Selain Akses Penghubung, Jembatan Gantung Girpasang Klaten Kini Jadi Objek Wisata Populer

Selain Akses Penghubung, Jembatan Gantung Girpasang Klaten Kini Jadi Objek Wisata Populer
info gambar utama

Belakangan ini pembangunan jembatan gantung di Indonesia khususnya wilayah pulau Jawa banyak yang digarap dengan tujuan utama sebagai objek wisata, misalnya saja jembatan gantung situ gunung di Sukabumi.

Selain itu, ada juga proyek jembatan gantung yang saat ini sedang dalam tahap pembangunan dan diklaim akan menjadi yang terpanjang di Dunia, yakni jembatan gantung untuk kawasan ekowisata Eiger Adventure Land di Kabupaten Bogor.

Namun tujuan berbeda setidaknya dimiliki dari jembatan gantung yang dibangun di Kampung Girpasang, Desa Tegalmulyo, Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten. Wisata bukan tujuan utama, jembatan ini awalnya dibangun oleh pemerintah melalui Kementerian PUPR untuk menjadi akses penghubung keluar masuk Kampung Girpasang.

Bukan tanpa alasan, karena sebelumnya diketahui jika warga setempat harus menghabiskan waktu sekitar 15-30 menit untuk bisa keluar masuk kampung tersebut. Namun setelah adanya jembatan gantung, waktu yang dibutuhkan jauh lebih singkat yakni hanya sekitar 3-5 menit saja.

Indonesia Akan Miliki Jembatan Gantung Terpanjang di Dunia yang Berlokasi di Bogor

Jalan setapak di pinggir jurang

Bukan hanya membutuhkan waktu yang lama, sebelum ada jembatan masyarakat khususnya warga Kampung Girpasang yang ingin keluar masuk wilayah juga harus melalui medan yang sulit, yaitu berupa tangga naik turun setapak di pinggir jurang yang memiliki kedalaman sekitar 150 meter.

Belum lagi, satu-satunya akses yang disebut memiliki sekitar 1.001 buah anak tangga tersebut juga memiliki bentuk yang terjal dan berkelok. Tentu, hal itu membuat semua kegiatan warga kampung membutuhkan perjuangan, terutama bagi mereka yang ingin berangkat sekolah, pergi ke pasar, bahkan bekerja.

Tak heran, jika sebelumnya Kampung Girpasang yang berada di lereng kaki Gunung Merapi tersebut kerap dijuluki sebagai wilayah yang terisolir. Tak cukup sampai di situ, kondisi medan yang sulit juga membuat warga setempat mengalami kendala dalam mengakses mobilisasi barang. Misalnya, mereka diketahui harus mengandalkan gondola kayu sederhana yang digunakan untuk mengangkut pakan ternak atau hasil panen pertanian yang dimiliki.

Namun kini kondisi terbatas tak lagi dihadapi, karena masyarakat setempat sudah sangat terbantu dengan adanya pembangunan jembatan gantung girpasang yang membelah jurang, dan menjadi satu-satunya akses andalan yang memberi kemudahan. Selain itu, gondola sederhana yang tadinya terbuat dari kayu kini sudah digantikan dengan gondola lebih aman yang bisa mengangkut beberapa orang.

Kawasan Gunung Bromo Segera Punya Jembatan Kaca Sepanjang 120 Meter

Jadi objek wisata populer

Diresmikan pada hari Kamis (20/1/2022), jembatan gantung girpasang yang dibangun dalam kurun waktu sekitar enam bulan, tepatnya selama bulan Juli-Desember 2021 ini memiliki panjang sekitar 120 meter dan lebar 1,8 meter.

Berkat keberadaannya, kini Kampung Girpasang sudah terhubung dengan daerah lain di sekitar yakni Kampung Beringin.

Semakin menarik, karena memang masih memiliki keindahan alam yang asri khas pedesaan, pengembangan kawasan wisata pun mulai dibuat bersamaan dengan saat pertama kali pembangunan jembatan gantung dan gondola yang lebih memadai digarap.

Hal tersebut sudah tentu membawa banyak dampak positif, terutama dalam hal meningkatkan kesejahteraan sekaligus perekonomian masyarakat setempat. Terbukti, pada saat masih dalam tahap uji coba jembatan dan gondola saja, sudah banyak beberapa orang yang datang karena ingin mencoba melalui jembatan baru berwarna merah putih tersebut.

Pada saat pertama kali diresmikan, jembatan gantung ini disebut berpotensi mendatangkan pengunjung mencapai 5.000 orang setiap harinya di akhir pekan. Namun dengan mempertimbangkan faktor keamanan, tentu ada beberapa ketentuan yang harus dipatuhi jika ingin menikmati pemandangan alam dari atas jembatan ini.

Salah satunya adalah mengenai ketentuan jika jembatan tersebut tidak bisa dilalui oleh banyak orang sekaligus, melainkan dibatasi dengan kapasitas sebanyak 50 orang.

Kini terbukti, jika jembatan gantung girpasang tidak hanya menjadi akses penghubung bagi warga setempat, melainkan objek wisata yang juga mendatangkan pundi-pundi rupiah. Meski sebenarnya, biaya yang harus dikeluarkan oleh para wisatawan yang datang juga tidak terlalu besar.

Ketika memasuki kawasan Girpasang, setiap orang hanya perlu membayar tiket sebesar Rp2.000, dan bebas mengakses atau melewati jembatan sesukanya. Sementara itu jika ingin menikmati lanskap alam dari gondola sepanjang 130 meter, biayanya pun terbilang cukup murah yakni hanya sebesar Rp60 ribu untuk satu gondola yang memiliki kapasitas untuk mengangkut sebanyak empat orang.

Kampung Tobati, Desa Wisata di Jayapura dengan Keunikan Hutan Perempuan

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Siti Nur Arifa lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Siti Nur Arifa.

Terima kasih telah membaca sampai di sini