Agate, Developer Gim Asal Indonesia yang Berhasil Tembus Eropa

Agate, Developer Gim Asal Indonesia yang Berhasil Tembus Eropa
info gambar utama

Kekinian, hampir sebagian besar orang termasuk di Indonesia sudah tidak asing dengan keberadaan gim, baik yang sederhana dan tersedia di perangkat sehari-hari layaknya ponsel pintar, sampai gim dengan level lebih tinggi yang biasanya hanya bisa dimainkan di perangkat atau konsol tertentu layaknya PC gaming, Xbox, dan PlayStation.

Awalnya, keberadaan gim mungkin hanya dijadikan sebagai kegiatan hiburan di sela-sela kesibukan atau sekedar aktivitas untuk mengisi waktu luang. Tapi ternyata, saat ini gim sudah menjadi industri yang bisa dijadikan profesi bukan hanya bagi para pembuatnya, namun juga menjadi prospek yang menjanjikan bagi para pemainnya, atau saat ini lebih sering dikenal sebagai gamer.

Selain itu, bukan hanya diminati oleh beberapa golongan atau usia tertentu, penikmat gim di tanah air justru berasal dari berbagai kalangan dengan rentang usia yang bervariasi baik pria atau wanita.

Newzoo, sebuah lembaga games market data yang berbasis di Amsterdam, Belanda, pada akhir tahun 2018 bahkan merilis laporan dan insight mengenai karakteristik industri gim di Indonesia.

Indonesian Games Market
info gambar

Dalam hasil riset yang dibagikan, gamers Indonesia di sepanjang tahun 2018 menghabiskan total 1,1 miliar dolar AS untuk kebutuhan gim, hal ini membuat Indonesia menjadi salah satu pasar gim terbesar di Asia Tenggara.

Selain itu, berdasarkan populasi online atau pengguna aktif internet di Indonesia, lebih dari 50 persennya aktif memainkan gim di berbagai platform dengan perbandingan yang tidak jauh berbeda baik di kalangan pria atau wanita. Pasar gim Indonesia juga diklaim akan terus tumbuh seiring dengan bertambahnya pengguna ponsel dan akses internet yang terus meningkat setiap tahunnya.

Baca juga Game Hasil Karya Anak Bangsa untuk PlayStation 4

Beruntungnya, di lain sisi Indonesia tidak hanya semata-mata menjadi penikmat, melainkan juga pihak yang cukup memiliki banyak pemain di industri gim, dari segi pengembang atau yang lebih umum dikenal sebagai developer.

Menurut data yang dilansir dari 42matters, Indonesia memiliki lebih dari 1.672 pengembang dan penerbit yang aktif menghadirkan berbagai aplikasi gim atau permainan di Google Play Store, beberapa yang paling dikenal di antaranya Tazkan Games, Riot Games Inc, Touchten, dan Agate.

Agate jadi pengembang gim terbesar di Indonesia

Kantor Agate International, Developer game asal Indonesia : Foto: casamirah.com
info gambar

Agate merupakan salah satu developer atau perusahaan studio gim yang berasal dari Bandung. Perusahaan ini pertama kali didirikan tahun 2009 oleh Arief Widhiyasa, pria yang mengenyam pendidikan di Institut Teknologi Bandung (ITB) ini termotivasi mendirikan perusahaan gim setelah mengikuti Olimpiade Internasional Informatika.

Ia bersama 18 orang teman dekatnya mendirikan Agate, yang kini sudah memiliki 200 lebih awak dalam perusahaan dan dikenal sebagai perusahaan pengembang gim terkemuka dan terbesar di Indonesia.

Baca juga Inilah Perusahaan Game Asal Indonesia yang Sukses Hingga Mancanegara

Pada laman resmi Agate.id, dijelaskan kalau perusahaan ini berfokus pada dua jenis pasar gim yang dibuat. Yang pertama adalah Entertainment Games atau gim untuk berbagai perangkat seperti konsol, PC, dan ponsel, sedangkan yang kedua adalah Serious Games, atau gim dengan penerapan gamification untuk tujuan bisnis dengan pihak-pihak tertentu.

Sejak berdiri sampai saat ini, Agate sudah merilis berbagai gim dengan genre yang bervariasi dan berhasil mendapatkan 5 juta pemain dari seluruh dunia, dengan keberhasilan Agate tersebut, nyatanya berhasil membuat Arief Widhiyasa masuk ke jajaran Forbes '30 under 30’ pada tahun 2016. Di tahun yang sama, Agate juga berhasil meraih pendanaan sebesar 1 juta dolar AS dari Maloekoe Ventures.

Hadirkan berbagai gim, salah satunya tembus konsol Sony

Ada berbagai gim yang sudah berhasil dikembangkan dan dipublikasi oleh Agate, beberapa di antaranya adalah 'Earl Grey and this Rupert Guy', 'Dungeon Chef', 'Raid Mission', dan 'Reon Puzzle Fighter', yang tersedia di perangkat ponsel berbasis Android ataupun iOS, serta desktop.

Namun, satu yang paling dikenal ialah 'Valthirian Arc', gim yang rilis pertama kali di tahun 2010 dan awalnya hanya tersedia di perangkat ponsel ini terus dilakukan pembaruan sehingga pada akhirnya hadir di desktop dan didukung oleh Windows Games.

Adapun seri terbarunya, yaitu 'Valthirian Arc: Hero School Story' yang dirilis pada tahun 2018 akhirnya berhasil hadir di berbagai konsol dan perangkat seperti Nintendo Switch dan PS4, gim ini bahkan sempat berhasil meraih posisi kedua di kategori 'Best New Game' layanan Steam (PC) di kawasan Inggris kurang dari 24 jam setelah dirilis.

Game Agate
info gambar

Menariknya, gim versi terbaru ini menghadirkan pilihan bahasa daerah dari tanah air yang bisa dinikmati oleh pemain selain Bahasa Indonesia, yaitu Bahasa Sunda.

Di tahun 2020 lalu, ramai dibicarakan soal gim terbaru besutan Agate Bernama ‘Tirta’ yang akan rilis pada tahun 2022 dan kabarnya juga akan hadir di berbagai platform sepeti Nintendo Switch, Microsoft Windows, dan PS5. Namun, mengutip Suara.com (29/10/2020), pihak Agate belum bisa memastikan apakah gim tersebut akan hadir di PS5 atau konsol lain karena masih dalam tahap pengembangan.

Baca juga "Tirta", Gim Buatan Indonesia yang Bisa Dimainkan di PlayStation 5

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

SA
MI
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini