Banyak Orang Bilang, Kepulauan Ini Maldives-nya Aceh

Banyak Orang Bilang, Kepulauan Ini Maldives-nya Aceh
info gambar utama

Kawan GNFI pernah mendengar Kepulauan Banyak? Jika belum, mungkin bisa menjadi rujukan untuk melanglang buana ke sana. Meski pendemi, ternyata pulau ini cocok untuk menjadi rujukan bagi kita yang ingin merasakan sensasi menjelajah antar-pulau.

Secara umum, Kepulauan yang terdiri dari 63 pulau besar dan kecil ini terletak di Provinsi Aceh. Posisinya persis berada di perairan Samudra Hindia, atau sekitar 26 mil laut dari lepas pantai Aceh Singkil. Pulau Banyak memiliki lautan yang cukup luas dan juga pantai-pantai yang indah.

Berbeda dengan wisata pulau lainnya, di kepulauan seluas 27,196 hektare ini, kawan GNFI dapat menikmati antara satu pulau dan pulau lainnya, karena memang jaraknya tak terlalu jauh. Banyak yang bilang, pulau ini merupakan surga tersembunyi di Aceh Singkil, pesonanya tak kalah jika dibandingkan Maldives, negara kepulauan di barat daya Srilanka

Setiap pulau memiliki pesona

Di antara puluhan pulau yang ada Kepulauan Banyak, ada tiga pulau yang nampaknya menarik untuk dikunjungi. Yakni Pulau Tailana, Pulau Bangkaru, dan Pulau Palambak. Sementara pulau dengan resort lengkap ada di Pulau Panjang yang memiliki sarana dan prasarana infrastruktur pendukung pariwisata.

Tapi jika kawan ingin menikmati sebuah jembatan yang cukup elok yang menghubungkan pulau satu dan pulau lainnya, seperti diceritakan Kumparan, kawan GNFI bisa mampir dulu ke Pulau Balai, rumah para nelayan.

Di sana ada jembatan yang bernama Jembatan Balai-Bung, yang menghubungkan Pulau Balai dengan Pulau Teluk Nibung. Dari jembatan itu, kawan akan melihat hamparan laut yang kontras dengan hijaunya pulau, serta dapat menikmati sunset maupun sunrise.

Instagramable banget lah pokoknya!

Nah, untuk mengelilingi pulau-pulau di Kepulauan Banyak, kawan GNFI bisa menyewa perahu untuk mengelilingi pulau-pulau kecil yang ada di sana. Demikian kira-kira laman Ransel Kosong merekomendasikan.

Gugusan pulau di kepualauan banyak
info gambar

Jika kawan GNFI menyukai renang permukaan atau (snorkeling), kawan bisa menyambangi Pulau Tailana dan pulau kecil antara Pulau Biawak dan Pulau Tuanku. Sementara jika kawan penikmat pemandangan matahari terbenam sembari duduk santai di pantai sambil ngopi, pergilah ke Pulau Sikandang.

Kawasan perairan Kepulauan Banyak juga merupakan tempat tinggal beragam habitat hewan laut dan mamalia. Di Pulau Bangkaru misalnya, kawan GNFI bisa dengan leluasa melihat Penyu Hijau bertelur di malam hari. Tapi jangan memaksanya untuk foto bersama ya, kawan, karena ketika bertelur penyu butuh suasana sunyi. Maklum, hewan pemalu.

Lain itu, jika kawan tengah menyambangi dari satu pulau ke pulau lainnya, maka kawan akan melihat sekawanan lumba-lumba yang bermain di samping kapal boat. Pemandangan yang langka bisa melihat lumba-lumba sedekat itu di laut lepas.

Sementara jika kawan menyenangi menyusuri pasir pantai, Wisata Aceh menyarankan kawan menyambangi Pulau Palambak. Di sana bisa dirasakan pantai berpasir putih yang lembut dan terbentang sepanjang 5 kilometer. Di pantai ini kawan juga bisa menikmati pesona alam bawah lautnya yang memanjakan mata.

Selain itu, kawan juga bisa mengelilingi pulau dengan menggunakan kayak yang tentu bakal disuguhkan pemandangan kontras biru laut, pasir putih, dan hijaunya pulau. Segar pastinya, kawan!

Suasananya yang sangat tenang di pulau itu, nampaknya cocok untuk dijadikan tempat liburan dan menyegarkan pikiran.

Jika bisa tunai, kenapa harus debit

Lalu soal inap-menginap, kawan GNFI tak perlu risau, karena di sekitaran Kepulauan Banyak, ada beberapa tempat menginap, seperti seperti losmen atau bungalo. Tapi jiika ingin merasakan sensasi lain, juga bisa membawa tenda untuk berkemah.

Meski banyak tersedia bungalo, penginapan, atau resort, ada baiknya kawan menyiapkan pembayaran secara tunai. Biar lebih cepat dan praktis.

Dari paparan di atas, siapa yang tak tertarik mengunjungi pulau ini, bukan?

Nah, jika tertarik, kawan bisa menggunakan pesawat dari Jakarta ke Medan terlebih dahulu. Dari Medan, bisa dilanjutkan dengan naik mobil sampai ke Desa Pulo Saruk selama 8 jam. Setelah itu, naik kapal feri dari Desa Pulo Saruk Aceh ke Kepulauan Banyak selama 4 jam.

"Datang ke sini sangat melelahkan. Kalau bukan karena potensi wisata yang tinggi, mungkin tidak ada yang tertarik untuk ke Aceh Singkil, terutama ke Kepulauan Banyak," kata seorang pengunjung pada Travel Kompas.

Tapi tentunya, perjalanan yang melelahkan tadi ditebus oleh pemandangan yang memukau serta pengalaman yang tentunya bakal membekas selamanya. Ada yang bilang, berwisata itu tak hanya memanjakan mata, tapi juga memanjakan rasa. Demikian kira-kira.

Jadi, tak ada alasan untuk tak menyambangi Kepulauan Banyak, kawan!

Baca juga:

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini