Generasi Milenial Mendominasi Jumlah Pekerja Migran Risen di Indonesia

Generasi Milenial Mendominasi Jumlah Pekerja Migran Risen di Indonesia
info gambar utama

Salah satu upaya untuk mencari pekerjaan adalah dengan merantau atau bermigrasi dan orang yang melakukan migrasi disebut dengan migran. Badan Pusan Statistik (BPS) Indonesia mengelompokkan migran dengan dua istilah, migran risen dan migran seumur hidup.

Migran risen adalah adalah mobilitas seorang migran berdasarkan tempat tinggal lima tahun yang lalu. Seseorang disebut migran risen bila tempat tinggal waktu survei berbeda dengan tempat tinggal lima tahun sebelum survei.

Sementara itu, migran seumur hidup dikaitkan dengan mobilitas seorang migran berdasarkan tempat kelahirannya. Seseorang disebut migran seumur hidup bila tempat tinggal pada waktu survei berbeda dengan tempat tinggal pada waktu lahir.

Seorang migran yang melakukan migrasi baik secara permanen (seumur hidup) atau temporer (risen) untuk mencari dan melakukan pekerjaan maka disebut sebagai pekerja migran.

Arus urbanisasi, upaya pemerataan penduduk melalui transmigrasi hingga perasaan kesamaan nasib membuat beberapa daerah, kota atau provinsi menjadi pusat migrasi penduduk Indonesia yang salah satu alasannya adalah untuk mencari pekerjaan.

BPS Rekrut 390.000 Pekerja untuk Sensus Penduduk Wawancara

Provinsi dengan persentase pekerja migran risen tertinggi

Provinsi berdasarkan persentase migrasi risen | GoodStats
info gambar

Berdasarkan infografis di atas, dapat dilihat bahwa Kepulauan Riau merupakan provinsi dengan persentase pekerja migran risen tertinggi (5,77 persen) dibandingkan dengan persentase pekerja migran risen di provinsi lainnya.

Sementara itu, urutan kedua hingga ketujuh persentase migran risen tertinggi terdapat pada Provinsi Papua Barat (5,12 persen), Nusa Tenggara Barat (4,65 persen), Sulawesi Tenggara (4,75 persen), DI Yogyakarta (4,49 persen), Bali (4,49 persen) dan DKI Jakarta (4,48 persen).

Berbeda kasus dengan Kepulauan Riau yang memiliki persentase tertinggi untuk pekerja migran risen, provinsi Jawa Barat menjadi provinsi dengan jumlah pekerja migran risen terbanyak di Indonesia.

Sebanyak 685.071 pekerja migran risen menjadi pekerja di provinsi Jawa Barat. Angka tersebut setara dengan 3,3 persen jumlah pekerja dari 20,4 juta total seluruh pekerja di provinsi Jawa Barat.

Jumlah pekerja migran risen per tahun 2018 ada sebanyak 4,15 juta orang. Angka tersebut mengalami penurunan dari tahun sebelumnya. Terdapat 4,78 juta pekerja migran risen di Inonesia pada tahun 2017.

Mengutip perkataan Ravenstein, bahwa migrasi biasanya terjadi karena dorongan ekonomi menuju wilayah yang menjadi pusat perdagangan dan industri. BPS dengan publikasi Statistik Mobilitas Penduduk dan Tenaga Kerja 2019 melampirkan data bahwa empat dari lima provinsi dengan persentase pekerja migran risen tertinggi merupakan wilayah dengan pusat industri.

Empat dari lima provinsi dengan persentase migran risen tertinggi merupakan pusat perdagangan dan industri di Indonesia, yaitu Provinsi Kepulauan Riau, DKI Jakarta, DI Yogyakarta, dan Bali.

Hal tersebut didukung dengan data bahwa pertumbuhan pekerja Indonesia di sektor industri kian meningkat. Tercatat, semenjak tahun 2014 (14,9 persen ) hingga tahun 2018 (22,00 persen ) pekerja Indonesia di sektor industri telah meningkat sebesar 7,1 persen.

Pekerjaan di sektor industri merupakan satu dari tiga sektor yang menyerap banyak pekerja di Indonesia. Dua sektor lainnya adalah sektor pertanian dan sektor jasa. Adanya pusat-pusat industri dan perdagangan juga membuat daerah tersebut menjadi daerah tujuan migran.

Tidak hanya itu, aktivitas ekonomi tersebut membawa dampak tidak hanya di daerah pusat ekonomi (industri), tetapi juga di daerah sekitarnya terutama daerah yang berbatasan langsung dengan wilayah pusat ekonomi.

Kebut Pembangunan, KEK Mandalika Butuh Ribuan Pekerja Lokal

Persentase pekerja migran risen berdasarkan kelompok umur

Persentase pekerja miran risen menurut kelompok umur | Goodstats
info gambar

Generasi Milenial atau kerap juga disebut sebagai Gen Y adalah kelompok demografi yang lahir pada rentang tahun 1980-an hingga akhir 1990-an. BPS memberi batasan rentang tahun kelahiran untuk kelompok Milenial.

Mereka yang lahir pada tahun 1981 hingga tahun 1996 dapat diaktegorikan sebagai generasi Milenial. Perhitungan usia untuk kelompok Milenial hingga tahun 2021 sudah dikatakan sebagai kategori legal secara umur untuk bekerja. Hal tersebut dikarenakan batas minimal usia angkatan kerja di Indonesia adalah 15 tahun.

Dari sekian banyak pekerja migran risen di Indonesia, kelompok dengan rentang usia 24-34 tahun menjadi kelompok yang mendominasi jumlah pekerja migran risen. Sebanyak 40,63 persen dari pekerja migran risen adalah kelompok Milenial. Kelompok usia tersebut merupakan data pekerja yang lahir pada rentang waktu tahun 1985 hingga tahun 1995 saat survei dilakukan (2018).

Pola migrasi risen di Indonesia banyak didominasi oleh pekerja di kelompok usia 20-34 tahun dan mencapai puncaknya pada usia 25-29 tahun. Sementara itu, semakin bertambah usianya, kecenderungan untuk melakukan migrasi semakin menurun.

Atau secara spesifik, rata-rata pekerja migran risen didominasi oleh mereka yang berusia 20-29 tahun yang persentasenya sebesar 34,9 persen dari total pekerja migran risen di Indonesia. Kelompok usia tersebut merupakan mereka yang lahir pada rentang tahun 1990 hingga 1998 saat survei dilakukan (2018).

Mengenyam Pendidikan Dasar dalam Bingkai Pekerja Migran Indonesia di Taiwan

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Widhi Luthfi lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Widhi Luthfi.

WL
IA
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini