Rintis Agroindustri untuk Desa Wisata Pujon Kidul, Amirul Muttaqin: Inovasi Itu Penting

Rintis Agroindustri untuk Desa Wisata Pujon Kidul, Amirul Muttaqin: Inovasi Itu Penting
info gambar utama

“Pukid Pujon Kidul telah dan diharapkan terus menjadi inspirasi bagi anak muda di Pujon Kidul untuk ikut menjadi seorang pelaku wirausaha muda.”

---

Memiliki keberhasilan dalam merintis suatu usaha tentu merupakan hal yang membanggakan. Tapi pencapaian yang dimaksud tentu akan menjadi semakin istimewa jika dampak positif yang dimiliki dapat dirasakan oleh orang banyak terutama bagi masyarakat sekitar.

Setidaknya hal tersebut yang sudah sejak lama dirasakan dan dimiliki oleh Amirul Muttaqin, pria yang berasal dari Desa Pujon Kidul, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, Jawa Timur, dalam mengelola usaha peternakan sapi yang ia miliki.

Sosok yang juga akrab disapa dengan sebutan Kang Ilun ini tidak ingin berpuas diri dengan hanya sebatas menjalani usaha peternakan yang mendatangkan keuntungan bagi dirinya. Sejak lama, dia dan berbagai pihak di wilayah desa tempat tinggalnya telah bersama-sama merintis kawasan Desa Wisata, dan menjadikan usaha peternakan yang ia miliki sebagai salah satu elemen untuk mendukung Desa Wisata Pujon Kidul.

Mulai dari mendirikan pusat edukasi agroindustri hingga menciptakan produk olahan dari hasil peternakan, Kang Ilun menyadari bahwa apa yang ia jalani masih membutuhkan arahan terutama jika ingin membuat usaha dan upaya perintisan desa wisata di tempat tinggalnya lebih maju.

Hal tersebut yang memotivasi Kang Ilun untuk selalu memanfaatkan peluang yang ada, salah satunya dengan mengikuti program Perwira, yaitu program yang menjaring ratusan wirausahawan di wilayah Jawa Timur, dan memiliki keinginan untuk meningkatkan kompetensi dan kapasitasnya sebagai seorang pelaku usaha.

Beruntungnya, Kang Ilun dan Pukid Pujon Kidul menjadi salah satu pihak yang terpilih untuk belajar bersama dengan para advisor dan mentor, agar memahami jalan yang harus dilalui untuk dapat menjadi pelaku usaha yang sukses sekaligus bermanfaat bagi masyarakat.

Kepada GNFI, Kamis (25/11/2021), Kang Ilun membagikan bagaimana perjalanannya dalam mengembangkan usaha peternakan yang ia miliki untuk menjadi agroindustri dan menyelaraskan dengan kelangsungan desa wisata yang ada di wilayah tempat tinggalnya.

Kupas Tuntas Perkembangan Ekonomi Kreatif Indonesia dari Sisi Pemerintah dan Pelaku Usaha

Bisa diceritakan awal mula merintis usaha agro industri Pukid Pujon Kidul?

Usaha kita tidak terlepas dari sebuah konsep desa wisata yang kita rintis bersama Kepala Desa, teman-teman karang taruna, dan kelompok sadar wisata (pokdarwis).

Background kami adalah petani peternak sapi perah, dan itu salah satu unsur kearifan lokal Desa Pujon Kidul, bahan baku susu sangat melimpah dan itu kita manfaatkan menjadi sebuah produk unggulan desa. Agroindustri kami juga menjadi destinasi wisata Pujon Kidul sebagai desa wisata.

Kapan proses perintisan tersebut mulai berjalan?

Kalau usaha peternakan itu sebenarnya turun-temurun tapi baru di tahun 2006 punya sapi perah sendiri, mulai bergabung dengan karang taruna dan inisiasi desa wisata di tahun 2010 lalu mulai merintis usaha olahan susu sapi di tahun 2012.

Apa makna dari nama Pukid?

PUKID kita ambil dari nama singkatan Desa Pujon Kidul, kita pakai agar berkesinambung dan mudah diucapkan serta mudah diingat.

Siapa saja yang terlibat dari pendirian agroindustri Pukid?

Pendirian PUKID kita inisiasi dengan istri saya yang suka sekali membuat produk, ada konsultan usaha sosial yaitu M. Anwar, founder Jelajah Kampung sebagai sahabat dan juga teman sharing dalam kita merintis digital marketing-nya. Dan juga sosok Kepala Desa Pujon Kidul yang sering kita ajak sharing tentang keterkaitan produk dan desa wisata.

Inovasi Produk Cokelat Edamame, Rizqo Palefi: Kami Ingin Jadi Trendsetter Olahan Edamame

Apa saja produk olahan susu yang dihasilkan dari agroindustri ini?

Produk olahan susu kita terdiri dari stik susu, permen, es krim, kuping gajah susu, kerupuk susu, yogurt hasil pasteurisasi dari susu kolostrum yang selama ini selalu di buang, dan masih banyak lagi.

Bagaimana konsep yang diterapkan dalam menggabungkan usaha olahan peternakan dan desa wisata?

Kearifan lokal dalam dunia peternakan itu yang kita kelola menjadi atraksi wisata nya, seperti memberi pakan sapi, membuat biogas, proses pemerahan sapi, dan edukasi proses pembuatan produk olahan susunya.

