Melihat Hasil Survei Indeks Optimisme Indonesia 2021

Melihat Hasil Survei Indeks Optimisme Indonesia 2021
info gambar utama

Kawan, seperti yang kita ketahui pada era 2030--2040 mendatang, Indonesia akan mengalami masa bonus demografi dengan penduduk usia produktif berjumlah lebih besar dari usia non produktif. Pada periode tersebut, generasi dengan usia produktif diprediksi mencapai 205 juta. Dua jutaan usia produktif akan masuk ke pasar kerja setiap tahun.

Generasi ini adalah penentu arah bangsa, dengan pengaruh besar di semua sektor. Optimisme dalam mencapai masa keemasan, sedikit banyak tergantung pada seberapa mereka percaya bahwa Indonesia sedang berjalan menuju ke arah yang lebih baik.

Namun, masih adakah rasa optimis pada generasi penerus bangsa? Mari melihat satu tahun belakang ini. Indonesia yang dilanda oleh pandemi global COVID-19 membuat semua bidang terkena imbasnya. Hal ini berpengaruh bagi seluruh aspek kehidupan masyarakat. Siswa dan mahasiswa diharuskan belajar di rumah, pekerja disarankan melakukan work from home, dan aneka hiburan publik dan festival mengalami penundaan pelaksanaan.

Ajakan Kawan GNFI untuk Bergerak Bersama Semangat Saling Bantu

Beragam kabar terkait kondisi pandemi di Indonesia berseliweran setiap hari di lini masa media sosial. Sebagai generasi muda, ternyata sudah banyak hal yang dilakukan oleh mereka. Mulai dari menggalang dana hingga melakukan berbagai kampanye kebaikan demi teratasinya pandemi ini. Anak muda Indonesia memang tak pernah kehabisan ide kreatif.

Akan tetapi, dari banyaknya hal yang sudah dilakukan, bagaimana pandangan mereka terhadap negeri ini? Seberapa optimis mereka dengan Indonesia di masa depan?

Generasi muda pesimis dengan masa depan Indonesia

Ilustrasi siluet generasi muda Indonesia | Foto: Unsplash/Hasyir Ansori
info gambar

Pada 2008, terdapat suatu survei untuk melihat tingkat optimisme generasi muda. Hasilnya, sekitar 83 persen dari 4000 responden usia muda merasa pesimis dengan kemampuan Indonesia, dalam mengejar ketertinggalan bangsa lain di masa depan.

Rasa pesimisme kolektif ini diduga berasal dari kurangnya pemberitaan mengenai berita-berita baik yang ada di Indonesia. Masyarakat terbiasa mengonsumsi berita buruk yang membentuk persepsi mereka atas masa depan bangsa.

Hal tersebut menjadi pemantik bagi Good News From Indonesia (GNFI) untuk turut hadir dalam membangun kembali optimisme generasi muda. Berdiri pada tahun 2009, GNFI mengumpulkan kembali berita-berita baik, kemudian menyebarluaskannya agar dapat dijangkau ke seluruh lapisan masyarakat.

Mantan Sopir Taksi yang Rela jadi Relawan Pengantar Jenazah

Lalu, 10 tahun kemudian tepatnya tahun 2018, GNFI kembali melakukan survei dengan mengukur indeks optimisme pada beberapa kota di Indonesia. Hasilnya, sebanyak 52 persen responden menjawab optimis. Gambaran ini tentu cukup membahagiakan bagi kita, apabila mengingat studi yang dilakukan 2008 menghasilkan optimis hanya 17 persen saja.

Kembali melakukan Survei Indeks Optimisme

Tahun ini, tepatnya 17 Agustus 2021 mendatang, Indonesia akan memperingati hari kemerdekaan yang ke 76 tahun. Untuk menyambutnya, GNFI kembali mengadakan survei yang sudah dilaksanakan satu bulan belakang ini bersama lembaga survei KedaiKOPI.

Meskipun sedang pandemi, hal tersebut tidak menyurutkan semangat GNFI untuk mengetahui tingkat optimisme generasi muda Indonesia. Survei yang dilakukan sepanjang Juli 2021 ini memiliki hasil yang cukup mengagetkan.

Optimisme masyarakat justru meningkat jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Bahkan, sebanyak 72 persen responden menjawab optimis di tengah kondisi dunia terkini.

Terdapat lima area utama yang menjadi fokus utama dalam survei tahun ini. Di antaranya bidang Pendidikan dan Kebudayaan, Kebutuhan Dasar, Ekonomi dan Kesehatan, Kehidupan Sosial, serta Politik dan Hukum. Hasil baik ini mencerminkan generasi muda yang semakin mampu melihat hal-hal baik bermunculan di sekitarnya. Ini meningkatkan harapan akan masa depan Indonesia.

Sederet Bantuan dari Pemerintah untuk Pembelajaran Jarak Jauh

Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai hasilnya, Kawan dapat melihat secara virtual peluncuran diskusi hasil Survei Indeks Optimisme pada Jumat (13/08) pukul 09.00--11.00 WIB melalui seluruh kanal media sosial GNFI (Instagram, Twitter, Facebook, Youtube) dan Youtube KedaiKOPI.

Acara akan dihadiri oleh keynote speakers Erick Thohir, Menteri BUMN sekaligus Ketua Pelaksana Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional. Selain itu, pembahasan hasil survei juga akan dipaparkan oleh Najeela Shihab selaku Pendidik dan Inisiator Semua Murid Semua Guru, Robby Muhammad dari Pakar Sosiolog dan Akademisi, dan Ahmad Erani Yustika sebagai Pakar Ekonomi dan Guru Besar Universitas Brawijaya.

Dengan adanya hasil survei ini diharapkan dapat menjadi gambaran terkait kondisi pandemi yang sedikit banyak sudah memengaruhi optimisme masyarakat. Tak hanya itu, Survei Indeks Optimisme juga diharapkan dapat menjadi referensi dalam pengambilan kebijakan jangka panjang. Terutama terkait generasi muda untuk menuju Indonesia yang berdaulat, maju, dan sejahtera.

Mari bersama saksikan Diskusi Hasil Survei Indeks Optimisme 2021 dan wujudkan Indonesia tangguh Indonesia tumbuh. Salam optimisme!* (COMM)

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Kawan GNFI Official lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Kawan GNFI Official.

KO
MI
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini