Jumlah BUMN Berdasarkan Kategori Lapangan Usaha, Sektor Mana yang Terbanyak?

Jumlah BUMN Berdasarkan Kategori Lapangan Usaha, Sektor Mana yang Terbanyak?
info gambar utama

Sejak 1973 telah terbentuk organisasi pemerintah yang bergerak dalam bidang pembinaan terhadap Badan Usaha Milik Negara (BUMN). BUMN awalnya merupakan bagian dari unit kerja di lingkungan Departemen Keuangan.

Organisasi ini terus bertransformasi hingga resmi menjadi Kementerian BUMN pada tahun 1998 hingga sekarang. Kehadiran BUMN sendiri di Indonesia bertujuan untuk mewujudkan kesejahteraan serta memenuhi kebutuhan masyarakat melalui pemberdayaan perusahaan-perusahaan milik negara.

BUMN bergerak di berbagai sektor atau lapangan usaha. Hingga saat ini tercatat ada 13 kategori lapangan usaha BUMN yang berjalan di Indonesia. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah perusahaan yang termasuk dalam BUMN pada tahun 2020 ialah sebanyak 107 perusahaan.

Jumlah ini terus mengerucut apabila dibandingkan selama 5 tahun ke belakang. Bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya, penurunan jumlah BUMN mencapai 5,3 persen dari total jumlah BUMN yang beroperasi di Indonesia yakni sebanyak 113 perusahaan.

Selain Telkom dan PLN, Ada 2 Perusahaan BUMN yang Terjun ke Bisnis Internet

Sektor industri pengolahan jadi yang terbanyak

Data terakhir tepatnya pada tahun 2020 menunjukan, tercatat ada 13 BUMN yang berbentuk perusahaan umum (perum), 80 BUMN berbentuk persero, dan 16 BUMN berbentuk persero terbuka.

Dari 13 sektor BUMN, beberapa di antara kategori ini memiliki puluhan perusahaan yang bernaung dalam 1 sektor. Berikut 5 sektor BUMN dengan jumlah perusahaan terbanyak berdasarkan data BPS.

sektor
info gambar

1. Industri Pengolahan

Jumlah BUMN yang bernaung dalam sektor ini tercatat sebanyak 28 perusahaan. Industri pengolahan merupakan kategori lapangan usaha yang meliputi kegiatan ekonomi atau kategori usaha di bidang perubahan secara kimia atau fisik dari bahan, unsur, atau komponen sehingga menghasilkan produk baru.

Beberapa BUMN yang termasuk dalam sektor ini di antaranya Perum Percetakan Negara Republik Indonesia, Perum Percetakan Uang Republik Indonesia (Peruri), PT. Balai Pustaka (Persero), dan masih banyak lagi.

2. Transportasi dan Gudang

BUMN di sektor transportasi dan gudang menempati posisi ke-2 dengan jumlah 21 perusahaan. Adapun jenis usaha pada kategori ini mencakup penyediaan angkutan penumpang atau barang baik yang berjadwal maupun tidak serta melalui berbagai jalur baik darat, air, udara, dan lain sebagainya.

Beberapa BUMN yang termasuk dalam sektor ini ialah Perum Djawatan Angkoetan Motor Repoeblik Indonesia (DAMRI), PT. Angkasa Pura I (Persero), PT. ASDP Indonesia Ferry (Persero), dan sebagainya.

3. Keuangan dan Asuransi

Posisi ke-3 ditempati oleh sektor keuangan dan asuransi dengan total jumlah 15 perusahaan. Sektor keuangan dan asuransi mencakup berbagai jenis jasa keuangan seperti asuransi, reasuransi dan kegiatan dana pensiun, jasa penunjang keuangan, dan sebagainya.

BUMN yang termasuk dalam sektor ini ialah PT. Pegadaian, PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, dan lain-lain.

4. Profesional/Ilmiah/Teknis

Berada di posisi ke-4 dengan jumlah 10 perusahaan, kategori ini mencakup kegiatan profesional, ilmu pengetahuan, serta teknik. Pelaksanaan kegiatan ini memerlukan pelatihan pada tingkat yang tinggi guna menghasilkan ilmu pengetahuan dan keterampilan yang bermanfaat bagi masyarakat.

Beberapa perusahaan yang termasuk sektor ini di antaranya PT. Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero), PT. Bina Karya (Persero), PT Biro Klasifikasi Indonesia (Persero), dan sebagainya.

5. Konstruksi

Posisi ke-5 diraih oleh sektor konstruksi dengan 8 perusahaan. Kategori ini mencakup seluruh kegiatan ekonomi di bidang konstruksi yaitu kegiatan konstruksi umum dan khusus pekerjaan bangunan dan bangunan sipil.

Perusahaan yang termasuk dalam sektor ini di antaranya Perum Pembangunan Perumahan Nasional (Perumnas), PT. Adhi Karya (Persero) Tbk, PT. Amarta Karya (Persero), dan sebagainya.

Keren, BUMN Konstruksi Indonesia Ini Langganan Garap Proyek Pembangunan di Luar Negeri

Upaya efisiensi BUMN terus digalakkan

Erick Thohir selaku Menteri BUMN saat ini tengah mengupayakan efisiensi di tubuh kementerian BUMN. Salah satunya melalui penyederhanaan jumlah BUMN yang beroperasi di Indonesia.

Mengutip dari siaran pers BUMN, pengerucutan jumlah BUMN yang awalnya berjumlah 142 hingga mencapai 107 perusahaan pada tahun 2020 tidak lain ialah karena adanya konsolidasi BUMN. Konsolidasi terjadi pada sektor farmasi dan asuransi.

Erick Thohir berpandangan bahwa situasi pandemi Covid-19 merupakan momen yang tepat untuk melakukan restrukturisasi guna memperkuat posisi BUMN baik pada posisi keuangan maupun dalam industri.

Rencananya, jumlah BUMN akan terus dikerucutkan hingga mencapai sekitar 80 perusahaan. Selain itu Kementerian BUMN berhasil melakukan holding perusahaan pada sektor farmasi dan asuransi

Bio Farma (Persero) dan PT. Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (Persero) berhasil didapuk sebagai induk perusahaan yang beranggotakan beberapa anak perusahaan dengan lini bisnis serupa. Tujuannya tak lain ialah untuk meningkatkan efisiensi kinerja BUMN secara berkelanjutan.

7 Perusahaan BUMN Pemilik Aset Terbesar 2020, Siapa Juaranya?

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Diva Angelia lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Diva Angelia.

DA
IA
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini