Ajining Raga Saka Busana"

Ajining diri saka lathi

Sumber : wajibbaca.com

Kata tersebut memiliki arti bahwa seseorang dapat dihargai dan dihormati berdasarkan ucapannya atau perkataannya.

Contohnya adalah orang akan lebih dihargai di sebuah komunitas atau masyarakat jika orang tersebut bertata krama baik. Orang yang berilmu akan menggunakan bahasa yang santun dan tidak menyinggung perasaan orang lain. Tidak bersikao sombong dan menyebarkan ilmu yang bermanfaat juga termasuk
di dalamnya.

Bisa dikatakan, orang harus selalu menjaga setiap ucapan agar senantiasa berkata baik dan tidak berbohong. Selain itu, pada masyarakat Jawa juga memiliki tata krama berbicara, seperti tingkatan-tingkatan tertentu, contohnya : Jika anak berbicara kepada orangtua, maka anak harus mengunakan bahasa Jawa krama (halus), sedangkan jika orang tua berbicara kepada anak boleh menggunakan bahasa ngoko (Jawa sehari-hari).

Ajining raga saka busana

Sumber : akasara

Mengenakan pakaian yang baik juga memiliki nilai tata krama di masyarakat Jawa. Kata tersebut mengandung makna bahwa seseorang akan berharga jika dilihat dari penampilan atau busana yang orang itu pakai. Namun bukan berarti ingin bersikap sederhana meski pintar atau memiliki harta, lalu menggunakan pakaian yang tidak rapi (lecek), atau bahkan mengenakan kaos pada acara resmi.

Sebaiknya berpenampilan sesuai dengan kondisi atau tempatnya. Selain baju, tubuh juga harus tetap diperhatikan, seperti wajah, rambut, aroma tubuh.

Contohnya : dalam masyarakat Jawa juga dikenal dengan golongan priyayi, abangan dan santri. Golongan priyayi adalah golongan yang paling tinggi diantara golongan lain, sehingga kaum priyayi sangat dihormati. Biasanya golongan priyayi dapat dikenali dari cara berbusananya.

--

Sumber : pubakuncara, desember2017.blogspot.com, akasara

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Pakai masker bila keluar dari rumah
  6. Hindari menyentuh wajah
  7. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga57%
Pilih SedihSedih1%
Pilih SenangSenang9%
Pilih Tak PeduliTak Peduli3%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi26%
Pilih TerpukauTerpukau5%

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.
Perempuan Penulis Cegah Hoaks: Berkarya Dengan Data Sebelummnya

Perempuan Penulis Cegah Hoaks: Berkarya Dengan Data

Setelah 9 Tahun Berjuang, Akhirnya Kaldera Toba Diakui UNESCO Global Geopark Selanjutnya

Setelah 9 Tahun Berjuang, Akhirnya Kaldera Toba Diakui UNESCO Global Geopark

Fachrezy Zulfikar
@fachrezy

Fachrezy Zulfikar

1 Komentar

  • Mass Ugiwlsi

    Sangat menginspitasi

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.