Indonesia Resmi Jadi Tuan Rumah IESF eSport World Championship 2022

Indonesia Resmi Jadi Tuan Rumah IESF eSport World Championship 2022
info gambar utama

Mulai bangkitnya situasi tanah air dari gejolak pandemi membuat berbagai kegiatan tahunan bertaraf internasional kembali melirik Indonesia untuk menjadi tuan rumah sejumlah perhelatan acara besar, termasuk dalam pelaksanaan berbagai ajang olahraga kelas dunia tanpa terkecuali.

Masih belum usai euforia dari perhelatan rangkaian kompetisi balap mulai dari Asia Talent Cup hingga World Superbike yang berlangsung di Mandalika pada akhir pekan (21/11) kemari, ditambah salah satu rangkaian turnamen bulu tangkis dunia yakni Indonesia Masters 2021 yang telah melangsungkan partai final di hari yang sama namun berlokasi di Bali.

Para penikmat dunia olahraga di tanah air masih akan disuguhkan dengan gelaran kompetisi lain yang berlangsung di Indonesia pada tahun 2022 mendatang. Bukan hanya seri kedua MotoGP yang dijadwalkan bergulir pada bulan Maret di sirkuit Mandalika, terbaru Indonesia juga telah dikonfirmasi akan menjadi tuan rumah untuk kejuaraan dunia eSport di tahun yang sama.

14th IESF eSport World Championship, adalah turnamen yang dijadwalkan akan terlaksana pada bulan November tahun depan dan telah menetapkan wilayah Nusa Dua, Bali sebagai tempat kompetisi tersebut berlangsung.

Menakar Industri eSport dan Potensinya untuk Indonesia

Dimulai dengan babak kualifikasi tingkat nasional

Berdasarkan keterangan dari pihak Komite Olimpiade Nasional (NOC Indonesia), terpilihnya Indonesia sebagai tuan rumah untuk gelaran IESF eSport World Championship diresmikan pada hari Jumat (19/11) lalu.

Peresmian tersebut ditandai dengan penerimaan plakat seremonial dari Presiden Federasi eSport Internasional (IESF) Vlad Marinescu, kepada Desra Firza Ghazfan selaku delegasi NOC Indonesia pada acara IESF Ordinary General Meeting di Eilat, Israel, yang sekaligus menjadi tuan rumah dalam penyelenggaraan kejuaraan dunia eSport ke-13 di tahun ini pada tanggal 14-20 November kemarin.

Secara spesifik, kejuaraan dunia eSport ke-14 nantinya akan berlangsung mulai tanggal 20-27 November dan akan diikuti lebih dari satu juta peserta, yang akan terlebih dulu melalui tahap kualifikasi nasional di masing-masing negara yang bergulir sejak bulan Januari hingga Mei.

Tahap tersebut kemudian dilanjut dengan babak kualifikasi di regional Eropa, Afrika, Asia, dan Amerika yang berlangsung dari bulan Juli hingga September, sampai mendapatkan sejumlah tim terpilih yang akan melakukan laga utama di Bali.

Dalam kesempatan tersebut, Marinescu menilai bahwa Bali merupakan lokasi yang tepat untuk menyelenggarakan kompetisi yang akan menjadi ajang pertemuan bagi sejumlah pro-player tingkat dunia yang berasal dari berbagai negara.

“Bali sangat ideal untuk menjadi tuan rumah IESF 14th eSport World Championships 2022. Sebab, Indonesia memiliki tim eSport yang luar biasa dan telah berkembang sejak lama. Kami sangat gembira bisa membawa event ini ke Bali,” ujar Marinescu.

“Saat ini komunitas eSport di seluruh dunia telah berkembang menjadi sangat besar. Kami tidak sabar melihat mereka bertemu dengan kondisi terbaik untuk menunjukkan kemampuan optimalnya.” tambahnya.

Sementara itu Benjamin Assarasakorn, selaku Sekretaris Jenderal Federasi eSport Asia Tenggara (SEAEF), memandang bahwa kesempatan ini dapat menjadi pembuktian bagi Indonesia sebagai satu-satunya negara di Asia Tenggara yang mendapatkan kesempatan menjadi tuan rumah untuk penyelenggaraan kejuaraan dunia eSport.

“Penetapan Indonesia sebagai tuan rumah IESF 14th eSports World Championships 2022 menjadi bukti bahwa ASEAN merupakan regional yang siap untuk menyelenggarakan turnamen eSport kelas dunia,” tutur Benjamin.

Tim eSport Indonesia Raih Gelar Juara di Ajang Free Fire All Stars 2021 Asia

Tentang IESF

eSport
info gambar

Apa yang dikatakan oleh Benjamin tentu bukan tanpa alasan. Jika menilik riwayatnya, IESF (International eSport Federation) yang berdiri pada tahun 2008 memang tak pernah absen menyelenggarakan kejuaran eSport dunia tiap tahunnya.

Namun, dari setiap turnamen tahunan yang bergulir sejak pertama kali berdiri, dominasi akan tuan rumah maupun juara umum dari kompetisi tersebut masih diisi oleh Korea Selatan, sementara itu kesempatan untuk menjadi tuan rumah baru pernah dirasakan oleh Romania, Azerbaijan, Taiwan, dan Indonesia sendiri yang pernah menjadi tuan rumah pada penyelenggaran tahun 2016 yang berlangsung di Jakarta.

Sedangkan untuk gelar juara, negara yang baru berhasil merebut gelar tersebut dari Korea Selatan baru pernah dirasakan oleh Swedia, Serbia, dan Jepang. Padahal, hingga saat ini IESF sudah mencatat sebanyak 111 negara anggota yang berasal dari berbagai benua yaitu Afrika, Amerika, Asia, Eropa, dan Oseania.

Sementara itu jika bicara mengenai jenis eSport yang diperlombakan, sampai saat ini diketahui terdapat tiga genre gim yang disertakan dalam kejuaraan tersebut, yakni PC (komputer), mobile phone, dan konsol.

Melihat peluang yang ada dengan diawali sebagai tuan rumah, Bambang Sunarwibowo selaku Ketua Harian PB eSport Indonesia berharap kesempatan ini akan menjadi awal mula tumbuhnya kejayaan eSport Indonesia hingga kancah dunia.

“Kami meyakini event ini akan menjadi motor berkembangnya industri eSport nasional dan menjadi tonggak penting dalam sejarah eSport Indonesia,” jelasnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Ketua NOC Indonesia Raja Sapta Oktohari, yang pada bulan September lalu diketahui berhasil melakukan langkah diplomasi dan menempatkan salah satu perwakilan Indonesia, yaitu Tommy Hermawan Lo untuk masuk dalam jajaran dewan IESF.

“Saya berharap IESF 14theSport World Championships 2022 di Indonesia bisa menambah gairah industri eSport di Tanah Air,” pungkas Okto.

Ragam Upaya untuk Terus Dorong Ekosistem eSport di Indonesia

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Siti Nur Arifa lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Siti Nur Arifa.

SA
MI
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini