Kebut Pembangunan, KEK Mandalika Butuh Ribuan Pekerja Lokal

Kebut Pembangunan, KEK Mandalika Butuh Ribuan Pekerja Lokal

Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Lombok | Shutterstock @ihsan kurniawan

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠

Sejak diperoyeksikan sebagai kawasan wisata ''10 Bali Baru'' pada 2018, pembangungan Kawasan Ekonomi khusus (KEK) Mandalika terus digenjot pembangunannya.

Terletak di bagian Selatan Pulau Lombok, KEK Mandalika ditetapkan melalui Peraturan Pemerintah Nomor 52 Tahun 2014 untuk menjadi KEK Pariwisata.

Dengan luas area sebesar 1.036 hektare dan menghadap Samudera Hindia, KEK Mandalika diharapkan dapat mengakselerasi sektor pariwisata Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) yang sangat potensial.

KEK Mandalika menawarkan wisata bahari dengan pesona pantai dan bawah laut yang memukau. Lain itu, KEK Mandalika juga direncanakan sebagai tempat berlangsungnya ajang motorsport dunia, yakni MotoGP, World Superbike (WSBK), dan Formula 1 (F1).

Mandalika berasal dari nama seorang tokoh legenda, yaitu Putri Mandalika yang dikenal dengan parasnya yang cantik. Setiap tahunnya, masyarakat Lombok Tengah merayakan upacara Bau Nyale, yaitu ritual mencari cacing laut yang dipercaya sebagai jelmaan dari Putri Mandalika.

Perayaan ini merupakan budaya yang unik dan menarik wisatawan baik lokal maupun mancanegara.

Masterplan KEK Mandalika
Masterplan KEK Mandalika | Kek.go.id

Potensi 2 juta wisatawan

Berdasarkan potensi dan keunggulan yang ada, PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) yang telah mengembangkan Nusa Dua Bali mengusulkan untuk menggali potensi lebih dalam Pulau Lombok dengan pembentukan KEK Mandalika.

Sebagai destinasi wisata bahari dan wisata budaya dengan panorama yang eksotis dan berdekatan dengan Pulau Dewata, KEK Mandalika diperkirakan akan menarik kunjungan 2 juta wisatawan mancanegara.

KEK Mandalika memiliki konsep pengembangan pariwisata berwawasan lingkungan dengan pembangunan obyek-obyek wisata dan daya tarik wisata yang selalu berorientasi kepada kelestarian nilai dan kualitas lingkungan hidup yang ada di masyarakat.

Butuh banyak tenaga kerja asli Indonesia

KEK Mandalika adalah KEK yang paling menarik bagi para investor saat ini, dan diharapkan menjadi destinasi wisata kelas dunia. Kawasan ini diproyeksikan menarik investasi sebesar Rp40 triliun dan dapat menyerap tenaga kerja sebanyak 587.000 hingga tahun 2025.

Pengembangan KEK diperkirakan membutuhkan tenaga kerja pada fase konstruksi. Sisanya tenaga kerja saat kawasan pariwisata ini sudah mulai beroperasi.

''SDM untuk pengelolaan tidak banyak. Yang banyak SDM untuk properti yang dibangun investor,'' kata I Made Pari Wijaya, Operations Head The Mandalika, usai sosialisasi kebutuhan tenaga kerja KEK Mandalika, di kantor Disnakertrans NTB, Kamis (23/7).

Ia mencontohkan, SDM hotel rasionya satu berbading lima. Sedangkan kebutuhan tenaga kerja ITDC sebagai pengelola kawasan hanya berupa tenaga inti pengelola, kemudian tenaga keamanan (security) dan gardener atau tukang kebun.

''Yang banyak dibutuhkan nanti di sektor industrinya. Ada hotel, restoran, dan sirkuit,'' tandasnya.

Dengan pemetaan kebutuhan tenga kerja itu, ia berharap institusi pendidikan, khususnya SMK dan balai latihan kerja (BLK) dapat menyiapkan SDM sesuai kebutuhan.

Kepala Disnakertrans NTB, Hj Wismaningsih Drajadiah, berharap dengan pemaparan dari ITDC, SMK, dan BLK bisa menyiapkan SDM sesuai kualifikasi yang dibutuhkan.

