Warung Kopi dan Santapan Nusantara, Bentuk Kesuksesan Kuliner Indonesia di Swiss

Warung Kopi dan Santapan Nusantara, Bentuk Kesuksesan Kuliner Indonesia di Swiss
info gambar utama

Jika muncul pertanyaan mengenai hal membanggakan apa saja yang dimiliki Indonesia dan berhasil memperkenalkan identitas tanah air ke mata dunia, rasanya ada cukup banyak hal yang bisa diberikan untuk menjawab pertanyaan tersebut.

Mulai dari segi prestasi dalam ajang bergengsi, hingga keunggulan produk mumpuni yang secara internasional kerap kali diakui, semuanya sedikit atau banyak membuat Indonesia menjadi negara yang masih terus diperhitungkan potensi dan keberadaannya oleh negara lain hingga saat ini.

Dari sekian banyak bidang keunggulan yang ada, harus diakui bahwa keanekaragaman kuliner yang dimiliki menjadi bagian tak terpisahkan sebagai salah satu identitas tanah air. Baik dalam bentuk santapan daerah nan tradisional atau pun bahan santapan yang keberadaannya menjadi favorit dan diminati oleh masyarakat pada negara di belahan dunia lainnya.

Bukan sebatas hisapan jempol belaka, ungkapan tersebut nyatanya terbukti melalui kehadiran dua usaha kuliner Indonesia yang diketahui sukses di salah satu kota yang berada di Swiss, yaitu Zurich. Ya, siapa sangka jika pada salah satu kota terbesar di negara Eropa ini nyatanya terdapat usaha kuliner yang keberadaannya dikelola langsung oleh orang Indonesia.

Bagaimana cerita dari keberhasilan usaha kuliner Indonesia yang ada di kota Zurich? Berikut detailnya.

Kuliner Indonesia yang Masuk Daftar Makanan Terenak di Dunia

Omnia Coffee

Alista, owner Omnia Coffee di Zurich
info gambar

“Brings Indonesian Specialty Coffee to Switzerland” nyatanya menjadi visi utama dari kedai kopi yang dimiliki oleh seorang wanita asal Indonesia bernama Alista. Bersama suaminya, Alista merintis sebuah kedai kopi yang diberi nama Omnia.

Menyadari bahwa tanah kelahirannya merupakan salah satu negara penghasil kopi terbesar di dunia, nyatanya membuat Alista semangat untuk memperkenalkan cita rasa kopi khas tanah air ke negara lain.

Dalam operasional kedai kopi miliknya, Alista mengungkapkan bahwa bijih kopi yang digunakan di Omnia Coffee benar-benar hanya berasal dari Indonesia dengan kualitas terbaik dan diolah oleh mitra dan penyuplai kopi asal tanah air yang dipilih dengan kriteria tinggi.

Omnia Coffee menyuguhkan berbagai jenis kopi dari setiap daerah di Indonesia. Diceritakan pula, bahwa kopi asal Flores, Sulawesi, Jawa, dan Aceh merupakan kopi yang banyak dikenal dan digemari oleh masyarakat Zurich.

Kopi asal Sumatra nyatanya menjadi yang paling digemari pada kedai kopi tersebut, dua jenis yang menjadi favorit yaitu ‘Black Pearl’, biji kopi arabika yang berasal dari wilayah Dolok Sanggul, Sumatra Utara, dan ‘Lintong Nihuta’ yang didatangkan langsung dari Medan.

Selain kopi Sumatra, kopi yang paling laku di kedai milik Alista adalah kopi asal Bali. Citra dan branding Bali rupanya cukup berpengaruh dan banyak diingat di benak masyarakat Swiss.

Dalam menjalani bisnisnya, Alista juga menyediakan berbagai hidangan ringan yang disuguhkan dengan sentuhan Indonesia dan keberadaan kedai yang didesain dengan etalase produk-produk kopi nusantara, sehingga memberikan nuansa Indonesia yang kental bagi pelanggan yang berkunjung.

Uniknya Karakter Kopi Arabika Flores Bajawa, Kopi dari Timur Indonesia

Dapur

DAPUR
info gambar

Satu kata yang bermakna sederhana bagi masyarakat Indonesia, namun siapa sangka kalau kata sederhana tersebut nyatanya melahirkan makna mendalam bagi usaha kuliner tepatnya restoran yang dijalani oleh wanita kelahiran Jakarta bernama Diane.

Diane bersama rekannya yang merupakan warga negara asli Swiss, mendirikan restoran yang diberi nama Dapur di Zurich sejak tahun 2011 dan konsisten menyuguhkan santapan asal nusantara.

Perubahan terjadi di tahun 2018, di mana Dapur bertransformasi menjadi restoran yang menyuguhkan sebagian besar menu berbahan utama sayuran bagi para vegan. Nyatanya, mengelola restoran khusus kuliner Indonesia sekaligus berbasis menu vegan dan sayuran tentu menjadi hal yang unik dan menantang di saat yang bersamaan.

Dalam salah satu kesempatan saat berbincang dengan Duta Besar Indonesia untuk Swiss dan Liechtenstein, Muliaman Hadad, Diane bahkan mengungkap bahwa dalam operasional restoran miliknya, ia mendatangkan koki serta pengadaan bahan dasar untuk menu makanan tertentu yang juga berasal dari tanah air.

Jika dilihat pada laman resmi Dapur, nampak ragam menu yang disajikan memang diisi oleh daftar santapan khas nusantara yang berbahan dasar sayur mayur di antaranya asinan buah dan sayur, bala-bala, lumpia, gado-gado, sayur lodeh, tahu betutu, rendang nangka, dan masih banyak lagi.

Walau dianggap memiliki tantangan yang sulit pada awalnya, namun siapa sangka jika transformasi yang dilakukan Dapur untuk menjadi restoran Indonesia yang menyuguhkan makanan vegetarian nyatanya mendapat respons positif dari masyarakat Zurich, beberapa pelanggan dan masyarakat lokal bahkan sudah menjadikan Dapur sebagai restoran Indonesia dengan cita rasa menu yang berkualitas dan autentik.

Ternyata 5 Hidangan Nusantara Ini Merupakan Warisan Kuliner dari Negeri Kincir

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Siti Nur Arifa lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Siti Nur Arifa. Artikel ini dilengkapi fitur Wikipedia Preview, kerjasama Wikimedia Foundation dan Good News From Indonesia.

SA
MI
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini