Pengalaman Joe Taslim Syuting Film Mortal Kombat Pakai Kostum 10 Kilogram

Pengalaman Joe Taslim Syuting Film Mortal Kombat Pakai Kostum 10 Kilogram
info gambar utama

Aktor Joe Taslim baru saja merampungkan film Hollywood terbarunya yang berjudul “Mortal Kombat” yang disutradarai Simon McQuoid. Berperan sebagai Sub Zero, ia membagikan pengalamannya selama proses pengambilan gambar.

Ada satu hal yang menarik perhatian, yaitu kostum yang ia gunakan selama memerankan Sub Zero. Seperti diketahui, pemeran Sub Zero ini menggunakan kostum dari bahan besi lengkap dengan topeng. Kepada Hollywoodreporter, Joe mengaku butuh waktu untuk menyesuaikan diri dengan kostum yang kaku dan berat.

Kostum Sub Zero yang dipakai Joe Taslim seberat 10 kg

Selama proses syuting, rupanya ada dua kostum yang digunakan oleh Joe. Pertama, kostum asli yang memang sangat berat, sekitar 70 persen dari bahan logam. Kedua, adalah kostum versi karet tebal yang sedikit lebih ringan, fleksibel, dan membuatnya lebih leluasa bergerak, terutama dalam adegan bertarung.

Selain kostum, ia pun menggunakan topeng yang menutupi hampir seluruh bagian kepala dan wajah. Untungnya, tim “Mortal Kombat” mencoba beberapa topeng dan bertindak bijaksana di mana mereka memberikan topeng dengan ukuran lebih besar agar tak terlalu menempel ke kulit dan bisa bernapas.

“Banyak orang telah menyebutkan dan mempertanyakan topeng itu, dengan mengatakan, topeng itu terlalu besar. Namun, karena saya tahu ceritanya, ini untuk tujuan keamanan, agar saya tampil lebih baik, dan agar saya bisa bernapas. Jadi, ya, itu sangat berharga. Ini agak besar, tapi sangat membantu saya. Saya punya banyak ruang untuk bernafas selama aksi,” ujar pria kelahiran 1981 ini.

“Jadi, butuh waktu tiga minggu bagi saya untuk benar-benar menyesuaikan diri dengan kostum dan menganggap kostum itu bukan sebagai perpanjangan, tetapi sebagai bagian dari diri saya. Jadi tiga minggu setelah memakai kostum itu, saya merasa, "Oke, ini Sub-Zero dan ini bagian dari diri saya,” tambahnya.

Meski kostum ini membuatnya lebih mudah kelelahan dan badannya sakit-sakit, Joe mengaku benar-benar senang bisa terlibat dalam film ini. Memang tak mudah melakukan adegan berkelahi sambil menggunakan kostum seberat 10 kilogram yang menempel di tubuh. Pada akhirnya, semua rasa sakit itu terbayar lunas saat ia menyaksikan film “Mortal Kombat” untuk pertama kalinya.

View this post on Instagram

A post shared by J🍩TA (@joe_taslim)

Tentang film Mortal Kombat (2021)

“Mortal Kombat” adalah salah satu film yang ditunggu-tunggu penayangannya tahun ini. Apalagi masyarakat Indonesia tak sabar melihat penampilan aktor Joe Taslim dalam film ini.

Nama “Mortal Kombat” sendiri mungkin sudah tak asing, karena film ini diadaptasi dari gim berjudul sama yang populer tahun 90-an. Sebelumnya, juga telah ada dua film yang mengadaptasi gim tersebut, yaitu “Mortal Kombat” (1995) dan sekuelnya “Mortal Kombat: Annihilation” (1997).

Kedua film sebelumnya dianggap sebuah kegagalan. Maka, ketika Simon McQuoid ditunjuk untuk jadi sutradara film ini, banyak orang, terutama penggemar gim, punya ekspektasi yang lebih tinggi.

Film “Mortal Kombat” terbaru ini dibintangi oleh Ludi Lin (Liu Kang), Jessica McNamee (Sonya Blade), Hiroyuki Sanada (Scorpion), Mehcad Brooks (Jax), Lewis Tan (Cole Young), Chin Han (Shang Tsung), dan Joe Taslim (Sub Zero).

Bila Anda hendak menonton film ini, disarankan untuk tidak membawa anak-anak karena memiliki label R atau Restricted oleh Motion Picture Association of America (MPAA). Label R disematkan pada film ini karena kontennya penuh kekerasan, bahasa kasar, banyak mempelihatkan darah, dan hal-hal yang dianggap vulgar.

Masyarakat Indonesia pun akan menonton film ini dengan banyak potongan atau sensor sehingga bukan versi orisinal. Pihak Lembaga Sensor Film (LSF) pun dikabarkan melakukan banyak pemotongan adegan dan akun media sosialnya dibanjiri komentar dari para penggemar film karena dianggap kelewatan sehingga mengganggu jalan ceritanya.

Baca juga:

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

DA
MI
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini