Seperti Apa Efek Menjadi 'People Pleaser' di Tempat Kerja?

Seperti Apa Efek Menjadi 'People Pleaser' di Tempat Kerja?
info gambar utama

Penulis: Ega Krisnawati

Pernahkah Kawan mendengar tentang 'people pleaser'?People pleaser adalah kecenderungan yang dilakukan seseorang untuk menaruh kebahagiaan orang lain di atas kebahagiaannya.

Menurut laman PsychCentral, seseorang dengan kebiasaan people pleaser selalu berupaya untuk membuat orang-orang di sekitarnya merasa senang. Pasalnya, tipe orang yang seperti ini sangat mengharapkan validasi atau persetujuan dari orang lain.

Kiat dan Kehati-hatian Agar Tak Tertipu Pinjaman Online

Akan tetapi, tanpa disadari, kebiasaan menjadi people pleaser akan memberikan banyak tekanan dan stres pada Kawan. Tekanan dan stres ini adalah akibat dari Kawan yang telah melakukan terlalu banyak hal.

Atas hal tersebut, Kawan menjadi kurang tidur, cemas, bahkan kesal apabila tidak bisa menyenangkan orang lain. Kendati demikian, apakah menjadi people pleaser atau selalu menyenangkan orang lain di tempat kerja adalah pilihan yang baik?

Efek samping menjadi people pleaser

People Pleaser | Foto: Psikomedia
info gambar

Dikutip dari laman Verywellmind, ciri-ciri orang yang cenderung menjadi people pleaser adalah sulit untuk menolak permintaan, sibuk dengan hal yang orang lain pikirkan, takut dianggap jahat atau egois, dan mengabaikan kebutuhan diri sendiri.

Kendati begitu, terdapat cerita terkait karyawan dengan tipe people pleaser sebagaimana yang dilansir dari Heartmanity's Blog, kala itu terdapat seorang karyawan yang selalu menolong rekan kerjanya ketika kesulitan.

Karyawan itu juga selalu datang tepat waktu dan pulang paling akhir dari tempat kerja. Hingga akhirnya, suatu hari karyawan yang selalu menyenangkan hati orang di sekitarnya itu tidak ada kabar. Ia diam-diam mengundurkan diri dari pekerjaannya. Hal ini membuat bos dan rekan kerjanya merasa sulit untuk menggantikan dirinya.

Pasalnya, karyawan itu memiliki kinerja yang baik. Ia sangat produktif dan bisa diandalkan. Saat karyawan itu kedapatan tidak bekerja lagi, rupanya mereka baru menyadari bahwa pekerjaan yang dimiliki olehnya sangat berat.

Manfaat Penting Meditasi, untuk Kurangi Stres hingga jadi Lebih Bahagia

Mereka harus lembur untuk menyelesaikan pekerjaan karyawan itu. Lantas, dari cerita ini terdapat garis besar yang sangat nampak terkait bahaya menjadi people pleaser.

Karyawan yang berupaya untuk menyenangkan hati orang di sekitarnya adalah ia yang diam-diam juga ingin merasa dihargai dan dipuji. Jika tidak bisa mendapatkannya, karyawan ini akan mulai membenci orang-orang yang semula ia upayakan kebahagiannya.

Maka itu, jika Kawan terjebak menjadi pribadi yang berupaya menyenangkan hati semua orang terutama di tempat kerja, cobalah untuk mengingat kembali prioritas Kawan dalam bekerja. Misalnya, Kawan bekerja agar bisa makan lima kali sehari dengan cukup.

Lantas, bekerjalah untuk itu. Hindari bekerja untuk menyenangkan hati orang lain. Pasalnya, hal ini akan merugikan Kawan nantinya.

Apakah karyawan people pleaser tidak dipekerjakan?

People Pleaser | Foto: Prampors FM
info gambar

Setelah membaca penjelasan sebelumnya, Kawan tidak boleh langsung menyimpulkan bahwa karyawan dengan sifat people pleaser' tidak layak untuk dipekerjakan. Karyawan dengan sifat ini justru akan membawa dampak baik bagi perusahaan.

Mereka yang berusaha untuk menyenangkan orang sekitar, bisa menjadi karyawan yang luar biasa dan sangat setia. Tipe kepribadian ini juga memiliki standar yang sangat tinggi.

Simak 5 Cara Ini Agar Tak Kecanduan Media Sosial

Mereka juga akan berusaha untuk membuktikan bahwa mereka layak dan memiliki tingkat keterampilan yang hebat di bidangnya. Kendati demikian, mereka membutuhkan dukungan, kebaikan yang tegas, dan pengarahan kembali oleh kepemimpinan yang efektif.

Pasalnya tipe karyawan people pleaser hanya terbuka ketika mereka merasa aman, dan dapat membantu menjaga budaya perusahaan agar tetap sehat. Berikut langkah-langkah yang dapat dituju untuk memimpin tipe karyawan people pleaser.

Mintalah mereka bertanggung jawab untuk jujur. Jujur dengan diri sendiri dan kemudian dengan orang lain. Kemudian, bantulah mereka untuk menyeimbangkan antara prioritas utama dan tanggung jawab lainnya.

Nah, itulah bahaya menjadi people pleaser di tempat kerja. Kalau Kawan sendiri, pernah menemukan atau sedang mengalaminya, kah?*

Referensi: Verywellmind | Heartmanity's Blog | PsychCentral

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Kawan GNFI Official lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Kawan GNFI Official.

Terima kasih telah membaca sampai di sini