Aksi Gerakan Sejuta Tes, Berbagi Nafas dengan Pinjamkan Tabung Oksigen Gratis

Aksi Gerakan Sejuta Tes, Berbagi Nafas dengan Pinjamkan Tabung Oksigen Gratis
info gambar utama

Ledakan kasus Covid-19 mengancam krisis pasokan oksigen dan tabung oksigen. Memang ketersediaan tabung oksigen belum mencukupi semua permintaan. Sehingga ada beberapa nyawa yang tak sempat tertolong. Situasi ini mendorong Gerakan Solidaritas Sejuta Tes Antigen memulai gerakan meminjamkan tabung oksigen kepada warga yang menjalani isolasi mandiri.

Jumat (9/7/2021) barangkali menjadi hari yang tersibuk bagi Arief Bobhil dan kawan-kawan di kawasan Utan Kayu, Matraman, Jakarta Timur. Sejak awal Juli, ia dan Gerakan Solidaritas Sejuta Tes Antigen membuka peminjaman tabung oksigen kepada warga yang membutuhkan. Pagi itu, sudah ada 200-an pendaftar yang masuk. Dirinya dan kawan-kawannya di lapangan pun harus terpaksa menambah jam kerja.

"Dua jam pendaftaran dibuka dari pukul 07.00 WIB sudah ada 200-an yang daftar. Kami melayani sekitar 45 orang yang ambil ke kantor sampai pukul 23.00 WIB," terang Bobhil, salah satu anggota Komite Kerja Sejuta Tes, menukil Media Indonesia.

Memang, inistiatif tersebut muncul sebagai upaya merespon situasi masyarakat yang mulai mengalami krisis oksigen. Dibuka sejak awal Juli, Sejuta Tes pun kemudian berupaya menyediakan tabung oksigen hasil dana sumbangan yang masuk dari masyarakat.

"Ketika gerakan ini pertama kami buka, kami sengaja tidak buat pengumuman yang heboh karena khawatir ada lonjakan harga tabung. Tapi meski pengumuman hanya lewat Whatsapp (WA) Group begitu, tapi antusiasme warga berdonasi tinggi sekali," ucap Alif Iman Nurlambang, Koordinator Tim Kerja Sejuta Tes.

Mengenal Cara Kerja Perangkat Oksigen untuk Kebutuhan Medis

Pengumuman untuk para donatur mulai dibuka pada Rabu (30/6), dan kurang dari 24 jam setelahnya sudah terkumpul dana yang cukup untuk membeli 40 tabung ukuran 1-1,5 m3 lengkap dengan regulator dan nasal. Lalu besoknya, sudah mencapai 65 tabung. Hingga Sabtu, (3/7) berhasil diadakan 101 tabung.

"Saya terharu dan bangga dengan solidaritas masyarakat. Kalau Indonesia disebut negara paling dermawan, itu memang benar," ungkapnya.

Semua tabung oksigen yang dipinjamkan berukuran 1 kubik, mereka yang memilih agar tabung bisa diantarkan pun tidak dikenai biaya. Meski wilayah kerja mereka melayani warga Jabodetabek, tim Sejuta Tes juga pernah mengantar tabung hingga daerah Karawang, Jawa Barat.

Atau sebaliknya, sang peminjam bisa langsung datang ke seketariat yang berada di kawasan Utan Kayu tersebut. Syaratnya mudah, peminjam bisa langsung mengisi formulir pendaftaran yang tersedia dalam tautan yang berada di bio Instagram @sejutates.

"Kalau prosedur bagi perwakilan pasien Covid-19 yang mau mendaftar itu bisa mengakses link di Instagram @sejutates, jalur pendaftarannya di situ. Jadi kalau sudah daftar nanti akan dihubungi oleh tim respons dalam kurun waktu dua jam," kata Bobhil.

Setelah itu, timnya akan menanyakan terkait kondisi pasien untuk menentukan apakah pasien tersebut sudah membutuhkan tabung oksigen atau belum. Dalam satu hari pihaknya bisa meminjamkan paling banyak 40 set tabung oksigen bersama regulator, nasal dan alat-alat lainnya.

"Satu hari itu yang pengambilan dan pengantaran paling ramai bisa sampai 40 lebih. Paling lama peminjaman 5-7 hari maksimal," ucapnya.

Saat oksigen harus memilih

Menjalankan misi kemanusiaan tentu tidak mudah. Peminat tabung oksigen sangat tinggi. Sementara stok yang tersedia di tempat penyimpanan tidak mampu memenuhi seluruh kapasitas permintaan.

Untuk itu, tim Sejuta Tes harus memfilter lagi mana orang yang betul-betul membutuhkan oksigen untuk diselamatkan. Pada hari pertama gerakan ini berjalan, ada 700 orang yang mendaftarkan diri lewat Google From.

"Ada banyak yang daftar, terakhir ada 700-an. Yang pilih admin. Dia filter yang bisa diberikan dan yang tidak," terang Bobhil yang dilansir dari Republika.

Tim Setuja Tes setiap hari menerima permintaan oksigen sampai 1.700 orang. Dengan permintaan yang tinggi, kata Alif, pihaknya terpaksa harus memilih penerima oksigen gratis. Dia mengatakan oksigen gratis akan diprioritaskan kepada pasien dengan gejala sedang dan parah. Ia menyebut pasien yang dipilih yakni pasien dengan saturasi rendah.

