Bukan Sekadar Bulat, Ini Alasan Tepat Kenapa Telur Ceplok Disebut Telur Mata Sapi

Bukan Sekadar Bulat, Ini Alasan Tepat Kenapa Telur Ceplok Disebut Telur Mata Sapi

Telur Ceplok juga dikenal dengan Telur Mata Sapi © Mirta Ferencic/Shutterstock

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠

Telur mata sapi juga dikenal dengan telur ceplok. Istilah telur ceplok ini sebenarnya berasal dari bahasa Jawa. Ketika memecahkan telur menjadi dua dan menjatuhkan telur di atas penggorengan, maka akan terdengar bunyi ‘’ceplok’’.

Namun dalam bahasa Indonesia dan istilah umum lainnya, telur ceplok juga kerap disebut dengan telur mata sapi.

Yang kawin ayam, yang bertelur ayam, dan yang mengerami juga ayam. Terus kenapa saat digoreng disebut telur mata sapi?

Ternyata ini alasannya.

Arti Kata dari Istilah Bahasa Perancis

Bull's Eye
Bull's Eye dalam bahasa Perancis menjadi asal usul kata Telur Mata Sapi © Sashkin/Shutterstock

Melansir Kompas.com, Encyclopedia Britannica menjelaskan bahwa setiap negara memiliki sebutan untuk telur ceplok. Masyarakat Perancis sendiri menyebut telur ceplok dengan Œil de Boeu. Kemudian sebutan tersebut diterjemahkan dalam bahasa Inggris menjadi Bull’s Eye.

Sebutan Bull’s Eye itulah diartikan sebagai mata sapi secara harfiah. Namun, tidak sesederhana itu pada akhirnya pengertian tersebut diartikan sebagai mata sapi sesungguhnya.

Maksud dengan Bull’s Eye di sini adalah titik tengah lingkaran yang kerap dijadikan sasaran panah.

Bulatan kuning telur dalam telur ceplok akhirnya dimaknai sebagai ‘’sasaran panah’’ atau titik kehidupan dari telur itu sendiri.

Hanya saja orang Indonesia lebih banyak mengartikan telur mata sapi karena bentuk bulatan kuning telur yang sempurna seolah menggambarkan mata.

Lalu kalau kuning telurnya pecah, apakah masih disebut telur mata sapi?

Over Medium Eggs
Over Medium Eggs salah satu teknik menggoreng telur © Africa Studio/Shutterstock

Dalam standar tata boga perhotelan, sebenarnya ada beberapa teknik menggoreng telur yang nantinya terdapat pembagian jenis-jenis telur goreng yang berbeda. Berikut GNFI kutip dari Diadona mengenai perbedaan teknik menggoreng telur.

Pertama, Over Hard Eggs. Ini mirip dengan telur mata sapi, hanya saja proses penggorengannya membuat seluruh bagian telur matang sempurna. Bahkan putih telurnya sengaja digoreng sampai teksturnya sedikit gosong.

Kedua, Over Medium Eggs. Cara penggorengannya tidak matang sempurna seperti over hard eggs. Ini karena ketika kita memecahkan kuning telurnya, maka akan terlihat tekstur keras di bagian luar kuning telur namun meleleh di tengahnya.

Ketiga, Over Easy Eggs atau dikenal dengan Runny. Secara sederhana kita lebih mudah mengartikannya dengan telur setengah matang. Teknik penggorengan ini sebisa mungkin mempertahankan agar kuning telur tidak mengeras. Namun telur tetap dibalik hanya sekali sehingga bentuk yang dihasilkan adalah putih telur di atas, kuning telur berada di bawah.

Keempat, Sunny Side Up. Teknik ini yang sering dilakukan untuk keperluan komersial sehingga memperlihatkan keindahan telur ceplok. Saat proses penggorengan, telur tidak dibalik untuk mempertahankan agar kuning telur masih berbentuk bulat sempurna dan tidak bercampur dengan putih telurnya.

Asal-Usul Nama Telur Dadar

Omelet atau Telur Dadar
Omelet atau Telur Dadar © Stepanek Photography/Shutterstock

Di dunia internasional telur dadar yang kita kenal selama ini lebih populer disebut dengan omelette. Dalam dunia perhotelan di Indonesia pun tidak dikenal proses pengolahan telur dadar, standar namanya adalah omelette.

Ada alasan dibalik penamaan telur dadar yang dilakukan orang Indonesia. Hal ini diungkap langsung oleh salah satu pegiat sejarah kuliner Indonesia, Wira Hardiyansyah, yang dikutip oleh Republika.

Wira menjelaskan bahwa penamaan telur dadar diambil dari cara pengolahan telur itu sendiri.

‘’Kalau istilah ‘dadar’ itu artinya lebar atau dilebarkan. Jadi, telurnya dikocok dulu baru digoreng melebar,’’ katanya.

Sedangkan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, dadar juga diartikan sebagai telur yang dikocok atau diaduk bersama bumbu seperti bawang, merica, garam, dan sebagainya. Kemudian digoreng dan dibentuk pipih melebar.

Fakta Menarik Lainnya Tentang Telur

Cara Menebak Warna Telur Ayam
Cara mudah menebak warna telur ayam dari induknya © Oleksandr Lytvynenko/Shutterstock

Sedikitnya ada dua warna telur yang kita kenal, yaitu warna cokelat dan putih. Ternyata warna telur ini bisa diprediksi meski masih berada di dalam perut induk ayam. Caranya sangat sederhana yaitu dengan cara melihat warna daun telinga sang ayam.

Mengutip Detikcom, jika daun telinga induk ayam berwarna putih, maka kemungkinan besar telurnya juga akan berwarna putih. Sementara kalau daun telinga ayam berwarna merah atau cokelat, maka kemungkinan besar warna telur akan berwarna cokelat.

Di sisi lain, banyak orang yang percaya bahwa telur putih yang punya isian berwarna oranye memiliki kandungan nutrisi yang lebih baik dibandingkan telur dengan isian berwarna kuning pada telur berwarna cokelat.

Faktanya, mengutip Kumparan, warna isian telur tidak memengarungi jumlah nutrisi yang terkandung di dalamnya. Perbedaan warna yang bervariasi itu hanya karena jenis pakan yang dimakan si ayam.

Baik telur putih maupun telur cokelat, seluruh telur ayam mengandung vitamin, mineral, lemak, dan protein yang baik untuk kesehatan tubuh.

Sudah makan telur hari ini?

--

Baca Juga:

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Pakai masker bila keluar dari rumah
  6. Hindari menyentuh wajah
  7. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau100%

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.
Indonesia Kembangkan Lemari Pendingin Bertenaga Surya untuk Sektor Perikanan Sebelummnya

Indonesia Kembangkan Lemari Pendingin Bertenaga Surya untuk Sektor Perikanan

Tren Sepekan: Warna Warni Durian hingga Kepunahan Pesut Mahakam Selanjutnya

Tren Sepekan: Warna Warni Durian hingga Kepunahan Pesut Mahakam

Dini Nurhadi Yasyi
@dininuryasyi

Dini Nurhadi Yasyi

fiksidini.wordpress.com

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.