Upaya Mengurangi Limbah Makanan di Indonesia, Marsel Tansil: Yumm.It Hadir Sebagai Solusi

Upaya Mengurangi Limbah Makanan di Indonesia, Marsel Tansil: Yumm.It Hadir Sebagai Solusi
info gambar utama

"Pada tahun 2024, kami punya target untuk dapat menyelamatkan satu juta ton makanan potential waste."

---

Ide untuk berbisnis memang bisa datang dari mana saja. Kadang, tak melulu soal kesempatan atau dari tren yang sedang populer, tetapi juga bisa diawali dengan sebuah permasalahan di sekitar kemudian dicarikan solusinya. Konsep bisnis ini bermodal kejelian dalam melihat permasalahan dan menjadikannya sebagai sebuah peluang usaha.

Tanpa disadari sebenarnya banyak bisnis yang menawarkan solusi atas sebuah permasalahan. Sebut saja jasa penatu yang membantu orang-orang sibuk dan tak sempat mencuci pakaian sendiri, day care atau tempat penitipan anak bagi orang tua yang bekerja kantoran, jasa titip belanja untuk membeli barang-barang tanpa harus bepergian, hingga jasa transportasi dengan pemesanan daring untuk memudahkan kita dalam bepergian.

Konsep serupa juga menjadi ide awal bagi pemuda bernama Marsel Tansil Tungka dalam mengembangkan bisnisnya yaitu Yumm.It. Pengusaha kelahiran 15 Maret 2000 asal Luwuk, Sulawesi Tengah ini melihat sebuah permasalahan yang nyata ada di Indonesia, yaitu soal food waste atau sampah makanan. Pembuangan limbah makanan berlebih ini menjadi masalah besar dan berdampak buruk bagi lingkungan.

Setelah meriset data soal sampah makanan, Marsel kemudian menyadari bahwa tempat-tempat penjualan makanan, mulai dari restoran, toko roti, hotel, dan supermarket menjadi sumber dari stok makanan berlebih yang berpotensi menjadi food waste. Banyak makanan yang tidak laku terjual kemudian dibuang begitu saja dan menjadi sampah.

Melihat permasalahan tersebut, Marsel menangkapnya sebagai sebuah peluang. Pria yang saat ini masih menempuh pendidikan Pra Sarjana International Business Management di Universitas Ciputra Surabaya kemudian mengembangkan sebuah aplikasi bernama Yumm.It.

Di aplikasi tersebut, ia mengumpulkan berbagai pemilik usaha makanan dan membantu menjual stok makanan berlebih, tentunya masih layak konsumsi, dengan potongan harga yang menguntungkan bagi konsumen. Sederhananya, aplikasi ini menjual makanan dari merchant dengan harga miring sekaligus membantu menyelamatkan stok makanan berlebih agar tidak menjadi sampah.

Untuk memahami bisnis dengan konsep yang bertujuan baik untuk lingkungan ini, tim GNFI telah berbincang-bincang dengan Marsel pada Sabtu, (27/11/2021). Berikut rangkumannya:

Rintis Agroindustri untuk Desa Wisata Pujon Kidul, Amirul Muttaqin: Inovasi Itu Penting
Aplikasi Yumm.It | Dokumentasi pribadi Marsel Tansil Tungka
info gambar

Apa itu Yumm.It?

Yumm.it adalah aplikasi realisasi gerakan zero food waste dari Indonesia, aplikasi yang membantu menjual makanan berlebih dengan harga diskon 30-50 persen dengan estimasi waktu sebelum tutup. Konsep ini dapat membantu menyelesaikan permasalahan limbah makanan di Indonesia dan juga dapat menyelesaikan masalah makanan berlebih dari pihak pemilik restoran, supermarket, hotel, maupun toko roti.

Apa peran Marsel di Yumm.It?

Peran saya sebagai CEO tentunya memastikan setiap divisi mengerjakan tugas mereka semaksimal mungkin. Saya juga merancang setiap tugas serta mengontrol setiap workflow yang ada dan tentunya menjadi leader bagi mereka. Tugas paling utama adalah membuat tim saya happy, karena jika mereka happy, my customer juga pasti happy.

Apa yang menjadi inspirasi pengembangan Yumm.It?

