Waspada! Ini Ciri FOBO Ketika Sulit Mengambil Keputusan dan Komitmen

Waspada! Ini Ciri FOBO Ketika Sulit Mengambil Keputusan dan Komitmen
info gambar utama

Penulis: Brigitta Raras

Gabung ke Telegram Kawan GNFI, follow Instagram @kawangnfi dan Twitter @kawangnfi untuk dapat update terbaru seputar Kawan GNFI.

Kawan pasti sudah tak asing dengan istilah FOMO atau Fear of Missing Out. Ternyata selain FOMO, juga terdapat istilah mirip dan dicetuskan oleh orang yang sama yakni, FOBO atau fear of better options.

Mungkin sebagian dari Kawan sedang merasa kesulitan dalam mengambil keputusan atau berkomitmen dalam suatu hal. Terdapatnya banyak pilihan yang membuat Kawan khawatir tidak dapat memilih pada opsi yang terbaik. Bila merasa hal demikian, kemungkinan Kawan sedang mengalami FOBO.

Jika dibiarkan begitu saja, tentunya ketakutan ini akan mengganggu produktivitas Kawan. Istilah FOBO dicetuskan oleh Patrick McGinnis, seorang pemodal ventura asal Amerika Serikat.

FOBO didefinisikan sebagai fenomena sosial di mana hadirnya keraguan, kekhawatiran saat mengambil sebuah keputusan. Keputusan tersebut baik dalam hal yang sederhana hingga hal yang sangat penting.

Padahal, tak ada jaminan pasti dari konsekuensi pilihan tersebut. Adanya rasa takut menyesal dan ketidakpercayaan diri, ketika Kawan berusaha mengambil keputusan. Berikut ini beberapa tanda-tanda Kawan mengalami FOBO.

Tanda-tanda mengalami FOBO

Ilustrasi FOBO | Foto: kumparan
info gambar

Takut menyesal

Kawan kerap ketakutan dengan rasa penyesalan yang kemungkinan hadir saat mengambil keputusan. Ketika Kawan mendapatkan berbagai pilihan, Kawan tak mampu memutuskannya.

Kawan merasa khawatir dengan akhir dari pilihan tersebut dan membuat Kawan akan merasa bersalah. Padahal, konsekuensi yang Kawan pikirkan tersebut belum tentu akan terjadi. Inilah yang akan membuat Kawan kesusahan dan mengganggu produktivitas.

Tujuh Bahasa Daerah dengan Penutur Terbanyak, dari Daerah Mana Saja?

Relasi yang buruk

Kawan akan cenderung menampilkan ekspresi atau tindakan negatif ketika menjalin relasi dengan orang lain. Ketika sadar dengan tindakan negatif dalam relasi tersebut, Kawan akan cemas.

Bahkan, Kawan juga akan khawatir untuk memulai interaksi dengan individu lain. Inilah yang akan memunculkan kecemasan dan kekhawatiran sosial dalam hidup Kawan.

Merasa kalah bersaing

Ketika Kawan ingin mencoba jawaban pertanyaan yang diajukan oleh atasan, namun Kawan tak mampu memutuskan apa yang harus dijawab. Padahal Kawan sudah menemukan jawabannya dari berbagai hasil riset yang ditemukan.

Namun, Kawan khawatir jawaban tersebut tidak sesuai dan tidak dapat diterima. Kemudian, hal ini akan menimbulkan kepanikan dalam diri Kawan yang akhirnya muncul perasaan kalah bersaing dengan rekan kerja lainnya.

Ditambah jika rekan kerja Kawan dapat menjawab dengan lebih baik, Kawan akan semakin merasa kalah bersaing dan bersalah karena tidak menjawab. Padahal Kawan tahu, hal itu disebabkan dari rasa ketakutan Kawan dalam membuat pilihan di awal.

PeduliLindungi yang Kini Makin Terintegrasi dengan Banyak Aplikasi 

Cara mengatasi FOBO

Ilustrasi FOBO | Foto: Diksi Daily
info gambar

Ingat kembali prinsip pengambilan keputusan

McGinnis menawarkan beberapa pernyataan yang dapat membantu Kawan dalam mengambil keputusan:

  • Keputusan yang diambil karena Kawan benar-benar ingin melakukannya.
  • Kawan merasa mampu melakukan keputusan tersebut.
  • Kawan tidak mengambil keputusan karena mengikuti orang lain.
  • Kawan memiliki kemampuan untuk ini.
  • Kawan memiliki waktu yang cukup untuk melakukan ini.
  • Kawan memiliki sumber daya untuk melakukan hal tersebut.

Gunakan kerangka berpikir terstruktur

Ketika Kawan tak mampu memutuskan untuk melakukan hal A atau hal B cobalah untuk analisis pilihan tersebut. Pertama, Kawan dapat tentukan dulu masalah yang ada dan apa yang menjadi prioritas saat ini. Kemudian, barulah identifikasi pilihan yang ada dan analisislah kelebihan-kekurangan dari pilihan tersebut.

Setelah itu, barulah Kawan putuskan dan rencanakan tindakan. Kawan akan dapat memutuskan dengan lebih baik, karena awalnya kawan telah mengidentifikasi pilihan yang ada.

Garry Yusuf, Pemuda 18 Tahun yang Raih Omzet Besar dari Bisnis Martabak

Hindari penggunaan media sosial yang berlebih

FOBO dapat muncul akibat dari banjirnya informasi yang diterima melalui internet dan media sosial. Berbagai pilihan juga dapat dihadirkan dari informasi di internet dan media sosial. Selain itu, perkembangan dari teknologi dan internet menjadikan media sosial sebagai wadah pembanding.

Pastikan, Kawan menggunakan media sosial dan internet secara bijak ya. Tak lupa, berikan jeda untuk diri kalian dari kehidupan di dunia maya. Jika perlu, cobalah untuk berhenti mengikuti akun-akun yang membuat Kawan merasa cemas. Kawan juga dapat melakukan pengaturan untuk membatasi berapa lama Kawan berselancar di internet dan media sosial.*

Referensi: Etimes | inverse

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Kawan GNFI Official lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Kawan GNFI Official.

Terima kasih telah membaca sampai di sini