Itu semua menjadi daya tarik tersendiri dari wisata Desa Pujon Kidul, menjadi sebuah brand Desa Pujon kidul juga, di mana tamu wisata ketika datang ke desa kami pasti ingat produk kami, begitu juga sebaliknya mereka melihat produk kami pasti ingat desa wisata Pujon Kidul

Dalam skala usaha, Pukid Pujon Kidul sudah memiliki berapa banyak karyawan?

Ada saya Amirul Muttaqin (Kang Ilun) sebagai Direktur, Kepala Produksi istri saya Bunda Ani, M. Anwar selaku Konsultan Marketing, dan karyawan lima orang.

Sebelum pandemi karyawan kita ada 10 orang, outlet ada tiga, sementara satu outlet tidak berjalan dikarenakan pandemi maka karyawan kita kurangi.

Bagaimana sistem pengelolaan peternakan yang diandalkan dalam usaha ini?

Peternakan awalnya kita milik sendiri (keluarga), terdiri dari sebanyak 20 ekor sapi yang tata kelolanya kita tangani sendiri. Ada karyawan pencari rumput dua orang, dengan model kandang modern berstandar pabrik Nestle.

Sementara itu proses pemerahan susu menggunakan metode manual dan mesin perah semi manual.

Peternakan Sapi Perah Terbesar dan Termodern se-Asia Tenggara Akan Ada di Indonesia

Selain dari segi usaha, dampak besar apa yang dihadirkan bagi masyarakat sekitar?

Kita menolong peternak yang biasanya kelebihan hasil susu sapi kolostrum (susu sapi habis melahirkan). Berbeda dari susu sapi perah biasa, selama kurun waktu tujuh hari susu tersebut kalau di masak akan pecah, karena itu pihak koperasi susu tidak mau menerima susu kolostrum, jadi kita olah agar tidak terbuang dan tetap dapat mendatangkan nilai tambah.

Sementara itu manfaat lainnya, Pukid telah dan diharapkan dapat terus menjadi inspirasi anak muda di Pujon Kidul untuk ikut menjadi seorang pelaku wirausaha muda.

Produk olahan peternakan susu pukid Desa Pujon Kidul
info gambar

Hasil olahan Pukid sudah dipasarkan ke mana saja selain di Kota Malang?

Kita di Kota Surabaya ada reseller, meski tidak ada toko fisik tapi penjualan keluar kota juga kita lakukan melalui sistem penjualan online.

Apa tantangan yang selama ini diantisipasi dalam menjalani usaha dan bagaimana cara menghadapinya?

Dari bidang agroindustri yang menjadi antisipasi utama sebagai tantangan itu pasti dalam hal kompetitor. Makanya inovasi produk itu penting, selama ini inovasi kita lakukan tiap tahun, inovasi tempat edukasi juga sudah dilakukan sejauh ini mencapai 70 persen.

Untuk inovasi yang akan datang rencananya ada transformasi kemasan yoghurt dan pengembangan pasar, tapi yang paling utama inovasi tempat dulu agar wisatawan yang berkunjung ke kita bisa nyaman dan terlayani dengan baik.

Bagaimana tanggapan menyikapi jika ada usaha yang tidak mampu mengikuti perkembangan zaman dan akhirnya kolaps?

Hal seperti itu bisa terjadi karena beberapa kondisi, pertama tidak ada keseriusan dan kurang telaten dalam mencari pasar serta konsumen atau pelanggan. Tidak ada perencanaan bisnis, dan tidak ada penataan dalam keuangan.

Apakah Pukid Pujon Kidul memiliki strategi tersendiri dalam mempertahankan kelangsungannya?

Memang harus, apalagi kalau bicara soal tantangan terkait situasi seperti saat pandemi, kita tidak mengandalkan satu unit usaha saja, ada unit peternakan dan perkebunan yang tetap kita tekuni dan itu menutup minus usaha kita pada saat awal terjadi Covid-19. Ke depannya juga kita pasti akan terus berinovasi.

Pukid Pujon Kidul menjadi salah satu usaha yang masuk dalam program Perwira, dampak apa yang paling terasa setelah mengikuti program tersebut?

Betul, Alhamdulillah di Perwira kita mengenal tentang bisnis yang sebenarnya itu seperti apa. Kita jadi tahu bahwa dalam mengembangkan bisnis atau usaha yang sedang ditekuni harus menyesuaikan dengan tingkat dan kelas yang sesuai dengan kemampuan kita.

Contohnya, kita jadi tahu bagaimana caranya mencari investor, bagaimana caranya menata bisnis itu sendiri, membuat perencanaan keuangan, perencanaan menjaring customer, menjaring pasar, dan sebagainya yang dapat membawa suatu bisnis ke cakupan dalam skala besar.

Jadi kita tidak hanya menjadi bisnis yang jalan di tempat, Alhamdulillah di perwira kita mendapatkan pengetahuan itu semua.

Apa harapan untuk Pukid Pujon Kidul kedepannya?

Semoga pandemi ini cepat berakhir, usaha kita tetap bertahan dan semoga bisa semakin besar agar bisa semakin banyak menyerap tenaga kerja masyarakat di sekitar kita.

Bisnis UMKM, Usaha Kecil Berbuah Rupiah

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Siti Nur Arifa lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Siti Nur Arifa.

SA
MI
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini