Penting Bagi Kehidupan, Inilah Fungsi dan Fakta Hutan Mangrove

Penting Bagi Kehidupan, Inilah Fungsi dan Fakta Hutan Mangrove
info gambar utama

Kawan GNFI pasti tidak asing dengan kata "mangrove", terutama jika Kawan mahasiswa kehutanan, teknik lingkungan, biologi, kelautan atau jurusan-jurusan lain yang serupa. Namun, apakah Kawan tahu jika mangrove punya peranan besar bagi kehidupan kita?

Artikel ini akan mengulas manfaat dan fungsi hutan mangrove yang kita tidak sadari secara ringkas dan lugas. Sebelum terjun dalam topik utama dalam tulisan ini berkaitan dengan fungsi-fungsi dan fakta menarik hutan mangrove di tanah air, kita akan mengulas sedikit terkait penggunaan istilah "mangrove" dan "bakau".

Meskipun kedua kata sering kita gunakan untuk menyebut tanaman-tanaman yang hidup di area genangan air, seperti rawa dan pesisir pantai, sebutan "mangrove" dan "bakau" memiliki pengertian yang berbeda.

Mangrove adalah kelompok tanaman pantai tropik dan subtropik berupa pepohonan atau semak-semak yang mampu hidup dan beradaptasi di daerah payau. Wilayah yang terkena pasang surut air laut dan kawasan yang mempunyai salinitas garam yang tinggi.

Jenis-jenis mangrove yang dapat ditemui di tanah air, sebagaimana dikutip dari Kementerian Kelautan dan Perikanan meliputi spesies-spesies dalam genus, yaituL

  • Avicennia, sering kita sebut dengan "Api-api" terdiri atas 5 spesies, yaitu A. alba, A. eucalyptifolia, A. lanata, A. marina, dan A. officinalis;
  • Bruguiera, 6 jenis Bruguiera yang terdapat di tanah air, seperti B. cylindryca, B. exaristata, B. gymnorrhiza, B. haenessii, B. parviflora, dan B. sexangula;
  • Ceriops, hanya ada 2 spesies yang bisa kita jumpai, yaitu C. decandra dan C. tagal;
  • Rhizophora, 3 jenis yang hidup meliputi R. apiculata, R. mucronata, dan R. stylosa;
  • Sonneratia, kadang kita mengenalnya dengan istilah "Pedada" dan mencakup 3 spesies tanaman di antaranya S. alba, S. caseolaris, dan S. ovata.

Lalu apa yang disebut dengan bakau? Bakau adalah nama lokal untuk genus Rhizophora dalam kelompok tumbuhan mangrove.

Desa Wisata Liya Togo, Peninggalan Kerajaan Buton di Wakatobi

Fungsi dan manfaat mangrove

Foto bakau (Rhizophora mucronata) oleh relawan LindungiHutan
info gambar

Hutan mangrove yang sejatinya memiliki peranan penting dalam kehidupan ternyata punya banyak sekali fungsi, antara lain:

  1. Mencegah erosi tanah dan abrasi di pesisir pantai akibat pasang-surut dan gelombang air laut,
  2. Rumah, tempat tinggal dan habitat beragam spesies ikan, burung, reptil, primata, udang dan kepiting-kepiting,
  3. Pengembangan kawasan pariwisata seperti Ekowisata Mangrove PIK di Jakarta Utara dan Ekowisata Mangrove Wonorejo di Surabaya,
  4. Menyediakan sumber kayu bakar untuk masyarakat sekitar hutan,
  5. Menjaga iklim lokal dan cuaca di area hutan mangrove,
  6. Ladang mata pencarian utama atau tambahan bagi nelayan dan penduduk dekat kawasan hutan mangrove berasal,
  7. Sumber pakan ternak dari daun-daunan,
  8. Mengurangi dampak buruk pemanasan global dengan menyerap karbon dioksida dari udara dan menyimpannya di batang tubuh mangrove serta tanah,
  9. Mengurangi daya rusak angin laut atau badai ke wilayah daratan,
  10. Menghambat sampah-sampah dari muara sungai terbawa ke lautan yang berbahaya bagi ekosistem dan kehidupan makhluk-makhluk laut,
  11. Hutan mangrove lebih efektif lebih dari 3 kali dalam menyerap dan menyimpan karbon dibanding hutan terestrial dan hutan pegunungan tinggi sehingga menjadi salah satu langkah untuk mengurangi dampak buruk perubahan iklim dan pemanasan global.

