10 Negara Penghasil Emas Terbesar di Dunia, Indonesia Urutan Berapa?

10 Negara Penghasil Emas Terbesar di Dunia, Indonesia Urutan Berapa?
info gambar utama

Emas merupakan komoditas yang tak pernah kehilangan pesona. Hingga kini, permintaan emas tidak pernah surut. Jika diperhatikan, permintaan emas di dunia selalu mengalami lonjakan. Keterbatasan cadangannya membuat harga logam ini mulia semakin berkilau, harganya selalu mengalami kenaikan hampir setiap tahun.

Selama beberapa dekade, produsen emas terbesar ditempati oleh Afrika Selatan. Puncaknya, pada 1970 ladang emas di negara tersebut menghasilkan lebih dari 1.000 metrik ton atau sekitar dua kali lipat dari gabungan produksi dunia di luar Afrika Selatan.

Maka tak heran, negara yang sempat terkenal dengan politik apartheid itu menjadi negara paling makmur di benua Afrika. Produk Domestik Bruto (PDB) Per Kapita negara ini hampir menyamai beberapa negara Eropa bahkan jauh melampaui mayoritas negara-negara Asia.

Namun sejak 2007, posisinya harus tergeser oleh China. Setelah turun dari peringkat atas, produksi emas Afrika Selatan terus menyusut hingga akhirnya disalip oleh negara-negara lain. Saat ini, posisi teratas di Benua Afrika diambil alih oleh Ghana dengan total produksi sebesar 145 metrik ton, selisih 55 metrik ton dari total produksi Afrika Selatan yang hanya mencapai 90 metrik ton.

Merujuk data terbaru yang dirilis British Geologocal Survey (BGS), berikut kami rangkum 10 negara penghasil emas terbesar di dunia untuk tahun produksi 2019.

Negara penghasil emas | GNFI
info gambar

1. China

China menjadi negara penghasil emas terbesar di dunia, pada 2019 total produksi emas Negeri Tirai Bambu ini mencapai 420 metrik ton. Negara ini memegang posisi teratas sejak 2007, itu artinya China telah menjadi produsen emas terbesar selama lebih dari 1 dekade.

Pada 2018, produksi China turun 39 metrik ton, dan penurunan tersebut diperkirakan sebagai akibat dari peningkatan regulasi lingkungan. Menurut World Gold Council, China juga merupakan konsumen perhiasan emas terkemuka dunia.

Wilayah penghasil emas terbesar di Cina terdapat di provinsi Shandong, Henan, Jianxi, Yunan, dan Fujian

2. Australia

Peringkat kedua diisi negara tetangga kita, Australia. Produksi emas Australia pada 2019 mencapai 330 metrik ton, naik dari 315 metrik ton pada 2019. Aktivitas eksplorasi baru-baru ini di wilayah Pilbara Australia Barat telah membantu meningkatkan produksi emas secara konsisten di negara tersebut.

Sementara kawasan Pilbara paling dikenal sebagai salah satu penghasil bijih besi terbesar di dunia. Kawasan tersebut saat ini sedang mengalami peningkatan eksplorasi emas berkat penemuan besar pada 2017 oleh Novo Resources dan Artemis Resources.

Australia Selatan, Australia Barat dan New South Wales menjadi tiga wilayah penghasil emas terbesar di Australia

3. Rusia

Pada 2019, Rusia sekali lagi menjadi produsen emas terbesar ketiga. Output emas dari negara tersebut telah meningkat selama beberapa tahun terakhir yakni dari 255 metrik ton pada 2017 menjadi 310 metrik ton di 2019.

Selain itu, Rusia juga berencana untuk meningkatkan produksinya selama beberapa dekade berikutnya.

Rusia dilaporkan berencana untuk meningkatkan produksi emas tahunannya di 2020 dan terus meningkat sebagai upaya untuk menjadi produsen emas terbesar di dunia pada 2029.

Menurut Survei Geologi AS, cadangan emas Rusia mencapai 5.300 MT, terbesar kedua setelah Australia sebesar 10.000 metrik ton.

Rusia dikenal memiliki area pertambangan emas terbesar di dunia bernama Olympiada, tambang yang berlokasi di dartan Siberia Timur ini mampu memproduksi ratusan ton emas setiap tahun.

4. Amerika Serikat

Peringkat keempat diisi oleh negeri adidaya, Amerika Serikat. Dari segi output, produksi emas AS tercatat mengalami penurunan dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2019, AS memproduksi emas sebesar 200 metrik ton, turun sebanyak 26 MT dari tahun sebelumnya.

Sebagian besar emas di negara itu diproduksi di lebih dari 40 tambang dengan beberapa tambang besar di Alaska dan sejumlah tambang yang lebih kecil di AS Barat. Cadangan emas di AS diperkirakan mencapai 3.000 metrik ton.