Dibagi dalam 2 kelompok besar

Kebutuhan tenaga kerja di KEK Mandalika dibagi menjadi dua kelompok besar, yakni tenaga kerja pada tahap konstruksi dengan spesifikasi tenaga teknik, kemudian setelah beroperasi yang lebih banyak membutuhkan tenaga kerja di sektor hospitality.

Total kebutuhan tenaga kerja, sambung Pari, akan berkembang sesuai tahapan pembangunan. Dihitung kebutuhan pada tahap konstruksi dan setelah beroperasi akan berbeda-beda.

Karenanya ITDC mengharapkan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertans) NTB menjadi pihak yang menjembatani kebutuhan tenaga kerja.

ITDC pun mengaku memiliki komitmen kuat untuk itu. Dari 582 orang tenaga kerja di KEK Mandalika saat ini, 69 persen atau 399 orang merupakan tenaga kerja asal NTB, 30 persen atau 178 orang merupakan tenaga kerja luar NTB, dan 1 persen atau 5 orang tenaga kerja asing.

Kriteria tenaga kerja yang dibutuhkan tentunya memiliki kriteria khusus. Mereka memiliki pendidikan yang bagus, memiliki kompetensi, dan penguasaan bahasa Indonesia dan asing yang mumpuni.

Khusus proyek Sirkuit Mandalika untuk MotoGP 2021, saat ini dikatakan baru menyerap tenaga konstruksi. Setelah sirkut beroperasi, kebutuhan tenaga kerja sedang disiapkan Mandalika Grand Prix Association (MGPA).

Estimasi kebutuhan pekerja

Dari data yang dikeluarkan IDTC soal estimasi kebutuhan tenaga kerja pada periode 2020-2022, tercatat estimasi tenaga kerja yang saat sangat dibutuhkan ada pada area konstruksi. Angkanya mencapai 850 orang kebutuhan pekerja untuk tahun ini, 650 pekerja untuk tahun depan, dan 400 pekerja pada 2022.

Lain itu, pada beberapa area yang area konstruksinya telah selesai, dari sisi operasional diperkirakan membutuhkan 494 tenaga kerja pada tahun ini, 314 pekerja pada tahun depan, dan 986 pekerja pada 2022. Sisanya hingga tahun 2025 diklaim membutuhkan lebih banyak lagi, bakan angkanya mencapai puluhan ribu.

kebutuhan pekerja KEK Mandalika

Persoalan lahan

Soal lahan, semua pihak mengharapkan benar-benar secepatnya dituntas. Jangan sampai persoalan itu membuat pembangunan KEK Mandalika terhambat.

Seperti diberitakan Lombok Post, persoalan lahan di kawasan itu dibagi menjadi tiga tipe masalah.

  • Pertama, lahan enklave seluas 10 hektare yang masih dalam proses pembebasan.
  • Kedua, persoalan lahan ITDC yang diklaim warga yang saat ini masih ada sekira 13 titik.
  • Ketiga, lahan yang diakui warga sebagai lahan ITDC, mereka memijam tetapi belum dimanfaatkan.

Lahan enklave dikatakan sedang dalam proses penyelesaian, jual-beli melalui mekanisme pengadilan. Sebab, ITDC dan pemilik lahan belum menyepakati soal harga lahan.

Sementara 13 titik lahan ITDC yang diklaim warga masih menunggu validasi dan klarifikasi Forkopimda. Kemudian lahan yang dipinjam, ITDC akan berkoordinasi dengan pemda agar warga bisa segera direlokasi.

Baca juga:

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Pakai masker bila keluar dari rumah
  6. Hindari menyentuh wajah
  7. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga100%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.
Mengenal 10 Gunung Berapi Tertinggi di Benua Asia, ada Dua dari Indonesia Sebelummnya

Mengenal 10 Gunung Berapi Tertinggi di Benua Asia, ada Dua dari Indonesia

Pohon Pengantin Salatiga, Pohon Kesepian Penyatu Dua Insan Selanjutnya

Pohon Pengantin Salatiga, Pohon Kesepian Penyatu Dua Insan

Mustafa Iman
@mustafa_iman

Mustafa Iman

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.