Menyantap Arsik, Kuliner Khas Batak dengan Campuran Andaliman yang Menggetarkan Lidah

Menyantap Arsik, Kuliner Khas Batak dengan Campuran Andaliman yang Menggetarkan Lidah
info gambar utama

Kawan GNFI, sudah sejak lama rempah andaliman digunakan sebagai bumbu masakan khas Batak. Keunikan andaliman yang mampu memberikan sensasi getir menggetarkan pada lidah, diyakini menjadi kunci bertahannya penggunaan bumbu tersebut.

Bagi masyarakat lokal, rasa pedas menggigit yang diberikan andaliman justru menambah selera makan. Orang yang menyantap masakan dengan campuran andaliman pun, dalam adat Batak juga diartikan sebagai seorang yang berani dan bertanggung jawab.

Menariknya lagi, rempah andaliman yang beraroma mirip dengan jeruk ini memiliki daya jelajah yang luas. Di Jepang, merica khas Batak ini disebut dengan sancho, Korea mengenalnya dengan sebutan sanchonamu, dan di China rempah yang terasa getir menggetarkan ini dikenal sebagai sichuan pepper.

Tumbuhan andaliman yang memiliki tinggi rata-rata 2-4 meter ini punya umur buah yang pendek. Tumbuhan ini pun tidak bisa hidup di semua daerah Indonesia.

Adanya karakteristik khusus dari tumbuhan andaliman akhirnya berujung pada kelangkaan rempah ini di pasar-pasar tradisional di luar Provinsi Sumatera Utara.

Oleh karena itu, jika Kawan berkesempatan mengunjungi Provinsi Sumatera Utara jangan ketinggalan mencoba masakah khas Batak yang berpadu dengan rempah andalimannya.

Campuran andaliman sebagai rempah arsik

Rempah Andaliman © Maulana | Shutterstock
info gambar

Arsik merupakan salah satu masakan tradisional dari daerah Toba Samosir dan Tapanuli Utara. Masakan turun temurun tersebut memiliki bahan utama ikan mas yang telah dibumbui dengan rempah andaliman.

Cita rasa yang unik dari masakan arsik bukan hanya sekedar kenikmatan lidah semata. Sejak dahulu, masakan tradisional ini punya nilai dan filosofi.

Misalnya ketika upacara adat pernikahan Batak, biasanya arsik ikan mas disajikan dengan tata cara khusus agar tidak kehilangan nilai kesakralannya. Selain itu, masakan khas Batak ini juga sering digunakan sebagai sarana doa orang tua untuk memberkati anaknya yang hendak merantau.

Walaupun begitu, bukan berarti masakan arsik tidak boleh dikonsumsi untuk sehari-hari. Arsik ikan mas dapat dinikmati kapan saja tanpa harus menunggu upacara adat atau momen khusus dilaksanakan.

Adapun cara pengolahan masakan arsik khas Batak bisa dibilang cukup mudah. Ikan mas yang digunakan biasanya hanya dibelah dan dibersihkan bagian perutnya saja, sedangkan pada bagian sisiknya tidak perlu dihilangkan.

Kemudian, untuk menghilangkan bau amis pada ikan dan menciptakan aroma sedap. Maka, buah kecombrang kering dan jeruk nipis dapat digunakan.

Untuk memberikan sensasi getir menggetarkan pada lidah, andaliman pun tak lupa dilumuri pada ikan mas. Setalah bumbu usai diratakan, ikan mas siap meluncur dimasak pada air yang telah ditambahkan beberapa bumbu penyedap.

Masakan ini biasanya juga bisa disajikan dengan beberapa bahan pelengkap seperti daun singkong, kacang panjang dan lain-lain. Sebagai salah satu makanan tradisional, arsik ikan mas ini sangat populer di daerah Sumatera Utara hingga sekarang, terutama di daerah Toba Samosir dan Tapanuli Utara.

Baca Juga:

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

IA
MI
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini