Piala AFF 2020: Indonesia Tim Paling Fair Play, Pratama Arhan Jadi Pemain Muda Terbaik

Piala AFF 2020: Indonesia Tim Paling Fair Play, Pratama Arhan Jadi Pemain Muda Terbaik
info gambar utama

Hari pertama di tahun 2022 menjadi pertanda berakhirnya pesta sepak bola Asia Tenggara atau Piala AFF 2020. Tim Nasional (Timnas) Indonesia harus mengakui keunggulan Timnas Thailand setelah ditumbangkan lewat agregat 2-6 pada partai puncak.

Pada laga leg pertama, Skuad Garuda dihajar 4 gol tanpa balas oleh Skuad 'The War Elephant's', sedangkan pada pertemuan kedua mereka hanya bisa bermain imbang 2-2.

Ini menjadi kegagalan Timnas Indonesia yang keenam untuk menjuarai Piala AFF ini sejak pertama kali digelar pada 1996. Dari total 13 edisi yang terselenggara, Skuad Garuda telah 6 kali melaju ke partai puncak, tapi tak satu pun gelar yang sukses dibawa pulang.

Meskipun demikian, perjuangan Timnas Indonesia pada Piala AFF 2020 turut diwarnai sejumlah catatan impresif, termasuk menyandang status sebagai tim paling Fair Play. Tidak hanya itu, full back andalan Indonesia Pratama Arhan juga berhasil dinobatkan sebagai "Best Young Player".

5 Pemain Indonesia Termahal di Piala AFF 2020, dari Asnawi hingga Nadeo

Tim paling Fair Play

Seusai laga final leg ke-2, Timnas Indonesia diganjar penghargaan tim paling Fair Play di Piala AFF 2020. Penghargaan ini tak terlepas dari kemampuan Skuad Garuda bermain bersih sepanjang kompetisi.

Timnas Indonesia memang cukup banyak menerima kartu kuning di Piala AFF 2020. Akan tetapi, tidak ada pemain Skuad Garuda yang mendapatkan kartu merah hingga turnamen berakhir. Hal itu yang mendasari terpilihnya Timnas Indonesia sebagai tim Fair Play Piala AFF 2020.

Penghargaan ini rasanya jarang sekali didapat Timnas Indonesia. Meski berisikan anak-anak muda dengan rata-rata usia tim 23 tahun, mereka tetap mampu tampil tenang, dan tidak mudah terpancing emosi.

Koleksi kartu merah/kuning tim di Piala AFF 2020 | GoodStats
info gambar

Namun karena kartu kuning yang didapat Timnas Indonesia tergolong banyak, ada pihak yang tak sepakat dengan keputusan AFF itu. Salah satunya adalah media Vietnam, The Thao.

Dalam tulisan terbitan Sabtu (1/1), mereka sampai harus menulis judul "Indonesia mengejutkan Asia Tenggara dengan gelar 'luar biasa' di Piala AFF". Lebih lanjut, mereka menganggap gelar itu tak pantas diterima oleh skuad asuhan Shin Tae-Yong.

"Indonesia dianugerahi gelar 'Fair Play Team' oleh penyelenggara Piala AFF yang mengejutkan seluruh Asia Tenggara. Pasalnya mereka dikenal sebagai tim yang sangat kompetitif, kasar, sampai-sampai tak segan menyebabkan lawan cedera, dan meninggalkan citra buruk," tulis The Thao, menukil Kumparan.com.

Terlepas dari itu, keputusan AFF tetaplah mutlak. Sama dengan Thailand, Indonesia memang bermain lebih banyak (8 kali) karena mampu lolos hingga partai puncak. Hal ini menjadi salah satu penyebab koleksi kartu kuning Indonesia lebih banyak dibandingkan tim lainnya.

Penghargaan ini diterima langsung oleh sang kapten, Evan Dimas Darmono, seusai laga final leg ke-2 (1/1). Penghargaan ini juga seakan menjadi pelipur lara, setelah gagal juara.

5 Tim dengan Skuad Termahal di Piala AFF 2020, Indonesia Urutan Berapa?

Pemain muda terbaik

Tidak hanya mendapatkan penghargaan sebagai Fair Play Team, full back andalan Indonesia yang tengah naik daun, Pratama Arhan, juga dinobatkan sebagai pemain muda terbaik (Best Young Player) di Piala AFF 2020.

Penghargaan tersebut ia dapat berkat penampilan ciamiknya sepanjang turnamen. Arhan mampu mengungguli dua rekannya yang masuk nominasi, yakni Witan Sulaeman dan Alfeandra Dewangga. Pemain asal klub PSIS Semarang mendapat penilaian tertinggi dengan 60.122 suara, diikuti Witan dan Dewangga di posisi 2 dan 3.

Pemain muda berusia 20 tahun ini dinilai begitu cakap dalam bertahan maupun membantu serangan. Arhan merupakan ancaman bagi tim-tim yang dihadapi Timnas Indonesia di Piala AFF 2020. Ia juga beberapa kali menjadi penyelamat Timnas Indonesia di Piala AFF 2020.

Tentu yang paling menjadi perhatian, Arhan menjadi penyelamat Timnas Indonesia ketika menghadapi Singapura di leg ke-2 semifinal Piala AFF 2020. Saat Timnas Indonesia tertinggal 1-2, Arhan mencetak gol di menit 87, sekaligus memaksa skor berubah menjadi 2-2. Hingga akhirnya Indonesia memenangi laga (4-2) dan lolos ke final.

Untuk urusan bertahan, Arhan juga tak mengecewakan. Sepanjang turnamen, ia membuat 6 sapuan, 2 blok, 10 intersep, 80 persen tekel sukses, hingga 50 persen duel udara sukses. Ia juga memiliki kemampuan lemparan ke dalam jarak jauh yang bagus.

Absennya Arhan di leg pertama final Piala AFF 2020 melawan Thailand juga meninggalkan celah di lini pertahanan Indonesia. Setidaknya ada 2 gol 'The War Elephants' yang berasal dari serangan di sisi kiri.

Penampilan memukau dan segala hal yang telah ditunjukkan Arhan selama Piala AFF 2020 meyakinkan para juri dan suporter untuk memilihnya sebagai pemain muda terbaik.

Legenda sepak bola Singapura, Baihakki Khaizan pun memuji pemain 20 tahun tersebut. Lewat media sosialnya (Twitter), pria yang pernah 3 kali memenangi Piala AFF itu menyarankan Arhan untuk bermain di luar negeri.

"Dik, kamu (Arhan) ini bakal jadi pemain kelas Asia dik... Jaga diri kamu baik-baik, main di luar (negeri) jika bisa untuk meningkatkan lagi pengalaman. Luar biasa," tulis Baihakki.

Diraihnya penghargaan oleh Arhan seolah memberi angin segar bagi Timnas Indonesia, setidaknya Indonesia memiliki full back handal bagi masa depan Timnas Indonesia.

Gelar runner-up yang disandang Timnas Indonesia juga merupakan capaian yang patut diapresiasi. Sempat diremehkan pada awal turnamen, Timnas Indonesia yang berisikan pemain muda (rata-rata 23 tahun) nyatanya mampu membuktikan kualitasnya dengan lolos hingga partai puncak.

Terimakasih Skuad Garuda!

Catatan Positif di Piala AFF 2020 dan Lonjakan Peringkat FIFA

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Iip M. Aditiya lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Iip M. Aditiya.

Terima kasih telah membaca sampai di sini