Kenali Crab Mentality, Perilaku yang Dapat Menghambat Kesuksesan

Kenali Crab Mentality, Perilaku yang Dapat Menghambat Kesuksesan
info gambar utama

Penulis: Brigitta Raras

Gabung ke Telegram Kawan GNFI, follow Instagram @kawangnfi dan Twitter @kawangnfi untuk dapat update terbaru seputar Kawan GNFI.

Pernahkan Kawan menemukan orang yang selalu memberikan komentar negatif atas kesuksesan orang lain? Atau mungkin Kawan menjadi korban dari adanya komentar negatif tersebut? Atau bahkan, justru Kawan yang kerap bersikap seperti itu?

Hati-hati, ya, Kawan, mungkin Kawan atau orang tersebut sedang mengalami crab mentality. Istilah crab mentality ini memang dianalogikan dengan sifat kepiting aslinya. Pernahkah Kawan melihat bahwa ketika kepiting naik dan keluar dari ember, kepiting lainnya akan mencapit dan menarik kepiting tersebut agar masuk kembali ke dalam ember.

Perilaku kepiting tersebut dapat dikatakan sebagai rasa solidaritas, karena tidak ingin temannya keluar dari ember dan mati untuk dijadikan santapan. Namun, pada manusia, sikap ini dapat dimaknai dengan adanya pola pikir egois dan iri terhadap kesuksesan orang lain. Perilaku ini dimaknai sebagai adanya seseorang yang mencoba untuk menarik temannya jatuh agar tidak meraih kesuksesan.

Secara sederhana, crab mentality atau mentalitas kepiting dapat didefinisikan sebagai perilaku seseorang yang menjatuhkan dan menghalangi orang lain dalam meraih kesuksesan.

Perilaku crab mentality dapat dilihat seperti adanya sikap meremehkan, menjatuhkan, hingga memanipulasi orang lain. Perilaku crab mentality dapat dilihat dalam kehidupan sehari-hari, di antaranya:

  • Kerap merasa iri dan kesal ketika orang lain berhasil mendapatkan apa yang diinginkannya.
  • Memiliki pemikiran “jika saya tidak dapat mendapatkannya, begitu pula dengan Anda”.
  • Kerap menanggapi keberhasilan orang lain dengan komentar yang bersifat meremehkan dan menjatuhkan.
  • Selalu berpikiran bahwa keberhasilan orang lain selalu berkaitan dengan faktor keberuntungan dan hak istimewa (privilege), bukan dari hasil usaha orang tersebut.

Keadaan ini tentunya akan membuat Kawan sulit untuk merasa tulus dan menghargai pencapaian teman atau orang lain. Perilaku crab mentality tersebut akan menimbulkan perasaan iri dan mencoba membuat orang tersebut berada di tingkat atau level yang sama terhadap diri Kawan.

Sudahkah Bersyukur Hari Ini? Mari Mengenal Manfaat Gratitude Journal

Faktor munculnya crab mentality

Crab mentality | Foto: IDN Times
info gambar

1. Ketergantungan manusia dalam hidup berkelompok

Manusia yang pada umumnya hidup bergabung satu sama lain dalam memudahkan mencapai tujuan bersama, tak jarang menimbulkan persaingan dalam segala hal. Beberapa orang kerap merasa tak boleh ada anggota yang mengalami perubahan, baik dari segi ekonomi dan kesuksesan.

Tindakan ini cenderung memunculkan ejekan atau remehan ke orang yang sedang berusaha mencapai kesuksesan, sehingga akan membuat orang tersebut enggan melanjutkan usaha mereka. Inilah yang akan membuatnya jauh dari kesuksesan. Kalimat ejekan, remehan dan kritik dari orang tersebut hanya ingin membuat Kawan terus berada di tingkat yang sama seperti dirinya.

2. Rasa percaya diri yang rendah

Seseorang dengan mentalitas kepiting cenderung memiliki kepercayaan diri yang rendah, dikarenakan ketika melihat orang lain menuju kesuksesan ia tidak percaya diri untuk ikut juga dalam meraih kesuksesan. Maka dari itu, orang tersebut akan menghasut orang lain agar tidak bertindak menuju kesuksesan mereka.

Jika Kawan menjadi korban, Kawan juga perlu hati-hati jangan sampai Kawan memiliki kepercayaan diri yang rendah sehingga terhasut dengan perkataan mereka. Pastikan Kawan tingkatkan kemampuan dan pengetahuan agar terhindar dari orang-orang dengan mentalitas kepiting.

3. Kompetitif dan perasaan iri

Memiliki ambisi dan jiwa kompetitif memang baik, namun jangan sampai berlebihan ya Kawan. Hal tersebutlah dapat memunculkan crab mentality, adanya perasaan terancam ketika orang lain memiliki kemajuan lebih dibanding dirinya.

Kemudian, mereka akan mengejek segala kemajuan yang ada. Orang tersebut hanya menginginkan dirinya saja yang mengalami kemajuan, tidak dengan orang lain.

Tak hanya itu, ketika ada perubahan yang baik dalam diri orang lain, ia merasa iri hati. Sehingga, memunculkan tindakan yang negatif untuk mencegah terjadinya perubahan tersebut.

Nasib Bahasa Daerah di Tengah Arus Modernisasi

Menghindari dan mengatasi crab mentality

Ilustrasi crab mentality | Foto: profesi-unm.com
info gambar

1. Tetap semangat dan gigih berjuang

Ketika orang lain merasa tindakan Kawan salah, coba kembali sadarilah dan ketahui apa itu benar-benar salah atau ia hanya ingin menjatuhkan saja. Dengan begitu, Kawan tak perlu memikirkan dan memusingkan kritikan dan komentar negatif dari orang lain terhadap apa yang Kawan lakukan.

2. Berelasi dengan orang yang suportif

Mulailah untuk berkelompok dan menjalin relasi dengan teman-teman yang lebih suportif. Dengan begitu, ketika Kawan sedang berusaha mencapai kesuksesan, Kawan memiliki kelompok sebagai penyemangat Kawan.

Tak Selalu Buruk, Ini Manfaat dari Melamun Berdasarkan Penelitian

3. Evaluasi diri

Ketika mencapai sebuah tujuan pasti tak luput dari kegagalan. Namun, jangan sampai kegagalan tersebut membuat Kawan menyerah dan justru Kawan malah menanggapi komentar negatif orang lain tersebut. Perlu diingat, bahwa kegagalan adalah bagian dari proses menuju kesuksesan.

Jadi, sebaiknya Kawan mengevaluasi apa yang salah dan kurang dari apa yang Kawan lakukan. Kawan dapat mengevaluasi apa penyebab dari kegagalan tersebut. Dengan begitu, rasa percaya diri Kawan akan meningkat dan kembali semangat untuk meraih kesuksesan.

Bagaimana, apakah Kawan mau menjadi crab mentality atau justru melihat kesuksesan orang lain sebagai sebuah motivasi dan membuat kemajuan dalam diri Kawan? Harapannya setelah Kawan membaca artikel ini, Kawan akan menjadi individu yang lebih baik dan selalu membawa kesan yang positif bagi orang lain dan diri sendiri, ya!*

Referensi: Psychology Today | alodokter

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Kawan GNFI Official lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Kawan GNFI Official.

Terima kasih telah membaca sampai di sini