5 Catatan Menarik Indonesia di Piala AFF 2020, Salah Satunya Jadi Tim Paling Produktif

5 Catatan Menarik Indonesia di Piala AFF 2020, Salah Satunya Jadi Tim Paling Produktif
info gambar utama

Piala AFF edisi ke-13 baru saja selesai pada Sabtu (1/1), Tim Nasional (Timnas) Indonesia yang diisi barisan pemain muda harus puas menjadi runner-up keenam kalinya setelah tak mampu membendung kekuatan Timnas Thailand.

Sebagai juara 2, para pemain Indonesia berhak mendapatkan kalungan medali perak. Timnas Indonesia juga diganjar hadiah senilai 100.000 dolar AS atau setara dengan Rp1,42 miliar.

Selain hadiah uang tunai, Timnas Indonesia juga mendapat beragam bonus yang diberikan kalangan swasta di Tanah Air. Salah satunya bonus dari Pemilik J99 Corp, Gilang Widya Pramana, yang memberikan bonus sebesar Rp500 juta untuk Timnas Indonesia karena berhasil menembus partai final.

Meski gagal membawa pulang trofi, kiprah Timnas Indonesia di Piala AFF 2020 menyisakan beberapa catatan menarik. Catatan tersebut setidaknya menjadi modal sekaligus pekerjaan rumah (PR) yang harus dibenahi dalam mengarungi turnamen atau kalender FIFA di masa mendatang.

Piala AFF 2020: Indonesia Tim Paling Fair Play, Pratama Arhan Jadi Pemain Muda Terbaik

1. Striker minim gol, Indonesia justru jadi tim paling produktif

Tim paling produktif di ajang Piala AFF 2020 | GoodStats
info gambar

Skuad Garuda tercatat sebagai tim paling produktif di ajang Piala AFF 2020. Timnas Indonesia sukses melesakkan 20 gol dari 126 tembakan sepanjang turnamen.

Dari delapan laga yang dihadapi, ini menjadi catatan terbanyak dibandingkan dengan kontestan lainnya. Thailand yang berstatus sebagai juara hanya mampu menggelontorkan 18 gol.

Namun ada fakta lain yang tersaji, di mana dari 20 gol yang tercetak, hanya ada satu nama striker saja yang bisa mencetak gol, yaitu Ezra Walian.

Padahal, Shin Tae-Yong masih memiliki 3 penyerang. Mereka adalah Dedik Setiawan, Kushedya Hari Yudo, dan Hanis Sagara. Namun, ketiganya belum bisa mencetak satu gol pun dalam ajang tersebut.

Sebagai penyerang murni, Ezra pun hanya mampu mencetak 2 gol, atau hanya 10 persen dari total keseluruhan koleksi gol Indonesia (20). Hal ini menjadi catatan tersendiri bagi Shin Tae-Yong bagaimana mempersiapkan dan memilih penyerang yang lebih tajam dalam mengarungi turnamen berikutnya.

2. Lini belakang rapuh

Meskipun jadi tim paling produktif, nyatanya pertahanan Timnas Indonesia tergolong rapuh. Sepanjang turnamen, Indonesia telah kebobolan sebanyak 13 kali.

Ini menjadi catatan terburuk di antara kontestan-kontestan yang sukses melaju ke fase gugur. Bahkan, Indonesia hanya terpaut 2 gol dari Kamboja yang menjadi tim yang paling sering kebobolan.

Tentunya ini menjadi PR besar bagi Timnas Indonesia dalam membuat skema pertahanan yang padu sehingga tidak mudah kropos. Mengingat, pertahanan merupakan lini paling penting dalam kesatuan sebuah tim.

3. Pelanggaran paling banyak, tapi jadi tim paling Fair Play

Tim dengan pelanggaran terbanyak di Piala AFF 2020 | GoodStats
info gambar

Timnas Indonesia mencatatkan diri sebagai kontestan yang paling banyak melakukan pelanggaran di ajang Piala AFF 2020. Dari laga pembuka hingga partai final, skuad Garuda telah mencatatkan 135 pelanggaran.

Uniknya, anak asuh Shin Tae-yong dikukuhkan menjadi tim paling Fair Play Piala AFF 2020 meski memiliki catatan pelanggaran terbanyak.

Hal itu terjadi lantaran dari 135 pelanggaran, pemain Indonesia tak ada satupun yang diganjar kartu merah. Alasan ini menjadi salah satu yang mendasari AFF memberikan penghargaan tersebut.

5 Tim dengan Skuad Termahal di Piala AFF 2020, Indonesia Urutan Berapa?

4. Satu-satunya tim yang bisa bobol 2 gol ke gawang Thailand

Skuad Garuda tercatat menjadi satu-satunya kontestan Piala AFF 2020 yang sukses melesakkan 2 gol ke gawang Timnas Thailand.

Sebelumnya, Thailand merupakan tim dengan pertahanan terbaik. Sebab mereka hanya kebobolan satu gol saat melewati fase penyisihan Grup A. Satu-satunya gol yang bersarang di gawang anak asuh Alexandre Polking dicatat oleh Filipina saat laga berakhir dengan skor 2-1.

Selain itu, Timnas Indonesia menjadi tim kedua yang mampu menahan imbang di Piala AFF 2020. Sebelumnya, kontestan pertama yang sukses melakukannya ialah Vietnam pada partai leg ke-2 semifinal Piala AFF 2020.

5. Jadi semifinalis termuda

Skuad Timnas Indonesia yang berisi pemain muda sebelum bertanding melawan Timnas Singapura di leg pertama Piala AFF 2020 © AFF
info gambar

Timnas Indonesia banyak berbekal pemain-pemain muda untuk mengarungi pentas Piala AFF 2020. Kendati sempat diragukan bisa berbicara banyak, Tim Garuda justru sanggup menjejakkan kaki hingga partai puncak.

Menariknya, anak-anak asuh Shin Tae-yong menjadi yang termuda di antara tim yang lolos ke 4 besar. Timnas Indonesia diketahui dihuni oleh skuad dengan umur rata-rata 23,8 tahun.

Vietnam sang unggulan teratas berada di posisi kedua dengan 24,73 tahun. Sementara itu, Thailand dan tuan rumah Singapura berdempatan di rentang 27,29 dan 27,63 tahun.

Tercatat ada 13 pemain Indonesia yang usianya belum melewati 22 tahun. Jauh lebih banyak ketimbang Vietnam (6), Thailand (3), dan Singapura (5). Bahkan, Shin Tae-Yong menunjuk Asnawi Mangkualam (22) sebagai deputi kapten untuk Evan Dimas (26) yang juga masih belum bisa dikategorikan tua.

Secara tidak langsung, hal ini menjadi keuntungan tersendiri bagi Timnas Indonesia. Dengan pembinaan yang komprehensif, Mayoritas Skuda Garuda yang berlaga di Piala AFF 2020 kemungkinan akan menjadi tumpuan dalam mengarungi turnamen berikutnya termasuk Piala AFF U-23 2022 dan Piala AFF 2022. Tentunya dengan komposisi yang lebih kompak dan matang.

Catatan Positif di Piala AFF 2020 dan Lonjakan Peringkat FIFA

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Iip M. Aditiya lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Iip M. Aditiya.

Terima kasih telah membaca sampai di sini