Ide awal kami yaitu kami melakukan beberapa riset data mengenai permasalahan apa saja yang ada di Indonesia. Kemudian kita menemukan suatu isu permasalahan besar yang jarang orang Indonesia perhatikan padahal negara kita berada pada urutan ke dua dalam permasalahan mengenai food waste .

Setelah itu kami melakukan riset lebih lagi yaitu mencari tahu resources utama dari food waste ini dari mana sih, ternyata dari data yang kami temui sumber utama food waste berada pada restoran, toko roti, supermarket, hotel, bahkan rumah kita yang sekiranya quality control kurang baik dan menghasilkan food waste.

Maka dari itu aplikasi Yumm.It hadir sebagai solusi untuk bisa membantu menjualkan makanan layak konsumsi dengan harga diskon, harapannya makanan tersebut dapat terdistribusi dengan baik.

Bagaimana proses Marsel dalam mengembangkan Yumm.It?

Perjalanan kami cukup panjang. Kita bermula dari tahun 201, pada saat itu adalah waktu kami untuk memvalidasi market yang ada dan mencoba membuat MVP dari aplikasi kami. Setelah melewati perjalanan yang berawal dari ide, kami pun mengambil satu langkah untuk bisa terjun mengikuti perlombaan start up yang ada mulai dari skala nasional bahkan skala internasional.

Pada tahun 2020 kami launching aplikasi pertama kami yang pada saat itu bertepatan dengan adanya pandemi. Tapi dari problem pandemi yang kami hadapi, kami melihat suatu peluang baru untuk bisa terjun dan merealisasikan sebuah ide ini. Sampai sekarang kami sangat senang bisa menolong lebih dari tiga ton makanan yang berpotensi menjadi food waste.

Sekarang kami punya program baru yaitu Bread Rescue yang berkolaborasi bersama salah satu organisasi non-profit yaitu Foodcycle. Kami menolong beberapa roti untuk didistribusikan ke yayasan dan panti asuhan.

Impact apa yang diharapkan dari aplikasi ini?

Impact yang kami harapkan tentunya ingin menekan angka food waste lebih besar lagi. Kami juga mengangkat empat poin penting dalam sustainable development goals, yaitu:

  1. Zero hunger, bersama Yumm.it kita bisa menekan angka kelaparan di Indonesia dengan berbagi makanan.
  2. Sustainable cities and communities, bersama Yumm.it mari selamatkan overstock food dari restoran terdekat sebelum jam tutup mereka agar tidak menjadi tumpukan sampah organik esok harinya. Ingat bahwa Indonesia penyumbang sampah ke-2 terbesar di dunia.
  3. Responsible consumption and production, dengan tidak membuang makanan layak konsumsi.
  4. Climate action, ini adalah langkah untuk selamatkan bumi dari karbondioksida berlebih yang disebabkan sampah organik.
Budidayakan Maggot, Cara Murah Penuhi Pakan Ternak dan Kurangi Limbah Organik
Marsel Tansil Tungka © Dokumentasi pribadi Marsel Tansil Tungka
info gambar

Saat ini ada berapa merchant yang bergabung?

Sampai saat ini kami sudah terhubung dengan lebih dari 200 merchant yang sudah menjadi bagian dari kami yang di dalam nya ada restoran, toko roti, dan fresh market.

Dari sisi merchant, apakah setiap hari pasti ada stok makanan lebih?

Bagi dari sisi merchant yang pakai konsep made off order, para merchant sudah memproduksi stok makanan terlebih dahulu. Contoh seperti merchant rumah makan Padang, yang sangat disayangkan ketika stok makanan tersebut berubah menjadi overstock food, yang berikutnya akan berpotensi menjadi food waste. Kami mencegah hal itu jangan sampai menjadi food waste, maka dari itu para merchant dapat kami bantu untuk pendistribusian makanan overstock food tersebut.

Untuk pemilihan merchant, apakah melalui kurasi khusus?

Pemilihan merchant yang ada di Yumm.it tentunya melalui proses beserta SOP yang perlu mereka taati. Bahwasanya kami pun membuka kesempatan baik dari UMKM , homemade, restoran, toko roti, supermarket, bahkan hotel dengan satu syarat yaitu menaati SOP dan punya standardisasi makanan layak konsumsi.

Apa keuntungan yang didapatkan merchant yang bergabung di Yumm.It?

