Sejarah Hari Ini (4 Agustus 1956) - Uji Coba Bus Ikarus, Transportasi Baru Jakarta Asal Hungaria

Sejarah Hari Ini (4 Agustus 1956) - Uji Coba Bus Ikarus, Transportasi Baru Jakarta Asal Hungaria
info gambar utama

Pada pertengahan tahun 1950-an, pemerintah Indonesia khususnya ibu kota Jakarta berusaha dengan giat meningkatkan kualitas transportasi umum.

Berbagai transportasi umum sebenarnya sudah banyak tersedia bagi warga kota Jakarta, di antaranya becak dan trem.

Yang disebut terakhir, yaitu trem, merupakan transportasi umum favorit banyak orang terutama dari kalangan pedagang (kelas menengah ke bawah).

Namun, tidak adanya peremajaan pada armada trem membuat gagasan dihapuskannya transportasi itu terus disuarakan oleh para pejabat negara, tak terkecuali dari Presiden RI sendiri, Sukarno.

Jika trem dihapus, tentu butuh transportasi pengganti. Bus diesel pun jadi jawabannya.

Realisasi penghapusan trem dari ibu kota Jakarta dan digantikan dengan transportasi bus mulai terlihat pada Juli 1956.

Pada saat itu pemerintah mendatangkan bus Leyland Comet bantuan dari Australia lewat kerja sama Colombo Plan.

Bantuan tak hanya dari Australia, tetapi juga dari Hungaria.

Masih pada tahun yang sama, bus Ikarus yang dibuat di pabrik Mogurt, Hungaria, ditawarkan pada pemerintah Indonesia.

Bus Ikarus Hungaria dicoba di Indonesia
info gambar

Pada 4 Agustus 1956, pihak dari Ikarus lalu memberikan kesempatan pada Yayasan Motor (ejaan lama: Jajasan Motor) yang didampingi pegawai Kementerian Perhubungan, P.W. Blogg, untuk melakukan uji coba bus yang ditawarkan.

Saat itu bus yang dijajal bolak-balik Jakarta-Puncak, Jawa Barat, ialah bus Ikarus seri 30 dan 55 yang dapat memuat 35 hingga 41 penumpang.

''Dapat diteruskan di sini bahwa Ikarus yang kami telah pakai ke Puncak itu adalah satu-satunya di Indonesia, tapi bukanlah sebuah yang baru (bekas). Dalam tes sementara mendaki puncak pas pulang pergi, kelihatannya memang kuat untuk lin-lin luar kota. Hanyalah sayang sekali cepatnya agak kurang daripada yang kita harapkan. Di atas jalan-jalan yang datar, cepatnya tidak beda dengan bus-bus lain, malah kita taksir kalau di Indonesia sini telah ada autobahn atau autostrada (jalan bebas hambatan, jalan tol), kecepatannya itu bisa lebih dari yang kami lihat. Maklumlah karena jalan-jalan di sini terlalu sempit untuk sebuah bus luar negeri,'' lapor Yayasan Motor lewat Buletin Angkutan Motor yang terbit pada 16 September 1956.

Bus Ikarus tidak langsung diloloskan untuk beroperasi di Jakarta karena ada pertimbangan-pertimbangan lain seusai uji coba itu dilakukan, salah satunya mengenai harganya yang lebih mahal dibandingkan bus Leyland dan desainnya terlalu mewah untuk transportasi rakyat.

"...Sebagaimana kita dapat lihat pada gambar, opzet di dalam bus Ikarus ini agak luks. Dan hanya dapat digunakan sebagai pengangkutan pegawai,'' terangnya lagi.

Sebuah bus di ibu kota Jakarta
info gambar

Meskipun begitu, pemerintah ibu kota Jakarta akhirnya setuju mengoperasikan bus Ikarus pada 1962.

Selain menjadi transportasi bagi warga kota, bus tersebut juga menjadi sarana angkut atlet Asian Games di mana Indonesia menjadi tuan rumahnya.

Baca Juga:


Referensi: Angkutan Motor | De Volkskrant | Dimas Wahyu Indrajaya, "Trem di Jakarta: Awal Mula, Perkembangan sampai Pengambilalihan dan Penghapusan (1869-1962)"

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini