Gaet Investor Abu Dhabi, Smartfren Bangun Data Center 1000 MW di Tahun 2022

Gaet Investor Abu Dhabi, Smartfren Bangun Data Center 1000 MW di Tahun 2022
info gambar utama

Ekosistem data center di Indonesia semakin ramai, bukan hanya perusahaan yang sejak awal kemunculannya fokus dan mendedikasikan diri untuk bergerak di bisnis ini, namun sejumlah perusahaan yang memang memiliki kaitan dengan teknologi juga mulai melirik penggarapan data center secara mandiri.

Diminati oleh perusahaan di berbagai bidang, salah satu yang belakangan juga dikenal ‘getol’ dalam mengembangkan keberadaan data center di tanah air adalah sederet perusahaan telekomunikasi.

Dari sekitar empat perusahaan telekomunikasi yang ada, belum lama ini salah satu di antaranya membuktikan kesanggupan dalam menggarap sekaligus memperkaya ekosistem data center di tanah air, yakni Smartfren.

Bukan hal yang mustahil, karena jika mengingat jenis dan klasifikasi data center sendiri terdapat tingkat yang memang sangat memungkinkan sistem satu ini digarap oleh setiap entitas bisnis yang memilih untuk tidak bergantung dengan perusahaan penyedia layanan data center lainnya.

Menilik Ekosistem Penyedia Layanan Data Center di Indonesia

Data Center Tier II berkapasitas 1000 MW

Berdasarkan rilis yang dipublikasi, terungkap bahwa dalam mengembangkan pusat data mandirinya, Smartfren sepakat bekerja sama dengan perusahaan yang bergerak di bidang kecerdasan buatan (AI) dan komputasi awan (cloud service) asal Abu Dhabi, yakni Group 42 (G42).

Lebih detail, pertukaran dokumen perjanjian kerja sama ini telah dilakukan antara Franky Oesman Widjaja selaku CEO Sinar Mas Telecommunication and Technology, dan Peng Xiao selaku CEO G42, dalam acara yang digelar pada Expo Dubai, Kamis 4 November 2021 lalu.

“Smartfren memahami pentingnya pusat data sebagai tulang punggung perkembangan industri digital di Indonesia. Kami optimis, kerja sama ini akan mewujudkan pembangunan pusat data di tanah air dan menjaga kedaulatan data nasional yang sedang dilakukan Pemerintah Indonesia,” ujar Franky.

Meski tidak disebutkan berapa besarnya nominal yang digelontorkan dalam penggarapan proyek ini, namun dipastikan bahwa mayoritas data center yang dibuat berjenis Tier II dengan kapasitas total 1000 MW (MegaWatt).

Mengutip Katadata, pada pengembangan tahap pertama akan terlebih dulu dibangun data center dengan kapasitas 100-200 MW yang tersebar di beberapa lokasi, yakni di Kota Delta Mas, Cikarang, dan dekat Ibu Kota Negara (IKN) baru, Kalimantan Timur.

Menyampaikan tujuan dilancarkannya proyek ini, Smartfren menilai bahwa keberadaan pusat data di dalam negeri akan memberi kemampuan untuk akses data yang lebih mudah, cepat, aman, dan akan melengkapi serta memperkuat ekosistem digital untuk mendukung pengembangan ekonomi digital yang sangat pesat, serta menciptakan lapangan kerja yang besar di bidang digitalisasi dan industri 4.0.

Selain menggandeng G42, untuk mitra lokal Smartfren diketahui bekerja sama dengan PT Amara Padma Sehati (APS) dan Moratel yang dikenal memiliki kekuatan dalam ekosistem bisnis dan teknologi untuk menyelenggarakan pusat data berkapasitas 1000 MW yang dimaksud.

Menjelaskan mengenai pencapaian yang telah dimiliki dalam mengembangkan ekosistem data center mumpuni di negaranya sendiri, pihak G24 dalam kesempatan yang sama juga menyatakan komitmen mereka dalam mengembangkan layanan serupa di tanah air.

“Dengan kemampuan kami dalam hal cloud computing, kami di G42 senang dan siap bekerja sama dengan Smartfren serta mitranya untuk mendukung pengembangan strategis infrastruktur digital Indonesia sesuai dengan standar internasional tertinggi untuk desain fasilitas, operasi, serta privasi dan keamanan data,” jelas Peng Xiao.

Menggunakan Data Center Lokal Diklaim Lebih Aman dan Efisien

Pengembangan smart city di Tangerang

Ilustrasi penerapan smart city
info gambar

Sementara itu jika menilik riwayatnya, kerja sama atau investasi yang diberikan oleh G42 ternyata bukan hanya terjalin dengan Smartfren, melainkan juga entitas bisnis lain dari induk perusahaan Sinar Mas, yakni Sinar Mas Land.

Sebagai bentuk implementasi dari data center yang ada, penerapan lanjutan rupanya dijalankan dengan kerja sama mengembangkan kawasan Bumi Serpong Damai (BSD), Tangerang agar bertransformasi menjadi smart city.

Menjelaskan bentuk implementasi smart city yang dimaksud, dalam keterangan berbeda Michael Widjaja selaku Group CEO Sinar Mas Land menyebut bahwa kerja sama tersebut diharapkan dapat membuat kawasan BSD menjadi tolak ukur dalam pengembangan smart city lain di Indonesia pada waktu yang akan datang.

“Kedua perusahaan akan mengembangkan layanan dan aplikasi di platform tersebut dalam pemantauan keamanan, akses gedung, pembayaran, perdagangan, pendidikan, periklanan, dan kesehatan,” pungkas Michael.

Wow, Data Center Indonesia Ini Mendapat Penghargaan Terbaik Se-Asia

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Siti Nur Arifa lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Siti Nur Arifa.

Terima kasih telah membaca sampai di sini