Setelah kita mengenal dekat dengan kegunaan-kegunaan hutan mangrove, kita akan mengulas lebih lanjut fakta-fakta dan data-data dari hutan mangrove di tanah air.

Simbolisasi Penjor Sebagai Ornamen Utama Perayaan Galungan

Fakta Menarik Hutan Mangrove Indonesia

Potret lebatnya hutan mangrove | Foto: thetripcorner
info gambar

Hutan mangrove di Indonesia ternyata menyimpan bermacam fakta unik dan menarik untuk kita gali. Di antaranya memiliki cakupan area hutan mangrove paling luas. Sekitar 3 juta hektare hutan mangrove tersebar di 95.000 km pesisir se-Indonesia.

Tak hanya itu, tinggi pohon mangrove yang terdapat di tanah air dapat mencapai 50 meter. Hutan mangrove juga dapat ditemukan hampir di seluruh wilayah pesisir Indonesia. Bahkan, rata-rata kawasan hutan mangrove mampu menyimpan serapan karbon dan gas rumah kaca 5 kali lebih banyak dibanding hutan tropis pegunungan tinggi.

Pepohonan mangrove tanah air secara umum menampung 10 sampai 15 persen karbon biru dan lebih baik daripada cadangan karbon pesisir global yang rata-rata sebesar 0,5 persen saja. Berdasarkan penelitian Daniel Murdiyarso dan tim pada tahun 2015, jumlah cadangan karbon pesisir dari hutan mangrove Indonesia sebesar 3,14 miliar ton karbon. Jumlah cadangan karbon pesisir kita meliputi 1/3 simpanan karbon pesisir global.

Masyarakat lokal yang tinggal di area hutan mangrove sering memanfaatkan berbagai bagian dari pohon-pohon mangrove untuk kebutuhan sehari-hari seperti kayu bakar, furnitur serta olahan makanan dan minuman.

Dengan mencegah deforestasi dan penggundulan hutan mangrove saja, Indonesia dapat memenuhi 1/4 dari target pengurangan emisi gas rumah kaca sebanyak 26 persen di tahun 2020. Fungsi hutan mangrove di bawah air berguna sebagai tempat tinggal, bernaung, bertelur dan mencari makan bermacam-macam ikan dan spesies air lainnya mencakup udang dan kepiting.

Budidayakan Maggot, Cara Penuhi Pakan Ternak Murah dan Kurangi Limbah Organik

Di atas permukaan, dahan, ranting, batang tubuh dan kanopi mangrove menjadi tempat tinggal dan sarang bagi burung-burung, serangga, primata dan hewan-hewan lain. Di kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan, kawasan hutan mangrove menjadi habitat tinggal primata endemik yang hampir punah, yaitu Bekantan.

Hutan mangrove yang lebat dan memiliki akar kokoh dapat mengurangi dampak negatif dari badai siklon tropis, terjangan gelombang dan pasang surut, serta meminimalisir kerusakan yang timbul dari tsunami ke area pemukiman sekitar pantai. Peranan utama mangrove sangat krusial dalam menekan abrasi dan pengikisan tanah akibat ombak, serta pasang-surut air laut di wilayah pesisir.

Bermacam manfaat, kegunaan, dan keunggulan hutan mangrove perlu dijaga kelestariannya. Sebab kerusakan yang timbul akibat pengaruh campur tangan manusia maupun faktor alamiah akan mengganggu keseimbangan ekosistem di kawasan perairan.

Terlebih lagi, efek pemanasan global yang setiap hari terjadi dapat diminimalisir oleh hutan mangrove. Maka, hutan mangrove di tanah air rata-rata 5 kali lebih efektif dalam menyerap karbon dari udara dibandingkan hutan topis pegunungan tinggi.*

Referensi: Kementerian Kelautan dan Perikanan | LindungiHutan | Nature Climate Change

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

MS
KO
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini