Solo Ditunjuk Jadi Tuan Rumah ASEAN Para Games 2022

Solo Ditunjuk Jadi Tuan Rumah ASEAN Para Games 2022
info gambar utama

Pesta Olahraga Asia Tenggara (SEA Games), merupakan salah satu kompetisi yang paling dinanti pada tahun 2022. Biasa diselenggarakan setiap tahun ganjil, memang kondisi pandemi yang terjadi di tahun lalu membuat gelaran akhirnya baru berjalan di tahun ini.

Di penyelenggaraan ke-31, Vietnam lebih tepatnya Ibu Kota Hanoi telah resmi didapuk sebagai tuan rumah. Dan lazimnya, pesta olahraga akan dilanjut dengan kompetisi bagi para atlet difabel atau ajang Para Games beberapa saat setelahnya di kota atau negara yang sama.

Namun, pada gelaran kali ini ASEAN Para Games yang memasuki penyelenggaraan ke-11 dilaporkan akan memiliki lokasi penyelenggaraan yang berbeda dengan SEA Games. Memang, awalnya Vietnam sepakat untuk ikut sekaligus menjadi tuan rumah, namun rupanya Negeri Naga Biru tersebut memutuskan untuk mengundurkan diri dan hanya menjadi tuan rumah untuk gelaran SEA Games pada tanggal 12-23 Mei saja.

Setelah melalui berbagai pertimbangan, kabar baiknya Indonesia ternyata menjadi negara yang dipercaya oleh ASEAN Para Sports Federation (APSF), untuk menggantikan posisi Vietnam menjadi tuan rumah.

5 Gelaran Multievent yang Akan Dihadapi Indonesia di Tahun 2022

Pemilihan Solo dan wilayah sekitarnya

Sebenarnya, saat Vietnam memutuskan untuk mundur ada dua negara lain yang mengajukan diri menjadi lokasi penyelenggara pengganti, yakni Thailand dan Malaysia. Namun karena APSF menilai Indonesia mampu menjadi tuan rumah meski di tengah situasi global yang belum sepenuhnya pulih dari pandemi, kota Solo akhirnya dipilih.

Meski begitu, keputusan mengenai penetapan tuan rumah ini juga masih menunggu kepastian pencabutan sanksi dari Agensi Anti Doping Dunia (WADA). Seperti yang kita tahu, sanksi yang sebelumnya diberikan kepada Indonesia salah satunya menyebut pelarangan menjadi tuan rumah untuk berbagai gelaran olahraga internasional.

Meski sudah ada kepastian jika sanksi tersebut akan dicabut pada kisaran tanggal 15 Februari, namun pihak APSF diketahui tetap menunggu pencabutan sanksi resmi.

“Dewan Pimpinan APSF mendukung Indonesia menjadi tuan rumah ASEAN Para Games ke-11, menggantikan Vietnam yang tahun lalu batal menjadi tuan rumah karena pandemi global Covid-19. Namun, persetujuan tersebut bersyarat dan Indonesia harus terlebih dulu dibebaskan dari sanksi yang saat ini dikenakan oleh WADA” tulis keterangan resmi APSF.

Sementara itu jika memang secara resmi berjalan, ini akan jadi kali kedua Indonesia menjadi tuan rumah ASEAN Para Games. Sebelumnya pada tahun 2011, kesempatan yang sama sudah lebih dulu dimiliki dan Kota Solo juga menjadi lokasi spesifik yang dipilih.

Bendera Merah Putih Siap Kembali Berkibar di Ajang Internasional Mulai Februari 2022

Pelaksana dan kesiapan fasilitas

Stadion Manahan, venue utama ASEAN Para Games 2022
info gambar

Direncanakan berlangsung pada tanggal 20-31 Juli mendatang dan juga menetapkan beberapa venue di wilayah sekitar Solo, wilayah yang kemungkinan menjadi lokasi lain salah satunya adalah Karanganyar. Sementara itu Wali Kota Solo sendiri yakni Gibran Rakabuming diketahui telah dipercaya untuk menjadi Ketua Panitia ASEAN Para Games Organizing Committee (INASPOC) 2022.

Saat ditanya mengenai kesiapan fasilitas mulai dari sarana, venue, dan fasilitas untuk para atlet, Gibran menjelaskan jika semua hal tersebut sedang dipersiapkan dengan matang dan secepatnya.

Lebih detail, dari segi venue Gibran memastikan jika sejumlah fasilitas di Stadion Manahan dipastikan akan menjadi lokasi utama. Hal tersebut sejalan dengan yang disampaikan oleh Rima Ferdianto, selaku Sekretaris Jenderal National Paralympic Committee (NPC), yang menjelaskan jika dari sebanyak 13 cabor yang diperlombakan, sebagian besar memang akan terlaksana di Kota Solo.

Untuk cabor yang rencananya akan dilangsungkan di luar kota Solo, beberapa yang disebutkan di antaranya cabor angkat berat yang akan berlangsung di Best Western Solo Baru, Kabupaten Sukoharjo. Kemudian ada juga cabor badminton yang berlangsung di Edutorium Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS).

“Cabor renang di Kolam Renang Intanpari Karanganyar, dan GOR RM Said Karanganyar untuk tenis meja. Lainnya semua di Solo” ujar Rima, kepada awak media.

Dirinya juga menjelaskan jika sejumlah sarana dipastikan sudah bersifat ramah difabel dengan mengutamakan aksesibilitas terhadap penyandang disabilitas berkursi roda maupun netra seperti guiding block.

Sementara itu dari segi tempat singgah, Gibran mengungkap jika fasilitas berupa hotel yang terdapat di Kota Solo sudah cukup memadai bahkan akan kebanjiran tamu dari berbagai pihak yang terlibat.

“Semua hotel terpakai. Ada 3.000 orang, itu baru atlet belum ofisialnya” ujar Gibran, mengutip Antara.

Meski begitu, dirinya belum bisa mengungkap mengenai besaran anggaran yang akan dibutuhkan untuk perhelatan ASEAN Para Games kali ini, karena masih dalam perancangan setelah penunjukkan lokasi yang dapat dikatakan mendadak jika dibanding ASEAN Para Games tahun 2011 silam yang sudah terancang dan dipersiapkan sejak satu tahun sebelumnya.

Sementara itu jika membahas lebih detail, total 13 cabor yang akan diperlombakan dalam ASEAN Para Games 2022 diketahui terdiri dari atletik, renang, badminton, tenis meja, catur, angkat berat, bocia, judo, goalboal, tenis kursi roda, panahan, CP football, dan basket kursi roda.

Borong 37 Medali, Indonesia Raih Posisi ke-4 Klasemen Asian Youth Para Games 2021

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Siti Nur Arifa lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Siti Nur Arifa.

Terima kasih telah membaca sampai di sini