Belajar Meningkatkan Kepemimpinan untuk Penyandang Disabilitas

Belajar Meningkatkan Kepemimpinan untuk Penyandang Disabilitas
info gambar utama

Penulis: Habibah Auni

Tidak semua orang bisa terlahir beruntung di muka bumi ini. Tanpa kita ketahui, ada sebagian dari kita, yaitu penyandang disabilitas yang terpaksa menelan pil pahit kehidupan.

Entah tumbuh besar dengan indra yang berfungsi kurang sempurna, kondisi mental yang berbeda dengan orang lainnya, atau kendala-kendala lainnya.

Tak jarang, perbedaan ini menyulitkan para penyandang disabilitas dalam menjalani kehidupan sosial. Kerap kali para penyandang mendapatkan perlakuan yang kurang mengenakkan dari teman seusianya. Cibiran, hinaan, dan bullying menjadi makanan sehari-hari.

Dunia tak ubahnya ekosistem yang mengerikan dan tidak bersahabat bagi para penyandang disabilitas. Keluar rumah dan bertemu orang luar, perkara yang terus menghantui kedamaian.

Soal Kepemimpinan dan Penyandang Disabilitas

kepemimpinan penyandang disabilitas
info gambar

Tidak heran stigma terhadap penyandang disabilitas menyulitkan mereka dalam berkarya di lingkungan sosial maupun lingkungan kerja. Mengutip Lausanne Movement, sedikit sekali penyandang disabilitas yang berposisi sebagai pemimpin gereja lokal. Ada pun kontribusi mereka kurang diapresiasi masyarakat sekitar.

Fenomena ini sungguh menyayat hati, mengingat penyandang disabilitas juga manusia. Mereka memiliki hak dan kewajiban yang sama seperti manusia lainnya. Termasuk pula dalam hal kepemimpinan.

Padahal, kalau dipikir-pikir, para penyandang disabilitas memiliki banyak potensi sebagai pemimpin. Pertama, mengutip light-for-the-world, para penyandang disabilitas memiliki semangat yang tinggi dalam belajar dan berjuang.

Kesulitan yang dialami oleh para penyandang disabilitas, dijadikan kesempatan untuk terus belajar dan upgrade diri. Hal ini dilakukan oleh mereka agar dapat mencapai potensi maksimal sebagai makhluk ciptaan Tuhan. Sekaligus mematahkan stigma yang melekat bahwa “penyandang disabilitas akan kesulitan dalam berkarya.”

Kedua, para penyandang disabilitas telah mengalami cobaan hidup yang berbeda dari orang biasanya sehingga akan memberikan dampak kepemimpinan yang lebih signifikan. Ya, mereka memperjuangkan kebajikan atas dasar memenuhi kebutuhan bersama dan mendapatkan hasil yang terbaik.

Cara Meningkatkan Kepemimpinan

Oleh karena itu, sudah saatnya para penyandang disabilitas dipersiapkan sebagai pemimpin sejak dini. Karena di tangan para penyandang disabilitas lah masalah dapat terselesaikan dengan pendekatan lain. Berikut beberapa cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kepemimpinan para penyandang disabilitas.

1. Meningkatkan Skills dengan pendekatan yang berbeda

Ilustrasi | Foto: Unsplash
info gambar

Sebagaimana memberdayakan sumber daya manusia (SDM) di perusahaan, para penyandang disabilitas pun perlu diberi training. Suatu pelatihan yang diharapkan dapat mengefektifkan kinerja organisasi maupun perusahaan.

Tentunya, metode training yang diterapkan dikhususkan untuk para penyandang disabilitas. Departemen human resource development (HRD) harus tangkas dalam mengenali potensi mereka. Selain itu, HRD patut memetakan posisi dan cara kerja yang dimiliki seorang penyandang disabilitas.

2. Menyediakan Pelatihan Soft Skills

Ilustrasi | Foto: Unsplash
info gambar

Jenis pelatihan ini sangat penting untuk dilakukan oleh perusahaan ataupun organisasi. Terkhususnya untuk para penyandang disabilitas yang kesulitan dalam bersosialisasi dan berkomunikasi. Seperti individu autis maupun asperger yang kesusahan dalam mengikuti tahap interview kerja.

3. Melatih Kemampuan Training Tim Pelatih

Ilustrasi | Foto: Unsplash
info gambar

Memberikan training kepada para penyandang disabilitas menggunakan dimensi dan pendekatan yang berbeda. Apalagi ada disabilitas yang terlihat (fisik) dan yang tidak terlihat (mental) sehingga kedua jenis disabilitas ini memiliki kendala dan tantangannya masing-masing.

Barulah kemudian, para pelatih dapat menciptakan dan mengembangkan konten training yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing karyawan dengan riwayat disabilitas. Supaya kelak para karyawan tersebut bisa mendapatkan kesuksesan dalam pekerjaan.

Semoga tulisan ini dapat bermanfaat bagi para penyandang disabilitas, organisasi, perusahaan, maupun masyarakat. Dengan harapan dapat menjadi rujukan dalam melatih kepemimpinan para penyandang disabilitas, sekaligus menyadarkan Kawan GNFI kalau penyandang disabilitas dapat menjadi pemimpin yang baik!*

Referensi: lausanne.org | light for the world | liputan6.com | Training Industry

Baca Juga:

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

KO
YF
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini