Kota Kembang Bandung Resmikan Tiga Kampung Wisata Kreatif

Kota Kembang Bandung Resmikan Tiga Kampung Wisata Kreatif
info gambar utama

Kota Bandung telah lama dikenal sebagai tujuan wisata kuliner dan surganya belanja di Jawa Barat. Banyak wisatawan dari kota-kota terdekat, salah satunya Jakarta, mengunjungi Kota Kembang untuk berlibur singkat di akhir pekan. Sekadar untuk mencoba kuliner-kuliner nikmat dari restoran sampai jajanan kaki lima, kedai kopi atau kafe kekinian, berbelanja di factory outlet dan distro, hingga mengunjungi berbagai objek wisata alam yang berada di pinggir kota seperti Lembang dan Ciwidey.

Kini, Bandung juga menawarkan aktivitas wisata baru yang mengunggulkan produk kreativitas masyarakat lokal, mulai dari kuliner, fesyen, dan budaya di kampung wisata. Saat ini, ada tiga kampung wisata yang telah diresmikan dan setiap tempat memiliki keunikannya masing-masing.

Jika memiliki rencana liburan ke Bandung dalam waktu dekat, cobalah mengunjungi tiga kampung wisata berikut ini:

Kampung Wisata Braga

Jalan Braga termasuk salah satu kawasan ikonik kota Bandung yang selalu ramai dikunjungi wisatawan dari waktu ke waktu. Selain karena memiliki bangunan-bangunan bersejarah, kini Braga menjadi kampung wisata.

Kampung Wisata Kreatif Braga menawarkan pengalaman wisata sejarah dan cagar budaya dengan konsep pariwisata berbasis masyarakat dan pariwisata secara berkelanjutan.

Ada beberapa kegiatan yang bisa dilakukan di Kampung Wisata Kreatif Braga, yaitu berkunjung ke Kawasan Tanaman Obat Keluarga RW 06, sanggar melukis, kacapi suling, Pasar Antik Cikapundung, industri kerajinan daur ulang sampah koran dan kantong plastik di RW 06, dan menyaksikan tembang Sunda Cianjuran dan degung di Rumah Seni Ropih.

Untuk wisata kuliner, bisa mengunjungi restoran legendaris Braga Permai, Kopi Aroma, dan Warung Kopi Purnama. Selain itu, ada pula Co-Working Space Braga yang bisa difungsikan sebagai tempat bagi individu atau komunitas untuk mengembangkan usaha tahap awal, menyediakan fasilitas kantor bersama, layanan konsultasi bisnis dan profesi, dan berfungsi untuk membangun iklim sinergi dan membantu akses individu maupun komunitas dengan jaringan bisnis dan profesional.

Ada pula kawasan Teras Braga yang memanfaatkan gang selebar lima meter dan panjang 25 meter dan akan ditempati oleh 14 tenant UMKM kota Bandung.

"Kehadiran Teras Braga ini untuk mendukung dan memberdayakan ekonomi warga di sekitar. Karena yang mengisi tenant-tenant adalah warga yang sebelumnya berdagang di bawah, menjadi lebih higienis dan kreatif dalam menyajikan kuliner kepada yang berkunjung," ujar Ketua RW 08 Kelurahan Braga, Imam Sadikin, kepada Pikiranrakyat.com.

Huta Tinggi dan Tipang, Desa Wisata Suku Batak dengan Pemandangan Danau Toba

Kampung Wisata Cigadung

Kampung wisata kedua di Bandung ada di kawasan Cigadung, Cibeunying Kaler. Diresmikan pada 24 November 2020, Kampung Wisata Kreatif Cigadung berawal dari Cigadung Creative Belt yang berkembang dan menggali potensi daerahnya secara mandiri. Pengembangan kawasan wisata ini dilakukan oleh masyarakat, tokoh masyarakat, dan kelompok penggerak pariwisata bekerjasama dengan pihak kewilayahan.

Potensi yang ada Cigadung termasuk beragam, mulai dari sektor fesyen, kriya, kuliner, seni budaya, dan akomodasi penginapan. Untuk kuliner, di daerah ini ada restoran terkenal seperti kedai mi bakso Warung Lela (Wale) dan deretan kedai kopi. Di bidang fesyen, ada C-59, Batik Komar, dan Batik Hasan.

Kampung Wisata Kreatif Cigadung memiliki kegiatan Jalur Wisata Satu Hari yang terdiri dari serangkaian aktivitas untuk menarik minat wisatawan. Adapun kegiatan yang dilakukan antara lain membatik sambil menikmati secangkir kopi di Batik Komar, melihat-lihat karya seni lukis dan artefak budaya di Rumah Budaya Rosyid, lengkap dengan menikmati kudapan khas Sunda.

Kemudian, melihat penampilan wayang golek atau kecapi suling di Saung Cepot. Terakhir, pengunjung bisa belanja fesyen etnik dan makan siang dengan menu-menu nikmat khas Sunda.

Ubud Bali Dinobatkan Sebagai Kota Terbaik Ke-4 di Dunia

Kampung Kreatif Rajut Binong Jati

Kampung Wisata Kreatif Rajut Binong Jati ini yang paling baru diresmikan di Bandung pada Oktober 2021. Objek wisata baru ini berada di Kecamatan Batununggal dan memang dikenal sebagai sentra produk rajut sejak puluhan tahun lalu. Bahkan, produk-produk rajut dari kampung Binong Jati sudah menembus pasar internasional.

Kampung Wisata Kreatif Rajut Binong Jati juga memiliki potensi di sektor fesyen, kriya, galeri kreatif, kuliner, dan seni budaya. Di kampung tersebut terdapat beberapa kelompok usaha pengrajin rajut, dari yang manual hingga menggunakan mesin.

Dilansir Jadesta.com, kegiatan produksi kerajinan rajut di Binong Jati telah dimulai tahun 1965. Produk kerajinan ini semakin berkembang dan mencapai masa jayanya pada tahun 1997-1998 di mana saat itu terdapat hingga 700 UMKM di kawasan tersebut. Seiring berjalannya waktu, jumlah pelaku kerajinan rajut mengalami pasang-surut dan tahun 2021 ini terdapat sekitar 418 pelaku usaha.

Banyaknya jumlah pelaku usaha di kampung ini dinilai dapat menumbuhkan kesejahteraan masyarakat dan memiliki daya serap yang besar untuk tenaga kerja. Bahkan, kapasitas produksinya pun terbilang besar hingga 984.426 lusin per tahun.

Istimewanya Sumbu Filosofis dalam Tata Letak Kota Yogyakarta

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Dian Afrillia lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Dian Afrillia.

Terima kasih telah membaca sampai di sini