Dali Ni Horbo, Keju Lokal Berbahan Susu Kerbau dari Tapanuli

Dali Ni Horbo, Keju Lokal Berbahan Susu Kerbau dari Tapanuli
info gambar utama

Keju merupakan salah satu produk olahan susu yang digemari masyarakat Indonesia karena rasanya yang gurih serta dapat diolah menjadi berbagai makanan. Banyak makanan yang biasa ditemui sehari-hari diolah dengan keju, sebut saja martabak, roti, kue, pizza, pasta, bahkan mi instan dengan taburan keju melimpah.

Selain dikenal karena kelezatannya, keju juga kaya akan nutrisi, termasuk karbohidrat, protein, vitamin, dan mineral yang bermanfaat untuk kesehatan. Keju memiliki jenis dan rasa yang beragam, ini tergantung dari jenis susu dan proses pengolahannya.

Meski terkenal dari Eropa, rupanya Indonesia juga punya produk keju buatan lokal. Selain dangke dari Enrekang, Sulawesi Selatan, ada pula dali ni horbo dari Tapanuli, Sumatra Utara.

Mengintip Pengolahan Dangke di Pekan Kebudayaan Nasional 2021

Keju lokal dari Tapanuli

Dali ni horbo yang juga dikenal dengan sebutan keju Batak ini terbuat dari bahan utama susu kerbau. Dalam bahasa Batak, dali artinya susu dan horbo berarti kerbau. Pembuatan keju lokal ini bukanlah sebuah sebuah eksperimen baru, sebab tradisi mengolah susu kerbau ini telah dilakukan oleh para leluhur orang Batak.

Dali ni horbo atau nama lainnya bagot ni horbo telah menjadi menu sehari-hari masyarakat Batak dan menjadi salah satu menu masakan rumah. Di pasar-pasar pun, dali ni horbo banyak dijual. Namun, eksistensinya mulai menurun karena jumlah peternak kerbau di Tapanuli dan Toba semakin sedikit.

Untuk membuat dali ni horbo, susu kerbau diperas kemudian diolah dengan cara tradisional, tanpa pengawet, dan tanpa melibatkan unsur kimia. Dilansir Indonesia.go.id, susu kerbau baru bisa diperah ketika bayi dari induk kerbau sudah berumur satu bulan. Hal ini dilakukan agar bayi kerbau tidak kekurangan gizi karena masih mengandalkan air susu dari induknya.

Uniknya, pemerahan susu kerbau ini hanya diambil dari satu puting. Puting susu kerbau ada empat dan hanya satu yang diambil susunya untuk membuat keju, tiga lainnya menjadi hak bagi si bayi kerbau. Biasanya pemerahan susu dilakukan pukul enam pagi agar tidak mengganggu anak kerbau.

Dalam sehari, volume susu yang didapatkan dari seekor induk kerbau umumnya sebanyak dua liter. Namun, jika kerbau sehat dan gemuk, susu yang diperah bisa sampai empat liter. Pada proses pemerahan susu pun dilakukan dengan hati-hati agar tetap higienis dan memperhatikan kenyamanan induk kerbau. Sebelum diperah, puting susu induk kerbau akan dibersihkan dengan air hangat, sekaligus merangsang agar air susu bisa keluar.

Setelah susu selesai diperah, maka pengolahan dali ni horbo pun dimulai dengan merebus susu selama 10 menit. Penting untuk menambahkan air perasan nanas dan daun pepaya. Cara ini dilakukan untuk membantu susu agar dapat mengental sekaligus mengurangi bau amis. Sambil merebus susu, pastikan pisahkan buih-buih yang mengambang di bagian atas dan perlahan akan mulai mengental. Setelah direbus, dali ni horbo bisa didinginkan dan siap disantap.

Naniura, Kuliner Ikan Tanpa Dimasak yang Jadi Santapan Istimewa Raja Batak

Cara unik menikmati keju

Sekilas, tampilannya berwarna putih dan padat serupa tahu. Namun, aroma susunya cukup kuat dan rasanya gurih. Dalam bentuk bongkahan keju, makanan ini bisa langsung dinikmati begitu saja. Namun, tak ada salahnya mencoba keju lokal ini dengan cara masyarakat Tapanuli menikmatinya, yaitu dimasak dengan bumbu tradisional seperti arsik atau na niura kemudian dimakan dengan nasi.

Penasaran dengan keju Batak ini? Anda wajib mencobanya bila sedang berkunjung ke Sumatra Utara. Dali ni horbo bisa ditemukan di sekitaran wisata Danau Toba, Pulau Samosir, Tarutung, daerah Parapat, dan pasar-pasar tradisional di Tapanuli. Untuk harganya pun terjangkau, mulai dari Rp5 ribu-Rp15 ribu.

Selain dinikmati langsung, dali ni horbo juga sering dibeli untuk menjadi oleh-oleh. Meski keju ini terbilang segar dan dibuat tanpa pengawet, para penjual punya cara tersendiri untuk membuatnya lebih tahan lama untuk dibawa ke luar kota. Selain disantap dengan cara masyarakat lokal, pada dasarnya jenis keju ini juga bisa diolah sesuai selera seperti pengolahan keju pada umumnya.

Menyantap Arsik, Kuliner Khas Batak dengan Campuran Andaliman yang Menggetarkan Lidah

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Dian Afrillia lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Dian Afrillia.

Terima kasih telah membaca sampai di sini