Pertama di Dunia, Program Netflix Tayang di TVRI

Pertama di Dunia, Program Netflix Tayang di TVRI

Ilustrasi Netflix tayang di Televisi | Shutterstock @Twin Design

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠

Kawan GNFI, Televisi Republik Indonesia (TVRI) akan menjadi stasiun televisi pertama di dunia yang akan menayangkan program Nrtflix. Program tersebut merupakan film-film dokumenter yang akan mulai tayang tiap hari Sabtu, Minggu, dan Rabu saban pekan.

Ini merupakan buah dari kesepakatan antara Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dan Netflix yang merupakan bagian dari program Belajar dari Rumah.

Melalui kerjasama ini, film-film dokumenter Netflix akan ditayangkan melalui TVRI pukul 9.30 malam WIB pada Sabtu, dan siaran ulangnya akan tayang pada Minggu dan Rabu pukul 9.00 pagi WIB.

''Program Belajar dari Rumah TVRI ditujukan untuk membantu peserta didik, orang tua, dan guru yang memiliki keterbatasan internet, baik karena kendala ekonomi maupun geografis,'' jelas Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Anwar Makarim, dalam keterangan resmi Kemendikbud, Rabu (17/6/2020).

Selain dengan Netflix, Nadiem mengatakan bahwa TVRI juga tak menutup kemungkinan untuk berkerjasama dengan mitra lain kelas dunia guna menghadirkan materi pendidikan terbaik bagi seluruh masyarakat Indonesia.

''Kami berharap upaya ini disambut baik dan dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh masyarakat untuk terus memperluas wawasan dengan cara yang lebih menyenangkan dan menghibur.''

Kemendikbud jaga bakal terbuka terhadap konten positif, baik yang berasal dari penyedia konten di Indonesia maupun mancanegara, sebagai upaya pembelajaran untuk masyarakat secara gratis di masa pandemi Covid-19.

Judul-judul film dokumenter Netflix yang tayang di TVRI

Dalam kerjasama ini, Wakil Presiden Konten Original Bahasa Lokal Netflix, Bela Bajaria, berharap akan semakin banyak masyarakat Indonesia yang dapat menikmati film-film dokumenter orisinal Netflix, yang biasanya hanya tayang di kanal digital Netflix.

Artinya, ini menjadi yang pertama di dunia soal konten orisinal Netflix yang tayang di stasiun televisi.

Soal judul dokumenter Netflix yang akan diputar di TVRI, di antaranya adalah:

  • Our Planet,
  • Street Food: Asia,
  • Tidying Up with Marie Kondo,
  • Spelling The Dream,
  • Chasing Coral, dan
  • Night on Earth.

Sementara kabar baik lainnya adalah ragam film dokumenter yang tampil tadi, seluruhnya akan ditayangkan dalam Bahasa Indonesia.

''Kami berharap masyarakat Indonesia dari berbagai lapisan usia dapat ikut belajar dan terinspirasi dari dokumenter yang ditayangkan ini,'' tandas Bela.

Upaya dan literasi pemerintah mencerdaskan masyarakat

Sejatinya, program Belajar dari Rumah melalui siaran TVRI diluncurkan Kemendikbud RI pada 13 April 2020 yang merupakan alternatif belajar bagi siswa di tengah pandemi Covid-19.

Melalui program itu, Kemendikbud berharap para siswa masih dapat kesempatan melakukan pembelajaran melalui siaran TVRI yang jangkauannya telah tersebar di seluruh Indonesia.

Program Belajar dari Rumah melalui televisi berfokus pada peningkatan kemampuan literasi dan numerasi, pertumbuhan karakter, dan perluasan wawasan kebudayaan.

"Program Belajar dari Rumah merupakan bentuk upaya Kemendikbud membantu terselenggaranya pendidikan bagi semua kalangan masyarakat di masa darurat Covid-19, khususnya membantu masyarakat yang memiliki keterbatasan pada akses internet, baik karena tantangan ekonomi maupun letak geografis,” kata Nadiem awal April lalu.

Lain itu, program Belajar dari Rumah di TVRI juga merupakan respons cepat Kemendikbud terhadap masukan Komisi X DPR RI pada Rapat Kerja tanggal 27 Maret 2020 yang lalu.

Mengenai materi pembelajaran, tentunya akan fokus pada penumbuhan karakter peserta didik yang bakal terus mendapat pantauan dari Kemendikbud dan para mitranya.

''Yang perlu dicatat bahwa sesungguhnya dalam keadaan seperti ini, yang menjadi penting saat adalah pemberian pendidikan yang bermakna,'' tambahnya.

Saat pandemi ketika kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah dihentikan sementara, solidaritas dan gotong royong menjadi kunci penanganan Covid-19 di Indonesia. Oleh karena itu Kemendikbud terbuka untuk kerjasama dan kolaborasi pendukungan penyelenggaraan pendidikan di masa darurat ini.

''Kami berterima kasih atas semua bantuan, kerjasama dan kolaborasi dari berbagai pihak, dari Komisi X, mitra swasta, organisasi masyarakat, juga relawan yang bersama-sama mengambil peran dan kontribusi dalam menghadapi situasi pandemi Covid-19 ini."

''...Semangat gotong royong yang kita miliki menunjukkan kesatuan dan kekuatan bangsa kita yang berideologi Pancasila.''

Hingga pada akhirnya Mendikbud berharap agar para orang tua, pendidik, dan peserta didik menjaga kesehatan dan menjalankan protokol kesehatan yang telah disampaikan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

''Pesan saya agar baik orang tua, siswa, dan guru menjaga kesehatan masing-masing beserta keluarga sesuai protap dari Kemenkes terkait Covid-19, dan untuk mengikuti imbauan Presiden Jokowi agar belajar di rumah, bekerja di rumah, dan beribadah di rumah,'' pungkasnya.

Baca juga:

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Pakai masker bila keluar dari rumah
  6. Hindari menyentuh wajah
  7. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga50%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang17%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau33%

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.
Sejarah Hari Ini (18 Juni 1948) - Pidato Politik Sukarno di Bireuen Sebelummnya

Sejarah Hari Ini (18 Juni 1948) - Pidato Politik Sukarno di Bireuen

Tren Sepekan: Warna Warni Durian hingga Kepunahan Pesut Mahakam Selanjutnya

Tren Sepekan: Warna Warni Durian hingga Kepunahan Pesut Mahakam

Mustafa Iman
@mustafa_iman

Mustafa Iman

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.