"Kami prioritaskan yang saturasinya rendah tapi yang masih bisa dinaikan. Misalnya para ahli bilang kalau level 70, atau 80, itu udah enggak bisa ngapa-ngapain. Itu kan dilema. Kalau masih 85-91, mengingat daya jangkau waktu apalagi ada penyekatan jalanan, maka di level itu yang bisa kami berikan," jelasnya.

Indonesia Lampaui India sebagai Episentrum Covid-19 Asia, Bagaimana Langkah Pemerintah?

Alif mengatakan banyak warga yang panik dan rela melakukan apa pun agar mendapatkan oksigen dan sembuh dari Covid-19. Dirinya mencontohkan ada orang yang ingin meminjam tabung oksigen kosong. Lalu, pasien itu akan mencari oksigen di tempat yang berbeda. Selain itu, ada juga yang sampai membeli regulator di tempat yang berbeda lagi.

"Itu kan gambling tiga kali ya, menggambarkan kebutuhannya tinggi sekali," ucapnya.

"Putus asa kayaknya bukan semi lagi, kayaknya sudah perpanjangan dua kali lima belas menit (istilah perpanjangan waktu di permainan sepak bola). Sudah melewati babak final keputusasaan mereka," tandasnya lagi.

Namun ada sebuah kisah yang masih teringat oleh Alif, saat seorang pendaftar yang bersimpati dengan mendahulukan orang lain agar mendapatkan tabung. Padahal, pendaftar itu juga membutuhkan tabung oksigen.

"Agak mengharukan, di tengah kondisi genting. Mereka ada yang bilang gini, 'kalau boleh kasih ke yang lain yang saturasinya membutuhkan (tabung oksigen). Saya harap Mas Alif bisa kasih ke orang yang tepat," kenang Alif.

Merawat solidaritas

Rencana mendatang, Sejuta Tes pun berupaya untuk menambah lokasi pengambilan tabung oksigen, salah satunya di Depok, Jawa Barat. Hal ini bertujuan agar lebih menjangkau warga yang membutuhkan bantuan tabung tersebut.

"Sudah dua harian ini sampai Jumat, kami ada di di Kota Depok. Ke depan, kami juga akan mencoba membuka di Bekasi. Tapi ketersediaan tabungnya juga bergantung pada yang ada di Utan Kayu memang. Kami drop di Kota Depok ketika itu sekitar 10 tabung," terang Bobhil.

Bobhil menuturkan, ia dan timnya juga terbuka dengan segala bantuan warga. Selain bisa berdonasi, katanya, warga bisa turun tenaga seperti membantu pendistribusian tabung atau menyediakan peminjaman tabung.

"Jadi, supaya warga yang di wilayah itu bisa lebih dekat, distribusinya juga bisa lebih cepat," katanya.

Adapun gerakan ini telah selesai hingga 20 Juli 2021, bersamaan dengan berakhirnya masa PPKM Darurat. Tapi pihak Sejuta Tes tidak menutup kemungkinan bisa melanjutkan gerakan ini setelah melihat situasi yang terjadi. Bobhil juga tidak menutup kemungkinan akan menambah jumlah tabung oksigen yang bisa dipinjam kelak.

"Ke depannya akan meliihat perkembangan situasi karena sampai di hari ke-12 ini belum ada perubahan yang signifikan tentang ketersediaan tabung oksigen," ucapnya.

Indonesia Komphack, Lahirkan Inovator Andal di Tengah Pandemi

"Meski bukan berarti gerakan ini jadi jalan keluar dalam proses pengendalian pandemi, setidaknya hal kecil ini bisa turut andil dalam upaya peningkatan menuju pandemi terkendali," jelasnya.

Dalam kerja kolektif 'Oksigen Untuk Warga', Gerakan Solidartias Sejuta Tes Antigen untuk Indonesia juga menerima sumbangan tabung oksigen dari para sukarelawan. Mengutip laman Kitabisa, hingga kini sudah terkumpul donasi sebesar Rp252.270.256 juta untuk gerakan tersebut.

"Warga juga bisa langsung ikut ke Gerakan Indonesia Kita, tertera di website Sejutates.id, kami juga menerima sumbangan tabung," sambung Alif.

Ke depan, Alif berharap agar gerakan semacam ini bisa mengisi ruang-ruang kosong penanganan Covid-19 yang terkadang luput dari pemerintah. Saling membantu dan mengingatkan sangat diutamakan dalam upaya memutus rantai penularan Covid-19 di Indonesia.

"Selalu ada peluang bagi setiap warga untuk bergerak, yang mungkin luput atau tak diisi oleh pemerintah, kita bisa mengupayakan sesuatu di situ, kita bisa saling bantu sesama warga," pungkasnya.

Catatan:

Jika Anda memiliki cerita-cerita serupa yang berkaitan tentang aktivitas solidaritas atau aktivitas sosial, GNFI akan dengan senang hari memuat dan mengabarkannnya kepada masyarakat. Hal ini kami lakukan sebagai bagian dari kampanye sosial kami, yakni:

#BeraniLindungi

#BeraniPeduli

Anda dapat mengirimkan artikel dan foto ke alamat surel redaksi@goodnews.id.

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Rizky Kusumo lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Rizky Kusumo.

RK
MI
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini