Gojek Jadikan Indonesia Puncaki Pendanaan Startup Terbesar di Asia Tenggara

Gojek Jadikan Indonesia Puncaki Pendanaan Startup Terbesar di Asia Tenggara
info gambar utama

Salah satu perusahaan rintisan (startup) berstatus decacorn Indonesia, yaitu Gojek semakin membuat Indonesia di atas angin. Pasalnya, setelah mendapatkan pendanaan baru dari Facebook dan Paypal, Gojek semakin menambah perolehan pendanaan perusahaan rintisan di Indonesia.

Oleh sebab itu, Indonesia mendapat titel sebagai negara dengan perolehan pendaan perusahaan rintisan terbesar di Asia Tenggara. Hal tersebut berdasar pada laporan Dealstreet Asia berjudul Southeast Asia Deal Review: Q1 2020 seperti dikutip Bisnis Indonesia.

Menyusul Indonesia, Singapura menduduki posisi nomor dua di Asia Tenggara. Menariknya, kedua negara mendapat sumbangan pendanaan dari perusahaan rintisan sejenis. Indonesia dengan Gojek-nya, lalu Singapura dengan Grab-nya.

Secara keseluruhan, perusahaan rintisan di Indonesia mendapat pendanaan dengan total nilai 1,3 miliar dolar AS sepanjang Q1 2020. Gojek mendominasi jumlah pendanaan tersebut, dengan total nilai 1,2 miliar dolar AS sampai Maret 2020.

Sedangkan seluruh perusahaan rintisan di Singapura mendapat total pendanaan 1,2 miliar dolar AS sepanjang Q1 2020. Dan Grab mendominasi jumlah pendanaan tersebut dengan total nilai 856 juta dolar AS sampai Februari 2020.

Meski begitu, Indonesia rupanya masih kalah dari Singapura dari segi jumlah kesepakatan.

Masih dari laporan yang sama, Singapura berhasil membentuk kesepakatan berjumlah 68. Sedangkan Indonesia baru 36 kesepakatan sepanjang Q1 2020. Kedua negara ini masing-masing menempati posisi pertama dan kedua di Asia Tenggara.

Mengapa itu bisa terjadi?

Diketahui Singapura ternyata lebih unggul dari jumlah sektor perusahaan rintisan yang lebih banyak ketimbang Indonesia. Kalau Indonesia terbesar di sektor startup deep tech, Singapura ternyata sudah bergerak di dua sektor yang mendominasi, yaitu startup deep tech dan green tech.

Dana Baru dari Facebook dan PayPal

Facebook dan PayPal Danai Gojek
info gambar

Pada 3 Juni 2020 lalu Gojek mengumumkan bahwa pihaknya secara resmi telah mendapatkan pendanaan baru dari Facebook dan PayPal. Dua perusahaan raksasa dunia ini masuk sebagai investor dalam penggalangan pendanaan seri F Gojek.

Masuknya Facebook dan Paypal menyusul dua perusahaan besar dunia yaitu Google dan Tencent yang sudah lebih dulu mengucurkan pendanaan sebanyak 920 juta dolar AS pada 30 Oktober 2018 silam. Sedangkan total dana yang diberikan Facebook dan Paypal adalah 3 miliar dolar AS atau setara dengan Rp45 triliun.

Sebagai informasi, Gojek merupakan perusahaan rintisan pertama Indonesia yang mendapat pendanaan dari Facebook. Setelah masuknya Facebook dan PayPal, Crunchbase Insight mendata total pendanaan yang diterima oleh Gojek dari Seri A sampai Seri F ini mencapai 4,5 miliar dolar AS.

Kabarnya, Facebook juga akan melibatkan Whatsapp (perusahaan akuisisinya) untuk berkolaborasi dengan Gojek. Salah satunya terkait dukungan pertumbuhan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia. Nantinya para UMKM Indonesia akan bergabung bahkan terintegrasi dengan komunitas ekonomi digital se-Asia Tenggara.

Mengingat juga bahwa Indonesia pernah dinobatkan Google sebagai negara dengan nilai ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara pada tahun 2019. Valuasinya saja sudah mencapai 40 miliar dolar AS atau setara dengan Rp566,28 triliun.

Dengan begitu, UMKM di Indonesia memiliki kesempatan yang lebih luas untuk ‘ekspansi’ bisnis di negara-negara Asia Tenggara.

Transaksi PayPal Bisa Lewat GoPay

Transaksi PayPal Bisa Lewat GoPay
info gambar

Terkait dengan pengembangan pertumbuhan UMKM Indonesia, ternyata PayPal nantinya akan terintegrasi juga dengan GoPay. Berdasarkan kesepakatan, dilansir CNBC Indonesia, keduanya akan berkolaborasi dan membuka akses bagi para pengguna GoPay ke jaringan PayPal.

PayPal sendiri diketahui sudah memiliki 25 juta ritel di seluruh dunia. Tidak bisa dimungkiri juga nanti akan terjadi transaksi yang akan melibatkan UMKM Indonesia, di mana konsumen di luar Indonesia akan melirik ‘barang jualan’ masyarakat Indonesia karena transaksinya sudah dipermudah dengan PayPal yang terintegrasi dengan GoPay.

Salah satu alasan PayPal ingin berkolaborasi dengan GoPay karena Asia Tenggara dinilai sedang berada di titik yang sangat krusial dalam proses adopsi digital. Hal ini disampaikan oleh Head of Corporate Development and Ventures for APAC, PayPal, Farhad Maleki.

‘’Proses adopsi digital (ini nantinya) dapat menciptakan kesempatan baru untuk memberikan layanan finansial kepada konsumen maupun penyedia layanan atau merchant yang selama ini belum terhubung ke layanan perbankan,’’ jelas Farhad dikutip CNBC Indonesia.

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, Indonesia merupakan negara yang sangat berpengaruh pada pertumbuhan ekonomi digital di Asia Tenggara.

Hal inilah yang membuat perusahaan-perusahaan teknologi besar di dunia—seperti Facebook, PayPal, sebelumnya ada Google dan Tencent—mulai melirik pasar Asia Tenggara dan lebih terfokus pada sumber daya lokal.

--

Sumber: Bisnis Indonesia | Medcom.id | CNBC Indonesia | CNN Indonesia

--

Baca Juga:

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini