Lounge in The Sky, Sensasi Nikmati Hidangan dari Ketinggian 50 Meter Siap Hadir di Jakarta

Lounge in The Sky, Sensasi Nikmati Hidangan dari Ketinggian 50 Meter Siap Hadir di Jakarta
info gambar utama

Restoran dengan konsep fine dining yang menyuguhkan hidangan serta suasana eksklusif nan mewah sebenarnya sudah bukan menjadi hal baru di Jakarta. Pada beberapa kawasan yang menjadi tempat di mana deretan gedung pencakar langit berada, cukup banyak ditemui sejumlah restoran yang tidak hanya menyuguhkan hidangan bintang lima, melainkan juga pemandangan langit Ibu Kota yang dilingkupi dengan gemerlap cahaya dari berbagai kegiatan di malam hari.

Tapi pernahkah Anda mendengar atau mengetahui istilah Lounge in The Sky? Istilah satu ini sebenarnya sudah cukup populer sejak lama, khususnya di kalangan para wisatawan yang biasa melakukan perjalanan ke berbagai negara.

Lounge in The Sky sendiri merupakan sebuah pengalaman yang ditawarkan kepada mereka, yang ingin merasakan sensasi menyantap hidangan ala restoran di ‘langit’ yang sebenarnya, dan sudah pasti berbeda dengan menikmati hidangan di restoran pada sebuah gedung tinggi yang menyuguhkan pemandangan langit semata.

Selama ini diketahui baru hadir di beberapa negara lain atau paling dekat di negara tetangga yaitu Malaysia, belakangan dipastikan bahwa kesempatan untuk dapat merasakan sensasi Lounge in The Sky akan hadir di Jakarta.

Rumah Lumbung Sumatra Disulap Jadi Restoran Fine Dining Indonesia di California

360 derajat pemandangan langit Jakarta di ketinggian 50 meter

Kabar hadirnya Lounge in The Sky Indonesia dikonfirmasi oleh pemilik konsep dari pengalaman kuliner ini yaitu Dinner in The Sky Asia, yang berkolaborasi dengan Mangkuluhur City yang memiliki tujuan untuk membangkitkan kembali sektor pariwisata lokal dan internasional.

Nantinya, Lounge in The Sky yang dimaksud akan berlokasi di Boca Rica Tapas Bar & Lounge Mangkuluhur City, yang berada di kawasan Gatot Subroto, Jakarta Selatan.

Mengutip coconuts.co, pengalaman kuliner yang tak biasa ini kabarnya akan beroperasi selama tiga bulan mulai Januari 2022, dan menjanjikan pemandangan langit Jakarta dengan sudut pandang 360 derajat dari ketinggian 45-50 meter, bergantung pada kondisi cuaca di setiap pelaksanaannya.

Lebih detail, wujud dari Lounge in The Sky yang dimaksud adalah sejumlah tamu yang telah melakukan reservasi untuk merasakan pengalaman ini, akan duduk pada sebuah rangkaian meja yang telah diatur sedemikian rupa dengan tingkat keamanan tinggi.

Selanjutnya, rangkaian meja tersebut akan diangkat dengan crane sampai di ketinggian 45-50 meter sehingga dapat menyaksikan pemandangan langit Jakarta secara nyata. Dari ketinggian tersebut pula, para tamu akan menikmati pemandangan sambil menyantap rangkaian menu yang disiapkan mulai dari hidangan pembuka, hidangan utama, hingga penutup.

Masih menurut sumber yang sama, berbeda dengan menikmati hidangan di restoran biasa tentu ada sejumlah ketentuan yang harus dipenuhi oleh para tamu untuk dapat merasakan pengalaman kuliner istimewa ini.

Demi memenuhi syarat keamanan, tamu yang mengikuti penawaran wisata kuliner ini minimal harus berusia 17 tahun dengan tinggi minimal 135 sentimeter dan berat maksimal 150 kilogram. Untuk kapasitas, rangkaian lounge yang dimaksud disebut dapat menampung hingga 32 orang tamu dalam sekali pelaksanaan.

Akan dilangsungkan secara terbatas selama tiga bulan, nantinya waktu pelaksanaan menikmati santapan dari langit ini dilakukan dalam dua sesi pada hari kerja yang masing-masing memiliki durasi 60 menit, yaitu mulai pukul 17:00-18:00 dan 18:30-19:30.

Sementara itu untuk akhir pekan akan berlangsung tiga sesi yang dimulai dengan urutan waktu mulai pukul 17:00-18:00, 18:30-19:30, dan 20:00-21:00. Selama di atas, para tamu akan disajikan berbagai hidangan baik berupa kuliner nusantara maupun mancanegara.

Restoran di Jakarta dengan Konsep Menarik, dari yang Klasik, Elegan, hingga Megah

Sudah diminati 5.000 orang

Bagi sebagian besar orang yang pertama kali mendengar kehadiran pengalaman kuliner satu ini, hal yang pertama terlintas di pikiran sudah pasti mengenai faktor keamanan.

Sekadar informasi, Lounge in The Sky sendiri merupakan salah satu sub-program dari aktivitas wisata yang dimiliki oleh Dinner in The Sky, program wisata asal Belgia yang hadir sejak tahun 2006 ini diketahui tidak hanya menyuguhkan pengalaman kuliner dari atas langit, melainkan juga sejumlah pengalaman serupa lainnya seperti Santa in The Sky (untuk merayakan natal), Marriage in The Sky, Movie in The Sky, dan Concert ini The Sky.

Sudah terlaksana di sekitar 60 negara dan menyuguhkan lebih dari 10 ribu kali penyajian, keselamatan program wisata ini telah memenuhi standar EN13814 yang disetujui oleh TÜV SÜD, sebuah organisasi internasional asal Jerman yang memvalidasi tingkat keamanan dan keselamatan.

Lebih detail, nantinya sebelum ‘diangkat’ ke langit para tamu akan terlebih dulu mendapatkan arahan peraturan keselamatan dan diharuskan memakai rangkaian sabuk pengaman setiap saat selama berada di atas, sementara itu para staf termasuk pramusaji juga akan dilengkapi dengan sabuk pengaman saat menyuguhkan hidangan.

Bicara mengenai tantangan, Jan Hendrik Loen selaku Manajer Operasional Boca Rica Jakarta menyatakan bahwa tantangan yang dihadapi justru dari segi mempertahankan kualitas hidangan yang dimasak di bawah sampai saat disajikan di atas langit nantinya.

"Bagaimana pun caranya, di atas sana makanan harus selalu hangat dan fresh,” ujar Jan, mengutip Kompas.com.

Bagi mereka yang ingin merasakan sensasi kuliner ini setidaknya harus merogoh kocek minimal mulai dari Rp1,6 juta untuk kelas standar atau economy package. Lain itu, ada juga penawaran lebih tinggi yakni Rp2,2 juta untuk business class, dan Rp3,7 juta untuk first class.

Meski harga tersebut terbilang lumayan, sejak pembukaan registrasi untuk reservasi berjalan dilaporkan sudah ada sebanyak 5.000 tamu yang mendaftar dan ingin merasakan sensasi kuliner di atas langit dari Lounge in The Sky.

Koral Restaurant Bali Raih Penghargaan Restoran Terindah di Dunia

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Siti Nur Arifa lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Siti Nur Arifa.

Terima kasih telah membaca sampai di sini