Liburan Tak Jauh dari Rumah, Ini 5 Alasan Staycation Patut Dicoba

Liburan Tak Jauh dari Rumah, Ini 5 Alasan Staycation Patut Dicoba
info gambar utama

Penulis: Faqihah Muharroroh Itsnaini

Di tengah kesibukan yang membuat penat, Kawan pasti memiliki keinginan untuk bersantai sejenak, bukan? Berbagai rutinitas seperti bekerja di kantor seharian, kuliah beberapa kali dalam seminggu, atau mengurus rumah, rasanya membuat Kawan ingin segera berlibur.

Namun, mungkin Kawan tidak semua dari kita memiliki waktu dan biaya khusus untuk pergi liburan. Belum lagi membayangkan hal-hal yang harus dipersiapkan seperti cuti kerja, izin kuliah, durasi perjalanan, dan lain-lain. Tak hanya itu, meski kasus harian COVID-19 semakin menurun dalam beberapa waktu terakhir, regulasi perjalanan masih belum kembali seperti saat sebelum pandemi.

Nah, untuk Kawan yang ingin berlibur tapi memiliki keterbatasan dana atau waktu, bisa mencoba alternatif lain, yaitu staycation. Apakah Kawan sudah tahu, apa itu staycation? Mari kita cari tahu lebih lanjut dalam artikel berikut.

Sasi, Rahasia Masyarakat Maluku di Balik Melimpahnya Sumber Daya Alam

Dari mana asal mula kata staycation?

Staycation | Foto: Pixabay
info gambar

Menurut Cambridge Dictionary, definisi staycation adalah liburan yang dilakukan di rumah atau dekat rumah tanpa pergi atau melakukan perjalanan ke tempat lain. Staycation dapat diartikan sebagai tren liburan di dalam kota. Kata ini merupakan singkatan dari stay (tetap) dan vacation (liburan). Meski istilah ini sudah dikenal sejak cukup lama, aktivitas staycation masih banyak digemari, terutama oleh kalangan milenial.

Istilah ini muncul pertama kali di Amerika pada 2003, saat negara mereka mengalami krisis keuangan. Sementara, istilah staycation telah dikenal di Indonesia sejak awal tahun 2010, meski tren ini baru mengalami peningkatan khususnya di kota-kota besar pada awal 2018. Hingga kini, semakin banyak masyarakat yang tertarik dengan konsep staycation.

Lalu, apa yang bisa Kawan lakukan saat staycation?

Pilihan kegiatan yang dapat Kawan lakukan diantaranya adalah piknik di taman, bersepeda, mengujungi museum, rekreasi ke kebun binatang, atau menginap di hotel terdekat. Meski tentu saja tetap harus memerhatikan dan menjaga protokol kesehatan sesuai aturan yang berlaku.

Seiring dengan perkembangan media sosial dan internet, staycation lebih dikenal dengan arti yang berbeda. Arti dari istilah ini berubah menjadi kegiatan menikmati waktu libur dengan menghabiskan waktu menginap di hotel dalam kota. Saat di hotel, Kawan bisa melakukan maraton film, pesta di kolam renang, memesan makanan, dan masih banyak lagi.

Serba-Serbi GIIAS, Pameran Motor Terbesar Asia Tenggara di Tahun 2021

Alasan tak perlu ragu mencoba staycation

Persiapan lebih mudah | Foto: Unsplash/Anete Lusina
info gambar

1. Lebih hemat biaya

Dibandingkan dengan vacation konvensional, Kawan bisa lebih menekan biaya liburan saat memakai konsep staycation. Pasalnya, Kawan tidak perlu menyusun anggaran khusus bagi tranportasi karena jarak yang dekat dari rumah, atau mengeluarkan biaya tambahan untuk tes PCR maupun karantina.

Jika memiliki budget yang terbatas, Kawan bisa memilih tempat wisata terdekat yang bagus namun terjangkau. Lalu, kalau ingin menginap di hotel berbintang, Kawan dapat pergi bersama keluarga atau teman-teman agar biayanya dapat ditanggung bersama.

2. Waktu fleksibel

Durasi kegiatan staycation berbeda dengan liburan ke luar kota atau negeri yang membutuhkan waktu lama di perjalanan. Dengan konsep ini, Kawan akan lebih mudah menentukan jadwal dan tidak perlu meluangkan waktu khusus.

Kawan bisa berangkat dan pulang di hari yang sama, atau menghabiskan sekitar dua hari saja. Kegiatan ini juga dapat dilakukan saat akhir pekan sehingga tidak perlu cuti kuliah atau kerja.

Detail Motor yang Dipakai Jokowi di Sirkuit Mandalika Karya Bengkel Motor Kustom

3. Terhindar dari lelah

Kebanyakan dari kita malas melakukan perjalanan panjang karena khawatir capek dan lelah. Belum lagi alasan seperti jetlag, susah tidur di kendaraan, pusing dan pegal-pegal saat perjalanan, menunggu lama di bandara atau terminal, dan lain-lain. Nah, konsep staycation akan membuat Kawan terhindar dari lelah ataupun stres karena perjalanan yang relatif singkat.

4. Persiapan dan pelaksanaan lebih mudah

Konsep staycation akan memudahkan kita dalam hal persiapan dan pelaksanaan. Tak perlu ribet-ribet menukar uang, mempersiapkan jenis baju atau peralatan tertentu, Kawan bisa langsung mencari tempat wisata atau hotel yang diinginkan.

Kawan juga tidak perlu memikirkan hal-hal rumit lainnya seperti dokumen penting atau barang bawaan yang berat. Mengapa? Karena kegiatannya relatif sederhana dan lokasinya mudah dijangkau.

5. Pengalaman berbeda

Terakhir, jangan menganggap staycation kurang menarik dibandingkan dengan vacation konvensional, ya. Meski terkesan sederhana dan singkat, ternyata staycation mampu menciptakan suasana baru yang berbeda. Manfaat berupa efek menyegarkan diri juga dapat dirasakan sama seperti ketika traveling ke luar kota atau luar negeri.

Bahkan, nilai tambahnya, Kawan bisa lebih mengenal daerah sendiri. Mungkin saja selama ini Kawan hanya terfokus pada wisata di luar daerah, padahal bisa jadi banyak potensi di dalam kota yang bisa dieksplor.

Hal ini pun bisa membuat kita lebih bangga dan paham dengan keindahan lingkungan sekitar tempat tinggal. Jadi, apakah Kawan tertarik untuk mencoba staycation?*

Referensi:HuffPost Live |Bustle | You Matter World

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Kawan GNFI Official lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Kawan GNFI Official.

Terima kasih telah membaca sampai di sini