Keuntungan utama dari sisi merchant tentunya dengan adanya kami, mereka dapat tertolong untuk bisa menjual makanan overstock dengan diskon, dibanding makanannya terbuang percuma. Bukan hanya itu, kamu pun membantu memperkenalkan brand merek secara digital sehingga harapannya mereka lebih banyak mendapatkan exposure yang lebih luas lagi.

Kami pun punya opsi lain yaitu program berdonasi makanan yang harapannya bisa menambah nilai-nilai sosial untuk para merchant itu sendiri. Juga ke depan kami ada suatu program waste management yang sekiranya dapat membantu mengolah sampah makanan dari setiap merchant yang bergabung.

Apa keuntungan yang didapatkan konsumen yang menggunakan Yumm.It?

Keuntungan utama dari user kami yaitu mereka bisa memesan makanan overstock yang tentunya masih layak konsumsi dengan harga diskon. Tentunya dapat menghemat budget mereka dan secara tidak sadar sudah menyumbang dalam berkontribusi untuk pengurangan pembuangan limbah makanan berlebih. Juga dengan adanya program donasi makanan berlebih, mereka pun bisa mendapatkan nilai sosial.

Bagaimana cara konsumen memesan makanan lewat Yumm.It?

Teknis pemesanan makanan kami sangat mudah. Para user hanya tinggal download aplikasi Yumm.It di Playstore, kemudian daftar, top-up, dan pesan makanan dari merchant. Dalam waktu kurang dari dua jam, makanan sudah siap dinikmati dan dengan begitu para konsumen sudah berkontribusi dalam penyelelamatan makanan.

Inovasi Produk Cokelat Edamame, Rizqo Palefi: Kami Ingin Jadi Trendsetter Olahan Edamame
Marsel di ajang Perwira | Dokumentasi pribadi Marsel Tansil Tungka
info gambar

Bagaimana respons market terhadap aplikasi Yumm.It?

Respon market di awal kami memperkenalkan konsep penjualan overstock food ini belum banyak yang bisa menerima konsep ini. Banyak sekali omongan bahwa yang kami jualkan adalah makanan sisa atau makanan basi. Tapi kami bisa patahkan semua itu dengan memberikan pemahaman bahwa kami menjualkan makanan overstock yang tentunya masih sangat layak di konsumsi.

Sampai saat ini ada berapa pengguna Yumm.It?

Sampai saat ini total pengguna aktif kami yaitu lebih dari 800 User aktif.

Saat ini baru ada di Android, apakah akan merambah ke iOS?

Ya, sampai saat ini kami masih ekslusif di Android dan harapannya kami akan masuk ke pasar IOS .

Apa strategi yang dilakukan untuk mengembangkan bisnis ini, mengingat platform dengan konsep “menyelamatkan food waste” ini mungkin masih asing di masyarakat?

Salah satu strategi kami untuk konsep ini agar dikenal banyak audience yaitu dengan cara memperkuat strategi digital marketing dengan membuat webinar, pengembangan di setiap channel digital.

Dengan memanfaatkan media sosial kami dapat menggaet lebih banyak user dan produk di aplikasi Yumm.It bisa cepat terselamatkan. Kami pun tidak hanya asal upload sebuah konten, kami pun membuat sebuah strategi khusus yang berkaitan dengan psikologi dan emosi dari audience, harapannya mereka pun dapat tertarik pada apa yang kami kerjakan. Kemudian, harapannya mereka pun dapat aware terhadap isu ini.

Kami pun sekarang sedang membuat komunitas yang sudah beranggotakan 100 lebih dengan nama Yumers (Youth United Millenials Ecosystem Reliable Savior). Harapannya dengan komunitas ini kami bisa menciptakan sebuah gerakan yang menghasilkan dampak yang lebih besar lagi demi mengurangi limbah makanan berlebih.

Apa saja tantangan yang dihadapi dalam pengembangan bisnis ini?

Tantangan terbesar dalam pengembangan bisnis ini yaitu berada pada faktor internal dan eksternal. Di sisi internal, komplesitas sistem sebuah pembuatan aplikasi ini yang sebenarnya suatu hal yang perlu didalami dan dipelajari, kemudian permasalahan akan keharmonisan suatu tim juga menjadi sebuah tantangan bagi kami, serta kinerja performa.

