Bukit Sibea-Bea, Pilihan Destinasi Wisata Religi di Sumatra Utara

Bukit Sibea-Bea, Pilihan Destinasi Wisata Religi di Sumatra Utara
info gambar utama

Objek wisata di wilayah Sumatra Utara bukan hanya terpusat pada Danau Toba. Jika dijelajah lebih jauh, kawasan sekitar danau terbesar di Indonesia tersebut memiliki puluhan titik wisata yang tak kalah memukau dan tersebar di sebanyak delapan kabupaten sekelilingnya.

Setiap objek wisata yang ada tentu memiliki keunikan dan keindahannya masing-masing, beberapa di antaranya sebut saja Air terjun Situmurun, Bukit Holbung, Menara Pandang Tele, Taman Eden 100, Desa Wisata Tomok, dan masih banyak lagi.

Seakan masih belum cukup, objek wisata terbaru juga dimiliki dan siap untuk menjadi pilihan destinasi tambahan bagi para wisatawan yang ingin berkunjung ke kawasan Danau Toba, yakni Bukit Sibea-Bea.

Dengan bermodalkan lanskap perbukitan yang masih didukung latar belakang Danau Toba, bukit satu ini menawarkan pemandangan yang dapat memanjakan mata dan disebut akan menjadi salah satu destinasi wisata rohani di Sumatra Utara.

Pesona Danau Ranau, Danau Kedua Terbesar di Sumatra Setelah Danau Toba

Keberadaan patung Yesus tertinggi di dunia

Lebih detail, wisata rohani yang dimaksud berasal dari keberadaan patung Yesus tertinggi yang kabarnya akan memiliki ketinggian mencapai 61 meter dan mengalahkan patung Kristus Penebus di Brasil dengan tinggi 38 meter, atau patung Christ the Protector yang juga sedang dibangun Brasil di kawasan Encantado dengan ketinggian 43 meter.

Terletak di Kabupaten Samosir, patung yang masih dalam tahap pembangunan tersebut digadang-gadang akan menjadi ikon baru bagi destinasi wisata Samosir.

Bukit Sibea-Bea pada dasarnya adalah titik perbukitan yang kemudian dirancang sedemikian rupa dengan pembangunan jalan berkelok, menurut Tambos M Nainggolan selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.9 Provinsi Sumatra Utara, kelokan tersebut dibuat untuk memenuhi kriteria geometrik.

“Jalan ini sempat viral di media sosial karena jalannya yang berkelok dan memiliki pemandangan yang cantik. Sebenarnya, kelokan dibuat untuk memenuhi kriteria geometrik agar tidak terjadi kecelakaan karena lokasi jalan yang ada di perbukitan,” jelasnya, mengutip keterangan resmi di laman PUPR.

Dengan bermodalkan jalan berkelok yang dilengkapi dengan latar belakang pemandangan alam Danau Toba, para pendatang yang nantinya mengakses bukit satu ini akan memiliki sejumlah titik memukau yang dapat dinikmati di sepanjang perjalanan.

Sementara itu mengutip penjelasan Garuda Infrastructure, lokasi Bukit Sibea-Bea dari pusat Kota Medan sebagai Ibu Kota Provinsi Sumatra Utara sendiri memang cukup jauh, yakni sekitar 177 kilometer.

Jika memakai rute yang paling sering dilalui, waktu tempuh yang dibutuhkan untuk mencapai kawasan tersebut berada di kisaran 4 jam 30 menit.

Lebih detail, dari jalan besar Sei Deli di Medan, calon pengunjung bisa mengambil rute melewati Jalan Guru Patimpus hingga ke Jalan Besar Kabanjahe Merek. Selanjutnya, rute mengikuti Jalan Sidikalang-Seribudolok hingga ke Jalan Lintas Barat Sumatra-Partungko Naginjang. Nantinya, Bukit Sibea-Bea akan ada di sisi kanan jalan dengan jalanan berkelok.

Namun jika calon pengunjung memulai titik pemberangkatan dari Bandara Silangit yang berada di Kabupaten Tapanuli Utara, jarak tempuh jalur darat melalui ruas Jalan Tele-Pangururan bisa memakan waktu lebih singkat yakni sekitar dua jam.

Huta Tinggi dan Tipang, Desa Wisata Suku Batak dengan Pemandangan Danau Toba

Masih pembangunan, dijadwalkan rampung pertengahan tahun 2022

Jalan berkelok di Bukit Sibea-bea yang masih dirampungkan
info gambar

Sebenarnya, tahap pembangunan dari titik Bukit Sibea-Bea dan objek patung Yesus sendiri sudah dimulai sejak tahun 2018 tepatnya di bulan Juni, gagasan untuk membuat patung Yesus tertinggi muncul dari Sudung Situmorang, yang kala itu menjabat sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi DKI, dan berasal dari Desa Janji, Kecamatan Harian, Samosir, Sumatra Utara.

Namun karena satu dan hal lain, pembangunan akhir dari patung Yesus tersebut kerap mundur dari beberapa jadwal awal yang ditentukan. Seperti salah satunya pada tahun 2021 ini yang ditargetkan rampung pada bulan September, namun pembangunan hingga saat ini masih terus dilakukan.

Sementara itu untuk proses pembangunan infrastruktur terutama jalan dilakukan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Sejak bulan Juni lalu, pembangunan infrastuktur di Bukit Sibea-Bea terus dilakukan untuk mendukung pengembangan Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) Danau Toba.

Pembangunan infrastruktur bukit yang berada pada ketinggian 1.021 meter di atas permukaan laut tersebut kabarnya menelan anggaran hingga mencapai Rp23,3 miliar.

Masih dalam tahap penataan lokasi wisata secara menyeluruh, kawasan Bukit Sibea-Bea termasuk patung Yesus tertinggi rencananya baru akan rampung pada bulan Juni tahun 2022 mendatang.

Lestarikan Lingkungan dan Pariwisata di Toba, Annette Horschmann: Impian Saya Jadi Nyata

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Siti Nur Arifa lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Siti Nur Arifa. Artikel ini dilengkapi fitur Wikipedia Preview, kerjasama Wikimedia Foundation dan Good News From Indonesia.

Terima kasih telah membaca sampai di sini