5. Kanada

Tetangga Negeri Paman Sam, Kanada, menempati peringkat kelima sebagai negara penghasil emas terbesar di dunia. Pada 2019, Kanada melaporkan produksi emas mencapai 180 MT, turun dibandingkan dengan realisasi 2018 sebesar 183 metrik ton.

Pemasok emas terbesar bagi negara ini terdapat di wilayah Ontario, Quebec dan British Columbia. Di Ontario, tepatnya di tambang Red Lake, terdapat tambang emas terbesar di Kanada yang menyumbang separuh dari total produksi emas negara tersebut.

6. Indonesia

Indonesia berhasil mencatatkan sebagai negara penghasil emas keenam terbesar di dunia. Posisi ini mengungguli Peru yang pada periode sebelumnya (2018) berada di urutan keenam.

Pada 2019, Indoesia mampu menghasilkan emas sebanyak 160 metrik ton. Setengah dari produksi emas negara kita berasal dari tambang Grasberg Freeport-McMoRan, salah satu tambang emas terbesar di dunia, yang diyakini memiliki cadangan emas yang sangat melimpah.

Selian itu, wilayah penghasil emas Indonesia berada di Maluku Utara yang menjadi tempat beroperasinya tambang Gosowong. Saat ini tambang tersebut dikelola oleh PT Nusa Halmahera Minerals (NHM). Selanjutnya Nusa Tenggara Barat (NTB), tepatnya di Pulau Sumbawa. Tambang besar yang ada di pulau ini adalah Tambang Batu Hijau milik Grup Medco (Amman Mineral).

7. Peru dan Ghana

Peringkat ketujuh diisi oleh dua negara yang berasal dari benua yang berbeda, Peru dan Ghana. Pada 2019, kedua negara tersebut sama-sama memproduksi sebanyak 130 metrik ton.

Peru mengalami penurunan produksi emas dari periode sebelumnya (2018), dengan output turun dari 145 metrik ton pada 2018 menjadi 130 metrik ton di 2019.

Penambangan emas ilegal terus menjadi tantangan bagi negara tersebut, dan bertanggungjawab atas kerusakan tanah, termasuk deforestasi hutan Amazon.

Sementara itu, produksi emas Ghana tetap stabil dari tahun sebelumnya yakni menghasilkan 130 metrik ton emas pada 2019. Perlu dicatat, Ghana adalah produsen emas terbesar di Afrika, setelah melampaui Afrika Selatan dalam beberapa tahun terakhir.

8. Meksiko

Peringkat kedelapan sebagai produsen emas terbesar diisi negara di Kawasan Amerika Tengah, Meksiko. Pada 2019 produksi emas Meksiko tercatat sebanyak 110 metrik ton, angka itu turun dari 125 metrik ton pada 2018.

Selain itu, Meksiko juga menghadapi tantangan banyaknya tambang emas yang habis kontrak sehingga menyebabkan penurunan produksi sejak 2017. Wilayah administratif Sinaloa menjadi kawasan penyumbang emas terbesar di Meksiko.

9. Uzbekistan dan Kazakhstan

Dua negara bekas Uni Soviet, Uzbekistan dan Kazakhstan berhasil masuk ke daftar negara penghasil emas terbesar di dunia pada 2019 dan berada di posisi yang sama tepatnya kesembilan. Kedua negara menghasilkan 100 Metrik ton emas pada 2019.

Tambang emas Muruntau di Uzbekistan adalah salah satu tambang terbuka terbesar di dunia. Uzbekistan telah memproduksi emas dari tambang tua selama beberapa waktu, dan belum melihat banyak investasi eksplorasi.

Sementara, tambang penghasil emas paling strategis di Kazakhstan adalah tambang Vasilkovskoye, yang dijalankan oleh anak perusahaan Glencore Kazzinc. Tambang tersebut memiliki lebih dari 5 juta ons cadangan emas terbukti.

10. Afrika Selatan

Afrika Selatan telah menjadi salah satu negara penghasil emas terbesar dunia selama beberapa dekade. Namun, produksi emas negara itu telah turun 85 persen sejak 1980.

Produksi emas Afrika Selatan juga anjlok dari 117 metrik ton pada 2018 menjadi hanya 90 metrik ton saja pada 2019.

Dalam beberapa tahun terakhir, Afrika Selatan dilanda perselisihan politik, sebagian besar karena konflik antara Association of Mineworkers and Construction Union (AMCU) dan produsen emas di daerah tersebut.

AMCU telah mengadakan banyak protes dan pemogokan di beberapa tambang emas dan platinum dalam beberapa tahun terakhir, dengan harapan mendapatkan lebih banyak upah dan menghentikan merger yang bisa menyebabkan hilangnya pekerjaan mereka.

Baca juga:

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Iip M. Aditiya lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Iip M. Aditiya.

Terima kasih telah membaca sampai di sini