Sejarah Hari Ini (3 Agustus 1952) - Lifter Indonesia Thio Ging Hwie Unjuk Gigi di Olimpiade Helsinki

Sejarah Hari Ini (3 Agustus 1952) - Lifter Indonesia Thio Ging Hwie Unjuk Gigi di Olimpiade Helsinki
info gambar utama

Olimpiade musim panas tahun 1952 berlangsung di Helsinki, Finlandia.

Indonesia untuk pertama kalinya berpartisipasi di Olimpiade gelaran ke-15 tersebut.

Pada debut perdananya di ajang olahraga terakbar itu, Indonesia hanya mengirimkan tiga atlet sehingga menjadi negara paling kecil kelima yang bertarung di Helsinki setelah Cina (1), Guyana (1), Panama (1), Trinidad & Tobago (2), dan Liechtenstein (2).

Tiga atlet putra yang mewakili Indonesia ialah Maram Sudarmojo (atletik), Habib Sunarko (renang), dan Thio Ging Hwie (angkat besi).

Thio Ging Hwie (paling kanan) bersama atlet Indonesia yang lain untuk ajang Olimpiade 1952.
info gambar

Indonesia tidak menyumbangkan medali pada Olimpade itu, meskipun begitu penampilan ketiga atlet tidak terlalu mengecewakan.

Salah satunya yang membuat bangga datang dari cabang olahraga angkat besi yang diwakilkan lifter (atlet angkat besi) Thio Ging Hwie.

Pemilik nama lain Wibowo Susetio itu merupakan atlet peranakan Tionghoa pertama yang mewakili Indonesia di ajang olahraga kelas dunia.

Potret Thio Ging Hwie alias Wibowo Susetio.
info gambar

Dalam ajang Olimpiade Helsinki 1952, Thio Ging Hwie turun di cabang olahraga angkat besi kelas ringan (lightweight) putra 60-67,5 kilogram.

Thio Ging Hwie unjuk kebolehannya mengangkat beban besi di Ruangan Messuhali dekat Stadion Olimpiade pada 3 Agustus 1952.

Thio Ging Hwie (kanan) ditemani Sudarmojo berjalan-jalan di kompleks atlet Olimpiade.
info gambar

Dari angkatan snatch, clean & jerk serta military press, Thio Ging Hwie mengumpulkan total angkatan 327,5 kg.

Thio Ging Hwie melempem di snatch, tetapi termasuk yang terkuat ketika diuji military press.

Dari 30 peserta, Thio Ging Hwie termasuk dalam lima orang yang mampu melewati tes military press dengan beban 105 kilogram.

"Sayang sekali, Ging Hwie tidak mempunyai coach, sebagaimana ahli-ahli pengangkat besi dari negeri-negeri lain, maka tiada orang yang dapat memberi petunjuk-petunjuk teknis kepadanya," lapor Ong Thian Hwa lewat tulisannya di majalah mingguan Star Weekly terbitan 16 Agustus 1952, yang merasa Thio Ging Hwie bisa lebih baik jika memiliki pelatih.

Walaupun tidak meraih medali, setidaknya pencapaian Thio Ging Hwie patut diacungi jempol karena namanya berada di 10 besar tepatnya di peringkat delapan cabang olahraga angkat besi.

Hasil cabang olahraga angkat besi kelas lightweight (ringan) Olimpiade 1952.
info gambar

Setelah Olimpiade ia masih memperkuat panji Merah-Putih pada kesempatan lain seperti melawat ke Cina pada tahun 1953.

Setahun kemudian atau pada ajang Asian Games 1954 di Manila, Filipina, Thio Ging Hwie sukses mengibarkan bendera Indonesia karena menyabet medali perunggu.

Baca Juga:


Referensi: Olympic.org | Star Weekly | Tabloid BOLA | Java Bode | Departemen Pendidikan Nasional Direktorat Jendral Olahraga, "Sejarah Olahraga Indonesia" | Brigitta Isworo Laksmi, Primastuti Handayani, "M.F. Siregar, Matahari Olahraga Indonesia"

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini