Kebijakan dan Pengendalian Lalu Lintas Menjelang Perayaan Malam Tahun Baru 2022

Kebijakan dan Pengendalian Lalu Lintas Menjelang Perayaan Malam Tahun Baru 2022
info gambar utama

2021 segera berakhir, dalam hitungan jam malam pergantian tahun akan dilewati untuk menyambut tahun baru 2022.

Lazimnya, jika dalam kondisi normal hampir semua orang pasti akan berbondong-bondong merayakan momen pergantian malam tahun baru dengan ramai. Tidak hanya dari tempat tinggal, tak sedikit dari masyarakat yang turun ke jalan raya layaknya di pusat perkotaan seperti Jakarta untuk memeriahkan perayaan ini bersama.

Namun sudah tahun kedua perayaan tahun baru dilalui dengan cara berbeda. Bukan kemeriahan, penutupan atau blokade akses jalan dan rekayasa lalu lintas justru jadi hal yang akan kembali dijumpai di momen perayaan tahun baru kali ini.

Tentu, hal tersebut dilakukan sehubungan dengan pencegahan risiko penularan Covid-19 dan potensi munculnya gelombang ketiga, terutama terkait adanya varian baru yakni omicron.

Tidak jauh berbeda dengan penetapan kebijakan malam tahun baru 2021 lalu, berikut informasi mengenai kebijakan lalu lintas terkait perayaan malam tahun baru 2022.

Persiapan Operator Tanah Air Hadapi Lonjakan Trafik Data di Perayaan Natal dan Tahun Baru

Pemberlakuan Crowd Free Night di Jakarta

Pertama kali muncul istilah Crowd Free Night (CFN) di Jakarta saat momen perayaan Idulfitri pada pertengahan tahun 2021, kebijakan CFN kembali diterapkan dengan melakukan penutupan jalan di sejumlah titik yang berpotensi menimbulkan keramaian di Ibu Kota.

Melansir keterangan yang dimuat oleh RTTMC (Road Transport and Traffic Management Center) Departemen Perhubungan, penutupan kawasan tersebut diberlakukan mulai Jumat (31/12/2021) malam, sampai dengan Sabtu (1/1/2022) dini hari

Kepala Sub-Direktorat Penegakan Hukum (Kasubdirgakum) Ditlantas Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Argo Wiyono mengatakan, penutupan akan dilakukan mulai pukul 22.00 WIB.

“Nanti diberikan waktu satu jam sampai 23.00. Saat itu polisi akan melakukan penyisiran di 10 titik tersebut. Setelah pukul 23.00, khususnya 24.00, tidak ada aktivitas lagi dan akan dilakukan rekayasa pengalihan arus,” jelas Argo kepada awak media, Rabu (29/12).

Lebih detail, adapun 10 kawasan yang akan mengalami penutupan jalan terdiri dari:

  1. Sudirman-Thamrin,
  2. Kawasan Kemang,
  3. Bulungan-Barito,
  4. Senopati-Gunawarman-SCBD,
  5. Kawasan Asia Afrika, Senayan,
  6. Kawasan Kota Tua,
  7. Banjir Kanal Timur,
  8. Kawasan Kemayoran,
  9. Kawasan Kelapa Gading, PIK, Danau Sunter, dan
  10. Kawasan Monas.

Meski begitu, Argo juga menjelaskan selama penutupan akan ada beberapa kendaraan yang diperbolehkan menyintas dengan terlebih dulu melalui penyeleksian tertentu. Menurutnya, pengendara yang memiliki tujuan tertentu seperti rumah, kantor, atau hotel, diperbolehkan lewat dengan menunjukkan kartu atau keterangan menginap.

“Yang tidak boleh itu yang mau merayakan tahun baru. Tidak boleh nongkrong di sepanjang jalan. Memang cuma lewat-lewat saja, tapi kalau memang ada kepentingan tertentu itu nanti ada diskresi dari polisi,” tambahnya.

Tanpa Mudik, Ini Ide Kegiatan Seru di Rumah Bersama Keluarga

Pantauan mobilitas masyarakat, persiapan operasi lilin, dan rekayasa lalu lintas

Rakor Persiapan Pengendalian Lalulintas Tahun Baru 2022
info gambar

Untuk wilayah lain, per hari Kamis (30/12), disebutkan bahwa arus lalu lintas di sejumlah wilayah dapat dikatakan masih terpantau lancar. Salah satunya di Solo dan Kalikangkung, Semarang, baik di jalan lokal maupun nasional.

Brigjen Aan Suhanan selaku Direktur Penegak Hukum (Dirgakkum) Korlantas Polri, juga menyatakan kondisi yang sama juga terpantau di wilayah Sumatra, di mana baik jalur arteri, tol, ataupun jalur wisata terpantau relatif lancar. Dirinya menyampaikan jika puncak arus lalu lintas kemungkinan baru akan terjadi pada hari Jumat (31/12).

“Insya Allah sampai malam tahun baru mudah-mudahan ini bisa terkendali,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang dipublikasi.

Sementara itu di kawasan Jabodetabek, persiapan untuk mengantisipasi kepadatan lalu lintas yang disebabkan oleh kendaraan dari Jakarta, yang melakukan perjalanan atau meninggalkan Ibu Kota ke sejumlah wilayah lain seperti tempat wisata terdekat juga telah dilakukan.

Mengutip Antara, sejak memasuki masa-masa liburan natal dan tahun baru, Jasa Marga disebut telah mencatat volume kendaraan yang meninggalkan wilayah Jabodetabek dari tanggal 17-23 Desember mencapai 1,1 juta kendaraan, di mana angka tersebut meningkat 8,9 persen dari lalu lintas normal pada bulan November.

Sementara itu dari jalur tol lainnya yakni tol layang MBZ dan Jakarta-Cikampek, pada periode waktu yang sama tercatat ada sebanyak 505.337 yang melintas atau peningkatan sekitar 8,9 persen dari hari biasa.

Teknologi Karya Anak Bangsa yang Diterapkan pada Tol Layang Jakarta-Cikampek

Menyikapi adanya peningkatan mobilitas kendaraan seperti yang dijelaskan di atas, Korlantas Polri diketahui telah melakukan operasi lilin di sejumlah wilayah selain Jakarta, meski sebenarnya pemerintah melalui berbagai instansi terkait telah melakukan imbauan untuk tidak melakukan perjalanan jika tidak terlalu penting.

Salah satu imbauan tersebut disampaikan oleh Budi Karya Sumadi selaku Menteri Perhubungan, saat menghadiri Rapat Koordinasi Persiapan Pengendalian Lalu Lintas di Mapolresta Cirebon, Kamis (30/12).

“Lakukan perjalanan bila dianggap penting. Kita ketatkan prokes dan pengetatan kawasan wisata dari kerumunan. Harapan kami ini dapat dilaksanakan dengan baik dan kerja samanya,” jelas Budi.

Dalam kesempatan yang sama, Brigjen Pol Yusri Yunus melaporkan bahwa hingga hari ke-7 menggelar Operasi Lilin 2021, lalu lintas masih terpantau kondusif. Dirinya menyatakan jika fokus pengamanan operasi di Jawa khususnya Jawa Barat menjadi salah satu wilayah krusial.

Yunus juga mengungkap sejumlah skenario rekayasa lalu lintas apabila terdapat kepadatan volume kendaraan, terutama saat arus balik setelah perayaan tahun baru nanti selesai telah disiapkan.

“Yang perlu kita antisipasi saat arus balik yang pertama di KM 62 tol Cikampek pertemuan dari Cipularang dengan Cikampek atau Cipali. Tapi cara bertindaknya sudah kita siapkan salahsatunya contraflow,” jelas Yunus.

Lain itu salah satu kawasan yang selama ini memang kerap menjadi titik pusat dan destinasi perayaan malam tahun baru di wilayah Jabodetabek yakni jalur Puncak, Bogor akan dikosongkan dan ditutup mulai pukul 16.00 WIB, sementara arus lalu lintas akan dialihkan ke jalur alternatif.

“Ketiga, di Nagreg dan jalur alternatif Kabupaten Bandung. Semua sudah dikoordinasikan termasuk kendaraan sumbu tiga. Kepolisian memiliki diskresi, walaupun diperbolehkan kita lihat bila menghambat kita alihkan keluar tol ke jalur alternatif, termasuk jalur rawan laka dan kegunaan rest area sudah kita antisipasi,” paparnya.

2022 Tahun yang Menjanjikan?

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Siti Nur Arifa lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Siti Nur Arifa.

SA
MI
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini