Kabar Baik, Jumlah Pengangguran Terbuka di Indonesia Turun Sebanyak 950 Ribu Orang

Kabar Baik, Jumlah Pengangguran Terbuka di Indonesia Turun Sebanyak 950 Ribu Orang
info gambar utama

Walau situasi pandemi yang terjadi masih belum menunjukkan tanda-tanda usai sampai saat ini, berbagai sektor ataupun industri yang sempat terpuruk di tahun lalu perlahan menunjukkan perubahan signifikan ke arah yang positif dan kembali bangkit.

Seperti yang banyak diketahui, hampir seluruh sektor terkena dampak dari situasi pandemi yang terjadi, terlebih kondisi perekonomian yang menjadi penopang utama dalam keberlangsungan hidup seluruh masyarakat di tanah air.

Bicara soal ekonomi, sudah pasti erat kaitannya dengan profesi atau pekerjaan yang dimiliki oleh seluruh lapisan masyarakat Indonesia sebagai penentu status atau taraf ekonomi yang dimiliki. Lagi-lagi, situasi pandemi yang sejak awal banyak memberi dampak negatif nahasnya juga mejadi penyebab utama dan punya andil besar bagi seluruh masyarakat yang kehilangan pekerjaan dan harus berakhir menjadi pengangguran selama lebih dari satu tahun terakhir.

Pemotongan upah, kebijakan merumahkan pegawai, sampai pemutusan hubungan kerja sejatinya sudah menjadi situasi yang tak terhindarkan bagi hampir sebagian besar orang yang kurang beruntung di tengah situasi pandemi.

Bukan dalam skala kecil, Badan Pusat Statistik (BPS) bahkan mencatat peningkatan angka pengangguran yang cukup besar karena situasi pandemi yang terjadi. Berdasarkan data yang dirilis BPS pada tanggal 5 Mei 2021, ada sebanyak 19,10 juta orang (9,30 persen penduduk usia kerja) yang terdampak pandemi dan berakhir sebagai pengangguran.

Baca juga Angkatan Corona: Wisuda Daring, Susah Cari Kerja, Hingga Quarter Life Crisis

Komposisi dari 19,10 juta orang yang dimaksud sejatinya didominasi oleh penduduk dengan status bekerja namun mengalami pengurangan jam kerja karena pandemi sebanyak 15,72 juta orang, sedangkan sisanya terdiri dari penduduk yang sepenuhnya menjadi pengangguran karena pandemi dan pengangguran yang memang pada dasarnya Bukan Angkatan Kerja (BAK).

Jika ditelaah lagi lebih mendalam, latar belakang pendidikan dari angka pengangguran yang ada terdiri dari penduduk dengan status pendidikan SMK sebanyak 11,45 persen, diikuti SMA 8,55 persen, lulusan universitas 6,97 persen dan diploma 6,61 persen. Sementara itu tingkat pengangguran berpendidikan SMP sebesar 5,87 persen dan SD ada di angka 3,13 persen.

Namun terlepas dari angka di atas, per bulan Februari 2021 nyatanya menjadi titik balik dan arah positif dari berkurangnya penggangguran terbuka yang ada di tanah air.

Detail berkurangnya pengangguran terbuka di Indonesia

Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah sejatinya membawa kabar gembira soal pengurangan pengangguran terbuka dalam Rapat Kerja (Raker) dengan Komisi IX DPR RI di Komplek Parlemen Senayan, Jakarta, bersama dengan Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), Benny Rhamdani, Senin, (24/5/2021).

Menteri Ketenagakerjaan RI
info gambar

Dalam raker tersebut Ida memaparkan bahwa jumlah pengangguran terbuka Indonesia mengalami penurunan sekitar 950 ribu orang pada Februari 2021.

"Pengangguran terbuka kita dibandingkan Agustus 2020 menurun, Agustus 2020, akibat pandemi pengangguran kita 9,7 juta. Alhamdulillah dengan segala cara kita bisa menurunkan pengangguran kita berkurang 950 ribu," ungkap Ida sebagaimana dimuat dalam rilis resmi di laman kemnaker.go.id.

Adapun jika dibandingkan dalam bentuk persentase, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di bulan Februari 2021 sebesar 6,26 persen, turun 0,81 persen poin dibandingkan dengan Agustus 2020.

Penduduk yang bekerja per Februari 2021 ada sebanyak 131,06 juta orang, meningkat sebanyak 2,61 juta orang dibanding bulan Agustus 2020, yang di dalamnya terdapat peningkatan persentase pekerja paruh waktu yang naik sebesar 1,13 persen dibandingkan bulan Agustus tahun 2020.

Baca juga “Bagirata” Ada Untuk Mereka yang Kehilangan Pekerjaan Akibat Pandemi

Upaya yang dilakukan Kemnaker untuk mengurangi pengangguran terbuka

Ida menjelaskan, bahwa pengurangan angka pengangguran terbuka yang terjadi tak lepas dari upaya melalui program Balai Latihan Kerja (BLK) dan link and match yang juga dievaluasi dalam rapat kerja yang dipimpin oleh Ketua Komisi IX DPR RI, Felly Esthelita Runtuwene tersebut.

Seperti apa sebenarnya program BLK dan link and match yang digalakkan oleh Kemnaker?

BLK sendiri merupakan prasarana dan sarana tempat pelatihan bagi masyarakat untuk mendapatkan keterampilan atau yang ingin mendalami keahlian dibidang masing-masing, adapun berbagai program BLK yang dijalankan oleh Kemnaker di antaranya meliputi kejuruan teknik otomotif, teknik las, pengolahan hasil pertanian atau perikanan, woodworking, teknologi informasi dan komunikasi, menjahit, design grafis, refrigeration dan teknik listrik, industri kreatif, bahasa, dan masih banyak lagi.

Baca juga Bisakah Sertifikasi Kartu Prakerja untuk Melamar Pekerjaan?

Adapun peran Kemnaker dalam mendukung program link and match bagi masyarakat yang berlatar belakang pendidikan SMK adalah dengan membangun integrasi pelatihan, sertifikasi, dan penempatan tenaga kerja yang efektif untuk mempertemukan pencari kerja dengan permintaan pasar kerja.

Bersamaan dengan dua upaya di atas, Ida bahkan menyatakan bahwa sejatinya Indonesia juga memiliki 1.925 Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) yang telah mendapatkan lisensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), yang siap melaksanakan sertifikasi bagi tenaga kerja di seluruh Indonesia, guna mendukung sertifikasi kompetensi lulusan pendidikan dan pelatihan vokasi.

Konten di atas sebagian memakai konten yang ada di Wikipedia. Untuk melihat yang lainnya, silakan klik tautan berikut Arsip Wikipedia. Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Siti Nur Arifa lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Siti Nur Arifa.

Terima kasih telah membaca sampai di sini