Tari Puteri Telunjuk Sakti, Representasi Keperkasaan Perempuan

Tari Puteri Telunjuk Sakti, Representasi Keperkasaan Perempuan
info gambar utama

Penulis: Habibah Auni

#Writingchallenge#Inspirasidarisekitar#Negerikolaborasi

Indonesia merupakan negara kepulauan yang terbentang dari Sabang sampai Merauke. Sepanjang lintasan itu, bumi nusantara tercinta mempertontonkan berbagai macam keberagaman yang sangat memesona, seperti kuliner lokal, bahasa daerah, destinasi wisata, hingga tarian tradisional.

Di dunia tarian tradisional, kita sering mendengar nama tari saman meuseukat, tari kecak, tari sekapur sirih, tari jaipong, dan berbagai tarian lainnya memenuhi arena pentas seni. Gerakan indah dari tarian populer ini tak jarang mengundang decak kagum sehingga banyak orang menanti-nanti.

Tidak ketinggalan, ada salah satu tarian tradisional dengan liukan yang membuat mata berbinar-binar tetapi namanya belum naik daun. Ialah tari putri telunjuk sakti, suatu rangkaian gerakan-ayunan indah yang membingkai nilai-nilai sosial yang terbilang cukup unik.

Mengungkap Pesona Tari Batik Pace, Atraksi Gerakan yang Mampu Membius Penontonnya

Tari puteri telunjuk sakti dalam arus utama gender

Representasi Masyarakat Ogan Kemarang Ilir dalam Menghormati Perempuan | Foto: Indonesia Kaya
info gambar

Sebenarnya, tari putri telunjuk sakti memiliki kemiripan dengan tarian pada umumnya, di mana keduanya sama-sama menunjukkan kepercayaan mendalam dari masyarakat asal tariannya. Akan tetapi, Tari putri telunjuk sakti menawarkan pengetahuan sosial baru yang sangat relevan dengan isu zaman sekarang.

Melansir Indonesia Kaya, atraksi tari putri telunjuk sakti mempertunjukkan emansipasi perempuan. Sebelumnya, masyarakat Ogan Kemering Ilir, Sumatra Selatan, tempat asal tari putri telunjuk, diketahui memiliki suatu kepercayaan turun-temurun berdasarkan dongeng leluhur mereka.

Cerita di Balik Tari Gandung, Identitas Budaya Khas Banyuwangi

Dongeng tersebut menceritakan keperkasaan seorang putri yang dikabarkan memiliki kekuatan ajaib pada jari telunjuknya. Kesaktian sang putri terlihat jelas tatkala dirinya menunjukkan jari telunjuknya ke atas, lalu langit akan merespons “perintah” sang putri melalui halilintar yang menggelegar.

Inilah yang menunjukkan sisi maskulin dari perempuan, di mana perempuan itu sesungguhnya adalah sosok yang tangguh bahkan memiliki kekuatan tersembunyi. Dengan mengangkat dongeng sang putri dalam gerakannya, tari puteri telunjuk sakti berupaya mematahkan hegemoni budaya maskulin. Tari ini juga menunjukkan betapa masyarakat Ogan Kemering Ilir sangat menghormati kedudukan perempuan.

Kebutuhan dan kelengkapan tari putri telunjuk sakti

Penari Perempuan Siap Mengangkat Jari Telunjuknya | Foto: Indonesia Kaya
info gambar

Pada umumnya, tari putri telunjuk sakti diperagakan oleh lima penari yang semuanya perempuan. Akan tetapi, tidak menutup kemungkinan tarian ini ditarikan oleh lebih dari lima orang, jumlahnya disesuaikan dengan luas panggung. Jumlah penari ini haruslah ganjil, lantaran ada satu orang yang harus berperan sebagai sang putri.

Yang jelas, kelima penari akan mengenakan pakaian adat Sumatera Selatan yang dominan warna emas. Bagian kepala dipenuhi dengan siger yang disatukan dengan balutan rajutan bunga melati di sisi kanan dan kirinya. Sedangkan bagian bawah pakaian mereka diselimuti kain songket hitam dengan motif bunga-bunga.

Tambah lagi, bagian kiri dan kanan pinggul kelima penari disambungkan selendang berwarna merah muda, di mana tersimpan keris di masing-masing sisi selendang. Keris tersebut akan dikeluarkan oleh mereka tatkala berada di penghujung pentas.

Setibanya kelima penari di atas panggung, empat di antaranya akan langsung duduk dan membentuk suatu formasi, sementara satu penari,yang kini berperan sebagai sang putri, akan terus menari dan perlahan-lahan menaiki tempat yang lebih tinggi.

Asal-Usul Tari Lengger, Tarian untuk Pengingat kepada Sang Pencipta

Menyambung perihal penggunaan keris tadi, tarian akan ditutup dengan semua penari mengeluarkan kerisnya masing-masing. Lengan yang menggenggam keris itu akan diangkat tinggi-tinggi mengarah ke langit, untuk menunjukkan kepada penonton bagaimana kekuatan perempuan yang sebenarnya.

Sepanjang pertunjukkan, seluruh rangkaian gerakan-ayunan kelima penari akan ditemani dengan garapan musik bernada Sumatera Selatan. Musik tersebut merupakan daya cipta dari perpaduan alat musik tradisional, yakni akordian, kendang, gong, perkusi, dan lain sebagainya. Tambah lagi, musik ini akan diperkaya dengan sisipan bunyi dari alat musik modern seperti gitar dan bass.

Tari putri telunjuk sakti merupakan salah satu kekayaan lokal di Indonesia yang patut kita lestarikan. Dengan adanya tarian ini, kita dapat menghormati perempuan dengan cara yang sangat menghibur dan tidak menghardik. Demikian, semoga tari putri telunjuk sakti tak lekang oleh zaman, ya, Kawan!*

Referensi:Buka Review | Indonesia Kaya

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Kawan GNFI Official lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Kawan GNFI Official.

Terima kasih telah membaca sampai di sini