Saya hanya berpegang satu, yaitu kita sebagai tim harus memiliki sebuah empati. Empati ini jika tim kita punya, pasti tim kita pun bisa merasakan empati itu kepada customer kita. Kemudian di sisi eksternal, permasalahan terbesar yaitu mengedukasi market itu sendiri akan konsep ini.

Untuk pembuatan aplikasi, apalah di-develop oleh tim internal?

Awal membuat aplikasi ini kami melibatkan outsources tetapi seiring berjalannya waktu kami memasukan tim internal dalam pengerjaan projek ini.

Apa rencana Yumm.It yang akan datang?

Kami akan melebarkan sayap dengan menjalin berbagai kerjasama bersama stakeholder yang ada. Kami pun punya target akan mendapatkan funding series dan pada tahun 2022 akan ekspansi ke Jakarta. Pada tahun 2024, kami punya target untuk dapat menyelamatkan satu juta ton makanan potential waste.

Kami juga akan terus mengembangkan program donasi makanan dan ini harapannya kami punya next program yaitu waste management yang akan digarap tahun 2022.

Ada target jumlah merchant, pengguna, dan jangkauan?

Sampai saat ini kami tersedia di tiga kota yaitu Surabaya, Yogyakarta, dan juga Malang. Kami punya target di tahun 2022 kami akan ekspansi ke Jakarta. Juga harapan kami di tahun 2022 kami sudah memiliki lebih dari 500 merchant.

Apa Keunggulan Yumm.It dibanding aplikasi serupa?

Keunggulan app kami dari aplikasi lain yaitu dapat menyalurkan makanan tersebut lebih efisien dengan standar operasional yang sudah terintegrasi. Kami pun punya tampilan UI/UX yang lebih unggul dibandingkan pesaing. Bukan hanya itu kami bisa melihat nilai-nilai sosial yang kami realisasikan pada app kami.

Saat ini ada berapa jumlah tim Yumm.It, terdiri dari bagian apa saja?

Sampai saat ini di tim internal ada 10 orang, yaitu founder, developer, admin, operational and documentation, business development, dan creative director. Untuk kurir ada lebih dari 30 yang tersebar di 3 kota.

Apakah ada tantangan sendiri yang dirasakan sebagai pebisnis muda?

Tentunya tantangan menjadi pebisnis muda yaitu kadang belum terlalu dipercaya sama pebisnis senior. Istilahnya sudah di-underestimate, tapi yang bisa saya lakukan yaitu dengan membuktikannya ke mereka.

Selain dari itu tentunya karena masih muda masih minim pengalaman, maka selalu belajar dan mencari pengalaman sebanyak-banyaknya .

Bisa diceritakan proses Yumm.It di ajang Perwira yang diadakan Pemprov Jawa Timur?

Pada tahun 2021, kami mengikuti ajang Perwira yang diselenggarakan atas inisiasi Pemprov Jawa Timur. Dari serangkaian acara, saya sangat suka karena kita belajar banyak hal, dari mengatur tim dan melihat kembali bisnis model.

Sampai pada saat pitching day kita diberi kesempatan untuk ditanyakan langsung oleh advisor yang menarik banget, salah satunya Pak Emil Dardak yang merupakan Wagub Jatim.

Yumm.It sendiri terpilih menjadi 10 besar Perwira Juara. Ini merupakan langkah untuk menghubungkan Yumm.It kepada stakeholder dan membuat kita bisa naik level lagi.

Apa kunci menjalankan bisnis dari Marsel?

Kunci dalam membangun sebuah bisnis yaitu dengan mempunyai mindset yang fokus pada menyelesaikan permasalahan yang ada dan mengubah permasalahan dengan solusi yang ada. Pebisnis harus punya spirit, integritas, dan pantang menyerah. Tujuan utamanya adalah creating impact lives.

Ada tip untuk teman-teman yang mau mulai berbisnis?

Memulai bisnis starting from small and dream big. Dan yang perlu diingat jika punya sebuah plan dan ide, usahakan bisa merealisasikannya dengan cara do action, sama halnya seperti hukum Newton, harus ada aksi maka akan menghasilkan reaksi. Reaksi ini harus benar dan tepat sasaran pada market yang mau dituju.



Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Dian Afrillia lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Dian Afrillia.

DA
MI
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini